Apocalypse Alteration

Apocalypse Alteration
Bab. 26 Dua Pertanyaan, Dan Terakhir—


__ADS_3

Qin Yu langsung mendekati Qin Chen, dia tersedu-sedu sembari memandang kearah Qin Chen. "Bodoh!" Dia langsung memeluknya dengan sangat erat mengabaikan tempat dan suasana di atas tembok beton besar, Yang Xi hanya diam melihatnya dari belakang.


Qin Chen mengusap-usap kepalanya, "Jangan menangis, aku tidak akan pergi tanpa membawamu. Sekarang, apa kau sudah menyiapkan barang-barang yang akan di bawa? Kita akan meninggalkan tempat ini segera mungkin karena waktu adalah nyawa."


"Aku sudah membereskan barang-barang yang akan di bawa. Tapi—" Qin Yu menoleh kebelakang ada Kapten Yang Xi. "Apa Chen Gege akan pergi tanpa mengatakan apapun padanya? Meskipun aku membencinya karena berani merebut Chen Gege, tetapi aku tidak bisa mengabaikan perasaannya." Qin Yu dengan cemberut bicara, dia masih marah dengan kehadiran Yang Xi tetapi di lain sisi dia tidak bisa mengabaikannya.


Qin Chen hanya tersenyum mendengarnya, dia mendatangi Yang Xi dengan penampilan biasanya. "Aku tidak akan banyak bicara, sebelum datang ke kamp ini, aku sudah berencana untuk ke pusat kabut merah." Qin Chen menujuk ke arah pusat kabut merah berada. "Mungkin ada sesuatu di sana. Aku hendak mencari tahu dan menghentikan Apocalypse ini secepatnya."


"Apa—" Yang Xi berhenti sesaat ia menatap sosoknya. "Apa bisa kau tinggal di kamp satu malam lagi? Aku tidak akan memaksamu, aku hanya ingin bertanya sesuatu yang menggangguku." Lanjutnya.


Qin Yu mengangguk itu membuat Qin Chen menanggapinya, ini merupakan keajaiban baginya. "Aku tidak berjanji untuk menjawab semua pertanyaan yang ingin kau tanyakan. Tetapi aku akan mengusahakan menjawab pertanyaanmu."


"Terimakasih."


Semua anggota pasukan khusus terdiam di samping mereka berdua, di mana mereka tengah menembak zombie yang tersisa tanpa menggangu keduanya bicara satu sama lain. Qin Chen dan Qin Yu pergi ke tempat tendanya berada untuk menginap satu malam di kamp pengungsi sebelum pergi paginya.


Malamnya, Qin Chen menemui Yang Xi di tempatnya. Keduanya bertemu tempat yang sama dengan semalam di dalam ruangan dengan remang-remang cahaya, Yang Xi menunggunya di sopa. Saat Qin Chen masuk kedalam ruangan, Yang Xi langsung berdiri menghormatinya sebagai tamu.


Qin Chen mendekatinya dan duduk di depannya. "Apa yang ingin kau tanyakan?" Ia langsung pada intinya, bagaimanapun ia datang ke kamp bukan untuk membantu mereka melainkan mencari adiknya.


Semua formalitas yang ia berikan kepada kamp hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi di mana wanita dan harta adalah hadiahnya. Sekarang, ia hendak kembali ke tujuan utamanya, itu adalah mengunjungi pusat kabut merah di luar sana dengan adiknya.


Yang Xi yang mendengar itu bingung mau memulainya dari mana. "Bisa kamu jelaskan kenapa kamu ingin ke pusat kabut merah? Bukankah kamu sudah tahu, bahwa menyentuhnya akan mengubah seseorang menjadi zombie."

__ADS_1


Qin Chen tersenyum tipis menyenderkan punggungnya. "Tembak aku dengan senjatamu. Dengan begitu, kau akan tahu kenapa aku ingin masuk kedalam pusat kabut merah." Qin Chen membalasnya dengan senyuman misterius yang menganggu pikirannya.


"Apa maksudmu—" Qin Chen menyentuh bibirnya dengan tangan.


"Jangan membatahnya, kau ingin tahu, bukan?"


Dengan ragu-ragu dia mengeluarkan senjatanya, itu di arahkan ke lengan Qin Chen bagian kanannya. "Tembak saja, aku yang memintanya, dan bukan kau." Ucapnya, ini merupakan hal yang tak biasa bagi Kapten Yang Xi untuk menembak seseorang yang ia kenal cukup dekat dalam artian lain.


Bang!


Tanpa keraguan di matanya, ia melepaskan tembakan itu ke tangan Qin Chen. Darah menyembur keluar di depan matanya, itu membuat Yang Xi khawatir tetapi sebelum sempat di mengobatinya luka di tangannya sembuh dan peluru yang masuk kedalam tangannya keluar secara langsung.


"Bagaimana mungkin!" Katanya, itu begitu mengejutkan sampai-sampai ia tidak dapat mempercayai ini.


"Percaya atau tidaknya tergantung bagaimana kau memandangku. Secara keseluruhan, aku bukan manusia melainkan mutasi yang berkembang secara individu tanpa bantuan siapapun, itu membuat gen dalam tubuhku berubah mengikuti gen mutasi di luar sana. Tetapi masih mempunyai kecerdasan dan kemanusiaan itu sendiri."


"Jatuhnya, kamu abadi?" Dengan bingung mengeluarkan kalimat tersebut.


Qin Chen mengangguk meskipun hanya kemungkinan kecil di abadi sekarang.


"Pertanyaan selanjutnya."


Belum sempat ia mencernanya sekarang, ia mendapatkan kesempatan pertanyaan keduanya. "Apa yang kamu katakan sebelumnya, tentang sesuatu di pusat kabut merah yang kamu yakini ada sesuatu di kedalaman sana."

__ADS_1


"Aku hanya mengiranya, mungkin ada sesuatu yang membuat teknologi di zaman sekarang berhenti secara paksa. Jika di hancurkan, mungkin semua orang dapat menggunakan teknologi zaman sekarang, itu akan memudahkan para ilmuwan untuk menangani bencana Apocalypse ini."


"Begitu rupanya, kamu menyakini ada sesuatu yang dapat menekan teknologi di pusat kabut merah, ya? Aku mengerti sekarang." Gumamnya, ia menyentuh dagunya sembari mencerna informasi yang ia dapatkan.


Setelah mendengar itu, dia tidak mempunyai pertanyaan kepada Qin Chen. Yang Xi sepenuhnya percaya karena dia sudah menemukan keanehan itu dari laporan komandan Jiang Ta.


"Terimakasih banyak karena sudah membantu kami di kamp." Ucapnya, dia membungkuk di depannya.


"Tidak masalah, lalu apa kau sudah puas dengan dua pertanyaan itu?" Qin Chen bertanya kepadanya, karena hanya dua pertanyaan yang ia lontarkan kepadanya.


"Aku sudah banyak menyimpulkan dan mendapatkan jawabannya. Sekarang, aku hanya ingin kamu bersikap biasa padaku, karena rasanya sangat tidak nyaman bicara denganmu yang sekarang." Ucapnya, dia merasa Qin Chen sangat jauh sekarang tidak seperti sebelumnya begitu dekat.


Qin Chen tersenyum tipis, "Tentu, itu yang kau mau maka aku hanya bisa menurutinya."


Keduanya bicara bersama di ruangan itu membicarakan tentang pusat kabut merah, Qin Chen memberikan informasi yang ia ketahui tentang zombie dan mutasi. Informasi tersebut dapat di manfaatkan bagi mereka, pasukan khusus akan bertindak kedepannya untuk mencari persediaan di kota.


Semalaman Qin Chen tidak kembali ke tenda membuat Qin Yu mencurigai keduanya melakukan sesuatu di belakangnya. Tanpa dia mengatakan itu sekarang, Qin Chen memang tengah melakukan sesuatu berdua tanpa sepengetahuan siapapun.


"Apa kau akan pergi paginya?" Tanya Yang Xi.


"Seperti yang aku katakan padamu tadi, aku akan pergi paginya. Jadi berikan aku nomor teleponmu. Jika yang aku katakan benar, aku akan menghubungimu langsung dan memberitahukanmu informasi yang aku dapatkan di pusat kabut merah. Dengan begitu, kau dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk berkembang di tempat ini."


Kedua tangannya memegang kain menutup bibirnya sembari memalingkan pandangannya kesamping, Qin Chen menurunkan kepalanya dan mencium bibirnya yang mengeluarkan suara yang terdengar ramah di telinganya.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2