
Di ruangan rawat Rendy
Juna melangkah masuk , tampa mengetuk pintu atau bahkan hanya sekedar mengucap kata
"permisi........!!........., ucapan itupun terlontar saat ketika tubuhnya sudah berada di hadapan orang yang di dalam ruangan tersebut , lelaki Dewasa yang cukup tampan ini memang terbiasa melakukan hal - hal yang sesukanya saja.
"Arjuna.. (ucap Arif dan Arika)
"Paman juna ... (ucap kedua ponakan tampannya)
sontak keempat mahluk beda generasi pun terkejut dengan kehadiran pria tampan tersebut, meski usianya memang sudah di atas kata muda , namun pesona lelaki tersebut masih nampak berkilauan , apalagi saat menatap penampilannya , mulai dari gaya rambut sampai bahkan gaya bicara yang cukup absurt tersebut seolah menyiratkan bahwa dirinya adalah lelaki yang belum genap di sebut perjaka .
"hA.....kalian (ucapnya ternganga sambil berlagak terkejut)
Arjuna yang memang terlahir dengan tingkah absurd serta konyolnya kini pun berlagak sama terkejut , dan me melotot kan matanya seperti menonton adegan yang mencengangkan di hadapan film layar kaca .
"loh kok aku datang gak di sambut sih , kalian semua tidak peka kepadaku ya .. benar benar..
"krik krik (angin berhembus seiring kecanggungan berlalu)
kemudian keempat orang tersebut hanya bisa menggaruk leher mereka yang sama sekali tidak gatal , hanya saya mereka nampak heran , manusia yang nyeleneh dan konyol seperti Arjuna ini terbuat dari apa sebelumnya , hanya itu yang mungkin mereka pikirkan , dan anehnya sampai - sampai tingkah ajaib tersebut sama sekali tidak dapat mengurangi pesona ketampanannya bahkan sedikitpun.
"hey kak.. tidak rindu kah engkau padaku ini kak , bukankah aku adalah adik paling tampan di seluruh belahan dunia bukan kak..
__ADS_1
"tentu saja karena kau satu - satu nya adikku bukan ..
"ya begitulah kak..
Arjuna yang menatap mereka yang masih nampak bingung melihat sang pangeran Arjuna , yang datang tampa kuda dan tampa busur panah seperti di film pandawa maha bharata tersebut ,langsung menyelonong dan meraih pelukan sang kakak, tampa minta izin dari sang pemilik tubuh langsung saja merengkuhnya dan mendekapnya , seperti anak kecil yang merindukan saudara kandungnya , seolah berbagai dekade tidak bertemu dan sangat merindukan saudaranya ini .
"hai apa kabar kakak ipar ?....
"seperti yang kau lihat ! (sambil tersenyum )
^^^kini Arjuna berganti meraih tangan sang kakak ipar dengan tawa jenaka dia menyapa sang kakak ipar tersebut , dan menyapa kakak ipar satu satunya yang dia miliki , tentu saja karena Arif adalah satu - satunya saudara yang Arjuna miliki .^^^
...Arika menerima uluran tangan dari sang adik ipar yang kemudian dicium oleh sang adik ipar yang kini di hadapannya, Arika memandang dengan penuh keheranan ,terkadang melintas berbagai macam pikiran tertuju pada sang adik ipar tersebut , bagaimana mungkin lelaki yang tampannya berselisih 2 persen dari suami dan anak - anaknya bisa betah hidup sendiri , tidakkah dia memiliki rasa bosan tidak memiliki pawang hidup , berkali Arika menawarkan ingin menjodohkannya namun sang adik ipar dengan tegas menolaknya , memang benar bukan percintaan bahkan perkawinan itu bukan sebuah mainan belaka namun harus ada sesuatu yang mantap yang kita pilih dan tentukan di dalam hal yang akan kita putuskan dan keputusan untuk menjalaninya atau bahkan menyesalinya di hari esok ....
bahkan Rendy Dan Ronald seakan tidak terima dengan panggilan yang di berikan oleh sang paman tersebut ,bukan karena terlalu indah dan terlalu menyenangkan , namun karena malu seakan di samakan dengan binatang , namun mengingat masa kecil mereka yang sangat begitu bandel pada sang paman , mungkin ini masih terdengar pantas luar biasa di pendengaran mereka.
"hai .. para keponakan kesayangan paman .. pangeran Gorila dan Gurita tentakel..
" squitward kali pakai tentakel paman .. aish.. ( ucap Ronald sambil bersungut-sungut)
Rendy dan Ronald menyodorkan tangannya , bermaksud untuk menyalami dengan mengecup tangan pamannya yang ganteng dan juga ajaib tersebut , bahkan dengan teganya lelaki tampan tersebut menyebut mereka dengan nama binatang, jiwa patuh mereka hanya mengartikan jika sang paman terlalu mencintainya , sampai di berikan nama panggilan yang super ajaib tersebut .
"(sama - sama menyodorkan tangan )
__ADS_1
" (sang paman hanya menatap lama kedua uluran tangan tersebut) setelah lama pun tawanya pecah .. hahaha... kalian mau minta uang jajan sama pamanmu ini.. hah... ?!
lama Rendy dan Ronald menanti tangan sang paman menjabat tangan mereka , sampai pada akhirnya permintaan salam tangannya hanya di kecewakan , dengan ejekan sang paman ajaib tersebut tentunya , Rendy dan Ronald hanya menghela tangan mereka dengan nada kecewa , sambil menatap memelas pada sang paman , karena di katai ingin meminta uang kepada pamannya , tentu saja kalimat itu terdengar sangat menyebalkan , mengingat usia mereka yang kini beranjak dewasa akan sangat memalukan bukan .
"nasib punya paman setres ya Aulloh..(ucap Rendy dan Ronald berbarengan)
mereka mendesah penuh kecewa dengan bersamaan , meratapi nasib bisa - bisanya memiliki paman yang seajaib ini , bahkan sangking ajaibnya sekali dia masuk kedalam ruangan langsung memunculkan sebuah atmosfer yang berbeda , karena kehadiran pamannya seolah melelehkan bongkahan Es yang berada dalam ruangan , dirinya yang sangat ajaib ini bisa mencairkan suasana .
"sini - sini.. (sambil meraih pelukan )
jangan terlalu cepat marah.. nanti kalian cepat tua lho..
lalu Arjuna memeluk mereka berdua bergantian , seakan menunjukan sikap manis yang biasa dia tunjukan dari sejak kedua keponakannya masih kecil , Arjuna sangat menyayangi keduanya seperti anak sendiri , meskipun saat mereka keluar seakan wajah sang paman ini seperti lebih pantas di sebut kakak mereka di bandingkan dengan posisinya sebagai seorang paman.
"bagai mana keadaanmu anak Gorila .. hmm..
"yah seperti inilah paman...
"syukurlah sekarang kau sudah bisa menjawab ejekan dari pamanmu yang paling tampan ini..
"CK percaya diri sekali (setengah berbisik)
"tentu saja .. (sambil mengedipkan sebelah matanya)
__ADS_1
Arjuna menanyakan keadaan Rendy , dalam hatinya mengucap syukur tiada henti atas kepulihan keponakan yang nomor 2 tersebut ,hatinya benar - benar lega menatap sang keponakan bungsu yang kini sudah bisa di ajak bercanda , meski kedua keponakan ini memang sangat menyebalkan dari balita sampai saat ini , namun merekalah yang seakan membuat hari Arjuna bahagia ,betah menyendiri dan juga merasa menjadi orang tua untuk yang pertama kalinya , meski memang bukan darah dagingnya dan hanya anak dari kakaknya , namun rasanya menjadi seorang paman untuk yang pertama kali sangat menyenangkan dan sangat indah bukan .