ARWAH

ARWAH
Episode 1


__ADS_3

Gimana perasaanmu jika kamu bisa melihat hantu sejak usia tujuh tahun? Awalnya kamu menduga semua orang sama sepertimu. Melihat apa yang kamu lihat. Namun seiring kakimu memanjang hingga celanamu semakin cingkrang, kamu menyadari kalau kamu ‘berbeda’ dari teman-temanmu. Lalu semakin lama penglihatan itu tak sekadar penglihatan. Tapi telah berubah menjadi teror yang membuatmu tak pernah lagi bisa tidur nyenyak. Begitulah yang kulewati di masa kanak-kanak sampai remaja. Rasanya ‘menyakitkan’ dianggap aneh dan dijauhi teman-teman hanya karena aku sering melihat sesuatu yang seharusnya tak boleh dilihat. Mereka berkata, ‘kau telah dikutuk’.



Untuk kau ketahui; berdiri di antara gelap dan terang terkadang jauh lebih menakutkan daripada benar-benar ada di salah satu sisinya yang paling pekat sekali pun. Lalu aku pun memutuskan kalau aku ingin bercerita tentang apa yang telah membuatku ‘dikutuk’.


__ADS_1


Malam-malam menulis novel ini sangat berat. Bukan karena writer block yang menyerang, karena dari awal ide novel ini tercetus, aku sudah tahu semua hal yang ingin kutulis. Lalu, kenapa?



Itu karena ‘dia’ yang ada di dalam cerita kerap datang mengganggu dan duduk di sebelahku. Seakan ‘dia’ ingin mengukuhkan kalau aku memang telah ‘dikutuk’.


__ADS_1



ARWAH adalah novel perdana dari beberapa novel horor yang akan kutulis bersama Bang Guntur, dan idenya berasal dari urban legend. Aku tidak menjanjikan cerita ini akan membuatmu takut tidur sendiri atau takut ke toilet saat terbangun tengah malam usai membacanya. Hanya satu hal yang aku ingin kamu tahu, “mereka yang mati, tidak pernah benar-benar mati.”



Jounatan

__ADS_1


__ADS_2