
Sesudahnya mereka makan bersama di samping bangunan, keduanya masuk kedalam Bank Cabang. Didalamnya hanya kesunyian, dan beberapa suara tetesan air hujan yang tergenang di atap bangunan. Qin Chen menggunakan senjatanya, di mana Qin Yu ikut memegang Glock yang pernah ia berikan kepadanya untuk berjaga-jaga.
"Sepertinya aman, ayo masuk ke ruangan brankas berada." Qin Chen memimpin di bagian depan, di belakang Qin Yu mengikutinya.
Keduanya sampai di depan brankas tempat emas di simpan, dan uang tunai berada. Qin Chen mengarahkan pukulannya ke depan menghancurkan pintu besar di depannya dengan satu pukulannya.
Duarr!
*Cough! Qin Yu batuk-batuk karena debunya menggumpal, sesaat kemudian keduanya dapat melihat kembali dengan jelas di mana ada banyak bongkahan emas dan uang di dalam sana, Qin Chen masuk kedalam di ikuti dengan Qin Yu di belakangnya.
"Semua ini benar-benar emas! Jika itu dulu, mungkin aku tidak pernah bisa melihat setumpuk emas secara langsung, dan uang menyerupai kertas tak terhitung banyaknya berada dalam satu wadah penuh!" Ungkapnya, dia dengan bahagia menyentuhnya dan mengambilnya merasakan suara gesekan kedua kertas begitu nyata.
"Simpan kebahagiaanmu dulu, masukkan semuanya kedalam tas hitam di sana. Kita akan menyimpannya dan membawanya bersama kita, dengan begitu masa depan sudah terjamin dengan uang ini." Ucap Qin Chen dengan meminta Qin Yu memasukkan semuanya kedalam tas.
Qin Yu buru-buru menyimpan uangnya sembari bermain dengan uang, Qin Chen membiarkannya karena ini merupakan hari yang membahagiakan baginya. Mendapatkan satu wanita secara keseluruhan, dan mendapatkan senyuman bahagia satu-satunya keluarga yang ia punya sekarang, itu merupakan surga baginya.
Qin Chen menyimpan semuanya kedalam sistem, di mana sudah di bedakan menggunakan puluhan tas hitam besar yang menampung semua uang dan batangan emas di dalamnya. Qin Yu menemukan tas yang ia gunakan untuk menyimpan emas hilang di depan matanya, ia langsung menoleh kesamping tempat Qin Chen.
"Chen Gege dapat memanipulasi ruang. Dengan kemampuan itu bisa membuat ruang penyimpanan." Ucap Qin Chen. Sebelum Qin Yu bertanya, ia memberikan jawabannya secara langsung tanpa menutupinya.
Matanya memberikan tatapan kekaguman, di mana satu-satunya kakaknya di dunia dapat memanipulasi ruang. "Bahkan ilmuwan kelas profesional masih belum mengetahui caranya membengkokkan ruang. Tapi Chen Gege dapat manipulasi ruang, itu sangat hebat tak terbayangkan bagaimana tanggapan para ilmuwan di luar sana."
Qin Chen hanya tertawa tipis, karena dia belum mengetahui apapun tentang memanipulasi ruang ataupun membengkokkan ruang. Karena ia menyimpan benda-benda kedalam sistem yang ada di benaknya, itu merupakan rahasia yang tidak akan pernah ia ceritakan kepada siapapun, termasuk adiknya.
__ADS_1
"Sampai kita ke kota besar, Chen Gege akan mencari cara untuk membuatmu bisa masuk kedalam pusat kabut merah." Qin Chen bergerak keluar ruangan bersama Qin Yu mengangguk di sampingnya.
Keduanya keluar dari Bank Cabang, itu tepat di hadapan mereka ada banyak zombie berkumpul dengan gerangan.
Gerrrrr! Gerrrrr!
Qin Chen mengangkat senjatanya dan melepaskan tembakan, itu menciptakan kegaduhan di depan Bank Cabang. "Segera bergegas ke samping! Jangan menoleh kebelakang apapun yang terjadi."
"Baik." Qin Yu berlarian ke samping, Qin Chen tersenyum tipis karena tekadnya mulai terbentuk. Dia tidak merasakan ketakutan sewaktu bertemu zombie, meskipun ada samar-samar rasa takut di matanya.
"Dia semakin berani. Dengan perjalanan menuju kota, itu akan membentuk mentalnya secara langsung menghadapi zombie. Pertama mengatasi rasa takutnya saat berhadapan dengan zombie. Kedua membulatkan tekadnya untuk membunuh zombie. Dengan dua hal tersebut, gadis manis itu akan berubah berani dalam waktu dekat." Gumamnya, ia menyusulnya dari belakang.
Qin Yu menoleh kesamping, "Bagaimana dengan zombie di belakang? Apa mereka mengejar kita, Chen Gege?" Dia bertanya penasaran.
"Mereka tengah mengejar, abaikan untuk sekarang." Qin Chen membalasnya.
Qin Chen yang ada di sampingnya, ia mengangkatnya. Qin Yu membeku tidak dapat bergerak ataupun bicara, dia sangat gugup bersamaan dengan malu-malu kucing di gendongan Qin Chen.
"Kau sangat lemah sekarang, untuk berlari beberapa ratus meter sudah kelelahan. Kedepannya harus ikuti apa yang akan aku katakan, itu untuk kebaikanmu." Qin Chen memarahinya, dia menunduk dengan ketakutan karena beban Qin Chen bertambah karenanya.
"Aku akan lebih kuat, aku akan berlatih. Jangan abaikan aku atau tinggalin aku." Katanya, ia menunduk dengan mengusap-usap wajahnya di pakaian Qin Chen.
Qin Chen melompat antara bangunan-bangunan di kota, itu membuat Qin Yu terpukau memandang kota dari ketinggian sana bersama Qin Chen. Qin Chen hanya tersenyum, karena itu untuk sesaat dan kedepannya dia akan menaklukkan ketakutan di hantinya agar bisa masuk kedalam pusat kabut merah di kota sana.
__ADS_1
Sampai keduanya berada di puncak bangunan, Qin Chen menurunkan Qin Yu.
"Sekarang beristirahat di tempat ini, karena kita berada dekat dengan kota besar. Kamu belum bisa masuk karena kamu manusia, karena itu Chen Gege akan memikirkannya malam ini sembari mengajarimu melawan zombie yang ada di bawah sana dengan senjata. Jangan membatahnya, karena ini untuk masa depanmu. Dan keselamatanmu sendiri sewaktu-waktu Chen Gege tidak ada."
Sepanjang mata memandang ke kota, ia mendengarkan suara Qin Chen. Dimana ia memintanya untuk melawan zombie di bawah bangunan ini, dengan begitu ia akan memperkuat mentalnya. Secara keseluruhan yang Qin Chen katakan, ia sudah menyadari bahwa dirinya masih mempunyai rasa takut berhadapan dengan zombie.
Qin Chen menurunkan senjatanya, itu sniper yang ia dapatkan dari gudang sebelumnya. "Gunakan ini untuk membunuh zombie di bawah sana. Kalau kau berani membunuh mereka, itu akan meningkatkan mental gadis manismu. Dan kedepannya bisa membantu Chen Gege sewaktu kesusahan melawan mutasi yang akan datang."
"Tap—" Qin Yu belum bisa mengiyakannya, tetapi ia berhenti bicara saat mendengar ia di butuhkan Qin Chen. "Aku akan berusaha semampuku, aku akan mengasah mental manis ini."
Mengangguk!
Qin Chen menurunkan banyak amunisi, dan tempat-tempat untuk mereka makan. Sembari makan bersama, ia menjelaskan apa saja yang akan di lakukan Qin Yu kedepannya. Tentunya itu untuk kebaikan dia di masa depan.
Tengah malamnya, Qin Yu mulai melakukan pemburuan zombie di atas gedung. Qin Chen di belakangnya menggunakan teropong untuk mengamati buruan yang akan di lakukan Qin Yu, karena itu tugasnya sekarang sebelum sampai ke kota siangnya.
"Target malam ini adalah 100 zombie. Jika kau berhasil melakukannya, Chen Gege akan memberikan hadiah spesial untuk hari pertamamu memburu zombie."
"Siap laksanakan, kapten!"
Qin Chen menatapnya dengan puas, ada tekad yang terbentuk meskipun harus di pancing dengan hadiah spesial yang akan ia berikan kepadanya. "Bagus, laksanakan!"
Mengangkat sniper ke dinding bangunan, ia memasang amunisi dengan arahan dari Qin Chen, seorang profesional.
__ADS_1
...
*Bersambung ...