
Paginya— semua anggota pasukan khusus berkumpul di depan gerbang utama, mereka membuat penghormatan kepada Qin Chen. Meskipun dia bukan anggota pasukan khusus, namun kontribusi yang ia lakukan untuk kamp dan anggota mereka sangat banyak sampai-sampai tidak dapat di hitung. Semua itu membuat orang-orang di belakang sana penasaran, karena tidak biasanya anggota pasukan khusus berkumpul secara resmi di depan gerbang utama.
Semuanya menunggu, Qin Chen keluar bersama dengan Qin Yu. Dia menghabiskan malam itu bersama Yang Xi di ruangannya, membuat sebuah ikatan yang kuat untuk membuatnya di kenang selamanya meskipun pada akhirnya dia mungkin akan mengalami kematian di luar sana.
Hanya beberapa orang yang tahu bahwa keduanya mempunyai hubungan dalam tanpa sepengetahuan siapapun, karena dapat di temukan dari ekspresi dan— rambut Kapten Yang Xi di ikat kebelakang, itu menambah kecantikannya sebagai Dewi Perang.
"Semuanya siap!" Seorang komandan bersuara keras dan lantang. "Pahlawan yang membantu kita melawan kematian, dan sosok yang membantu kita melewati kelaparan, hari ini sosok itu akan meninggalkan kamp. Sebagai seorang prajurit dari pasukan khusus, kita belum berterimakasih secara langsung dan kita akan memberikan penghormatan, itu kepergiannya ke dunia luar."
Serentak suara kakinya terdengar, mereka bersatu mengangkat tangan memberikan hormat kepadanya. Qin Chen canggung, dia baru saja mendapatkan kehormatan dari anggota pasukan khusus. Tetapi, Qin Chen sangat senang karena bantuannya di hargai dengan baik di kamp, dan mereka orang-orang yang menarik dan baik karena banyak hal yang terjadi selama beberapa hari di kamp.
"Terimakasih banyak, untuk kalian semua. Aku sudah memberikan informasi tentang zombie dan mutasi pada kapten kalian. Dengan informasi itu, mungkin cukup untuk keluar mencari persediaan makanan bagi kamp. Jika ada informasi yang baru, aku akan menghubungi kamp." Ucapnya, dia melambaikan tangannya.
Qin Yu di belakangnya tengah diam, dia menatap Yang Xi dengan permusuhan. "Semalaman kau mendapatkan kakaku, tapi selanjutnya aku akan mendapatkannya. Aku membiarkannya malam itu untuk Chen Gege, bukan untukmu, mengerti. Dan—" Qin Yu memalingkan wajahnya kesamping dengan malu-malu. "Terimakasih karena sudah membawaku ke kamp, itu saja."
Qin Yu buru-buru kesamping Qin Chen karena merasa malu berlama-lama di samping Yang Xi. Yang Xi yang mendengar itu, dia tertawa kecil di belakang sana. "Begitu rupanya, dia sebenarnya baik hanya sifat Tsundere–nya membuat dia seperti sekarang." Gumamnya, ia merasa kesepian menatap Qin Chen.
Sebelum mereka keluar ruangan, Qin Chen menggambar penampilannya di lembaran kertas untuk di simpan. Yang Xi menerima karena hanya itu satu-satunya barang yang mungkin bisa ia kenang cukup lama tanpa mengkhawatirkan apapun.
__ADS_1
Sampai di mana, ia melambaikan tangannya di hadapannya. "Kapten, aku akan menghubungimu sesegera. Dan—" Qin Chen terhenti sesaat menatap sudut matanya tergenang air mata. "Sampai bertemu di masa depan yang akan datang." Lanjutnya, ia tersenyum sembari perlahan memalingkan wajahnya ke belakang.
"Qin Yu, kita akan pergi sekarang." Ucap Qin Chen. Dia buru-buru meninggalkan tempat tersebut karena dia tidak ingin membuat kenangan lain di hatinya, Yang Xi. Dia hanya harus mengingat namanya dan lupakan tentang semua yang terjadi beberapa hari bersama di kamp pengungsi ini. Hanya dengan itu, kehidupannya akan sangat berarti.
Keduanya keluar gerbang utama, itu memberikan satu orang yang berada di tengah gerbang diam tanpa bergerak. Semua anggota pasukan khusus tidak ada yang berani mengganggu suasana hati kapten mereka, karena sama saja mereka memberikan nyawanya kepada harimau.
"Semua anggota bubar, dan kembali pada pos masing-masing." Ucap Komandan itu dengan tegas kepada anggotanya.
Mereka buru-buru bubar meninggalkan tempat tersebut di mana Kapten Yang Xi masih memandangi kepergiannya yang secara perlahan berubah menjadi titik hitam di hadapan matahari yang menyorot kedalam kamp pengungsi.
"Kapten, ada yang ingin saya laporkan." Komandan Jiang Ta memberikan hormat di sampingnya, Yang Xi langsung mengubah pandangannya.
"Berkat dinding besar yang mengepung kamp, ada lahan yang cukup untuk menanam tumbuh-tumbuhan. Dan danau yang keru di bagian barat berubah jernih, mungkin Qin Chen membuatnya bisa di gunakan tanpa sepengetahuan siapapun. Dengan bantuan ini, orang-orang di dalam sana bisa menanam tumbuh-tumbuhan untuk mereka makan."
"Bagus, kumpulkan semua orang. Aku akan menyampaikan informasi ini kepada mereka, dengan begitu pasukan khusus tidak akan menanggung biaya hidup mereka lagi. Mereka dapat menanam dan memanen hasilnya untuk di makan bersama, persediaan yang di kumpulkan anggota akan di gunakan secara teratur untuk kedepannya."
"Baik, Kapten."
__ADS_1
Komandan Jiang Ta buru-buru meninggalkan tempat tersebut sembari mengamati kaptennya yang sudah membaik di bandingkan menatap kepergian Qin Chen. Dia kembali ke tenda dengan mempersiapkan diri untuk bicara di hadapan banyak orang-orang di kamp, itu menetapkan fotonya dan Qin Chen di sebuah bingkai foto yang ia letakkan di atas mejanya.
Sementara itu, Qin Chen dan Qin Yu tengah ke kota menuju pusat kabut merah di kota besar. Mereka berdua berhenti untuk bertemu, karena Qin Yu seorang manusia membutuhkan makan dan minum mengembalikan tenaganya yang terkuras di perjalanan.
"Chen Gege. Apa aku akan baik-baik saja masuk kedalam pusat kabut merah? Karena aku manusia, mungkin akan berubah menjadi zombie sama seperti mereka di sana." Qin Yu menujuk ke tempat zombie berada tengah berkeliaran di kota.
"Tentang itu," Qin Chen masih mencari caranya untuk membawa Qin Yu masuk kedalam. Dan itu di bantu dengan sistem untuk mengevaluasinya, apa ia bisa mengubahnya menjadi mutasi yang sama dengannya. "Saat Chen Gege tahu caranya, akan langsung di katakan. Sekarang, kamu makan dan minum sepuasnya karena kita berada di kota bisa mendapatkan sumber makanan yang banyak di bandingkan apa yang kamu bawa."
"Begitu?" Qin Yu merasa bahagia, meskipun kematian ada di depan matanya. Tetapi dengan Qin Chen ia merasakan kekhwatiran itu hanya mimpi semata yang tak berarti baginya.
Disampingnya ada bangunan yang sangat tidak asing baginya, itu adalah bank cabang. Meskipun cabang, itu mempunyai emas batangan yang cukup banyak di dalamnya dapat menghidupkan kota besar dalam beberapa tahun kedepannya.
"Setelah makan, kita akan masuk kedalam bank. Chen Gege berencana untuk merampok emas mereka, dan sewaktu-waktu keadaan membaik, emas itu dapat menjadi ladang kekayaan keluarga." Ucap Qin Chen, dia begitu serius karena di matanya terpukau dan bercahaya terang menyerupai bintang.
Qin Yu mengangguk karena itu rencana yang bagus, karena tidak ada yang tahu keadaan kedepannya. Dan menyimpan beberapa aset kekayaan di bencana Apocalypse adalah investasi jangka panjang, di mana mereka menyimpan emas rampokan di suatu tempat untuk masa depan yang akan datang.
"Selama Qin Yu bisa bersama dengan Chen Gege. Apapun akan aku lakukan, merampok Bank bukanlah masalah besar bagiku." Ungkapnya, dia sangat serius.
__ADS_1
...
*Bersambung ...