Apocalypse Alteration

Apocalypse Alteration
Bab. 22 Perang Mutant Di Kamp (1)


__ADS_3

Qin Chen terbangun di paginya, ia merasa kelelahan karena bergadang cukup lama. Saat ia sepenuhnya sadar, ia menemukan Kapten Yang Xi berada tepat di depan matanya. Dia tengah tertidur pulas sembari memeluknya dengan sangat erat, tidak dapat lepas meskipun Qin Chen mencobanya. Qin Chen menelan ludah mengingat semalam menerima hadiah utamanya secara langsung, itu tanpa memaksanya, karena dia sendiri yang memulainya pertarungan.


Hoam~ Katanya, ia menguap mengusap-usap matanya lalu membukanya secara lembut. Yang Xi menemukan Qin Chen ada di depannya, ia merasa canggung karena semalam ia yang memulainya. "So– Soal semalam, aku tidak meminta tanggung jawab, itu aku yang memberinya padamu." Lanjutnya, ia buru-buru beranjak dari tempat tidurnya.


Qin Chen tersenyum tipis, apa yang ia rencanakan semuanya berlangsung baik tanpa gangguan apapun. Konspirasi, manipulasi dan kesan baik, semuanya ia lakukan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. "Terserah kamu mau mengatakan apa, aku hanya menerima hadiahku. Tapi bayarannya belum kau lunaskan, kau masih berhutang padaku sangat banyak." Katanya, dia tersenyum tipis memandang sosoknya yang indah seperti permata bulan tak tersentuh.


"Aku akan mencari cara untuk membayarnya—" Yang Xi langsung mendekatinya, dia menatap matanya langsung. "Jangan katakan pada siapapun soal semalam, atau aku akan memutuskan bayaran itu." Lanjutnya, dia mengekpresikan serius, tetapi di lain sisi ia sangat malu untuk menatap Qin Chen.


"Selama ada kontrak kerjasama, aku akan menyembunyikan ini. Segera bergegas, ada banyak anggota pasukan khusus akan berdatangan padamu. Jika mereka menemukanmu tidak ada di tenda, mereka akan curiga bahwa kamu keluar denganku kemarin malam."


Yang Xi buru-buru menggunakan bajunya, dan kemudian dia tanpa mengatakan apapun meninggalkan Qin Chen. "Keuntungan sudah di dapatkan. Selanjutnya—" Qin Chen bingung dengan keadaannya, dia hendak mengatakan semua yang ada di benaknya kepada Qin Yu karena dia akan meninggalkan kamp.


Tanpa menundanya, ia bergegas kembali ke tenda Qin Yu. Qin Yu berada di depan tendanya, dia menunggu Qin Chen. "Semalaman kemana Chen Gege? Katanya akan pulang cukup malam, tapi sampai pagi Chen Gege belum pulang ke tenda." Qin Yu bertanya, penasaran.


Qin Chen tertawa gugup di depannya. "Kesampingkan masalah itu, ada sesuatu yang ingin Chen Gege katakan padamu. Apa kau mau dengar? Atau tidak tergantung pada jawabanmu." Katanya, dia serius bicara dengan Qin Yu, satu-satunya adiknya.


Tanpa harus di katakan, Qin Yu menyipitkan matanya, dan tahu kemana Qin Chen semalaman tidak kembali. Dia tengah bersama dengan Yang Xi, wanita yang ia benci karena merebut kakaknya. "Aku ingin dengar, tapi sebelum itu aku ingin makan. Bagaimana kalau Chen Gege temani aku makan, dan bicara setelahnya."

__ADS_1


Qin Chen mengangguk, dia membawanya ketempat tanpa orang. Disana, Qin Chen mengeluarkan daging. "Kau harus makan banyak daging dan sayuran untuk pertumbuhan. Setelah tumbuh dewasa, Chen Gege hanya ingin tidur dan kau harus mencari uang mengantikan makanan ini, mengerti."


"Bukankah itu sangat kejam?" Qin Yu menatapnya, dia memohon untuk tidak melakukan apa yang di katakan Qin Chen. "Bukankah aku adikmu yang manis? Apa karena Yang Xi membuat Chen Gege berubah kejam padaku? Jahat, aku akan mendatanginya, lalu protes."


"Apa kau tidak senang dengan dia?" Tanya Qin Chen, karena matanya memberikan permusuhan kepada Yang Xi.


Qin Yu memalingkan wajahnya kesamping, Qin Chen hanya tersenyum memberikan daging kepadanya. Keduanya makan bersama sampai beberapa waktu terlewatkan begitu saja, Qin Chen tengah duduk di bangku kayu bersama Qin Yu di sampingnya.


"Chen Gege akan meninggalkan tempat ini besoknya, dan ada dua hal yang ingin Chen Gege katakan padamu." Qin Chen membuat Qin Yu diam saat mendengarnya akan pergi dari kamp pengungsi. "Pertama, kau tetap di kamp sampai keadaan membaik karena itu satu-satunya keamanan untukmu. Kedua pergi bersama Chen Gege keluar, tetapi itu akan sangat bahaya mengingat dunia luar masih banyak zombie yang berkeliaran."


"Chen Gege hendak keluar kamp untuk ke pusat kabut merah berada, karena ada yang ingin di lakukan di sana. Karena itu akan sangat bahaya mengingat kabut merah dapat mengubah seseorang. Semuanya tergantung padamu, mau tetap di kamp atau ikut dengan Chen Gege kedalam kabut merah." Jelasnya.


"Pertama, aku ingin memastikan sesuatu. Kemudian menghancurkan pusat kabut merah, di samping itu aku ingin mengakhiri bencana Apocalypse ini selamanya. Semakin lama bencana berlangsung, akan membuat bumi tenggelam kedalam domain kabut merah, kenapa Chen Gege sangat keras kepala?" Qin Chen mengangkat tangannya kesamping, itu membuatnya bingung tetapi sesaat kemudian benda-benda melayang di udara.


Qin Yu terdiam menatap itu, dia langsung menoleh kesamping dengan gugup. "A– Apa itu kekuatan? Bagaimana bisa melakukan itu, ini bukan karya fiksi ilmiah! Ini kenyataan, bagaimana bisa Chen Gege mempunyai kekuatan esper!"


Siapapun akan merasa tidak percaya saat menemukan seseorang dapat menggunakan kekuatan esper. Karena itu hanya ada di dalam karya fantasi dan lainnya, dan Qin Yu menemukan orang dengan kekuatan esper ada di depan matanya. Qin Chen hanya diam mengerakkan tangannya kesamping membuat benda-benda yang melayang itu tersusun dengan rapi di depan sana.

__ADS_1


"Aku tidak akan memaksamu untuk percaya, namun kenyataannya adalah Chen Gege mempunyai kekuatan. Sekarang, aku ingin mendengarkan jawabanmu. Semuanya ada di tanganmu karena Chen Gege tidak akan memaksamu." Katanya, dia hanya duduk menunggu balasannya.


"Apa aku bisa ikut bersama? Tetapi bagaimana aku bisa masuk kedalam kabut merah? Mengingat dampak terkontaminasi kabut merah dapat mengubah seseorang menjadi zombie di luar sana. Dan bagaimana Chen Gege akan ke sana dengan keadaan itu sekarang sangat tidak mungkin."


Dia menunduk memegang tangan Qin Chen. Qin Yu seakan-akan tidak ingin di tinggalkan oleh Qin Chen, karena ia hanya mempunyai Qin Chen satu-satunya keluarga di bumi. Jika dia meninggalkannya, itu membuat dia kesepian tanpa adanya Qin Chen di sampingnya. Qin Chen tahu tentang itu, dia satu-satunya keluarga yang dekat dengannya.


"Chen Gege mempunyai caranya. Namun ingat dengan baik, bahaya bisa saja datang kapapun. Chen Gege ataupun kau bisa saja mati bersama, atau di antara kita berpisah. Tetapi kau hanya harus ingat kalau Chen Gege akan melindungimu dari apapun."


"Uhm." Qin Yu mengangguk, dia menyederkan kepalanya di bahunya. "Aku akan ikut dengan Chen Gege, karena Chen Gege satu-satunya keluarga yang aku punya sekarang. Ayah dan ibu berada di luar negeri, dan aku tidak tahu bagaimana kabarnya."


"Begitu?" Qin Chen mendongak menatap langit. "Kapan-kapan akan Chen Gege hubungi mereka. Dan bersiap-siaplah karena kita akan meninggalkan tempat ini paginya." Lanjutnya.


Qin Yu mengangguk, ia buru-buru pergi ke tenda mempersiapkan kebutuhannya. Pakaian, makanan dan minuman ia masukan kedalam tasnya, itu untuk berjaga-jaga kalau mereka kelaparan dan bersih-bersih. Sedangkan Qin Chen, ia di sana menunggu hingga suara terdengar keras di depan gerbang.


Duarr!


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2