
**DIRUMAH KARIN
Drrt..ponsel kayla berbunyi setelah si adik sudah berlalu menaiki roda besi itu.
"iya Hallo mas...
jawab karina setelah menggeser tombol hijau pada layar panggilan tersebut.
"Gimana sayang .. Apa karina sudah siap berangkat...
tanyanya yang ingin memastikan jika karin memang sudah siap dan mereka akan segera bertemu.
"sudah mungkin sekitar 10 menit yang lalu dia pergi dengan sopir..
jawab kayla yang apa adanya.
" oh baiklah..
Begitu asyik dua sejoli itu, memang saat hubungan indah yang terjalin akan membuat semua orang betah bercakap lama dengan pasangannya, mungkin akan lain lagi jika di bandingkan dengan cerita pasangan yang sedang bertengkar hanya karena hal sepele.
**DI RESTORAN
Karina nampak makan dengan hati - hati seperti cewek kekinian jaman sekarang tentunya, mulai dari cara memegang sendok cara menyendok yang pelan - pelan bak seorang putri solo.namun kadang dengan ke Hati - hatian yang di sengaja malah terkadang akan muncul hal yang malah ingin kita hindari.
"treng(bunyi sendok yang tak sengaja membentur mangkuk)
"***hah payah... Aku kan mau sok elegan di depan dia... Ntar kalo dia gak suka giman dong aduh...
" hey sendok jangan membuatku malu dihadapnnya tolong..aku ingin terlihat selalu cantik di depannya..kumohon***..
Karin membatin sambil memandangi sendok sejenak , dan berhenti makan sambil menyumpahi sendok itu dalam hati tentunya.
"kenapa ..
Tanya rendy yang penasaran mengapa karin berhenti makan dan hanya menatap sendok entah mungkin apa yang sedang di pikirkan olehnya.
" Ah .. Tidak tidak ...aku hanya terkejut saja ..mungkin karena sudah sangat lama aku tidak makan soto...rasanya sangat lezat..
Jawab karin ya tentu hanya sebuah karangan belaka , mana ada karin jarang makan. Dia sering makan dan bahkan sering membuatnya sendiri .
__ADS_1
Tak terasa makan malam yang hanya bertujuan berkenalan itu sudah selesai dan mereka kini beranjak dan berjalan ber iringan, namun tampa bergandengan ya maklum lah kan rendy disuruh untuk berpura pura baru kenal.
"kau pulang bareng aku saja..
Ucap Rendy yang sok dingin, namun malah karina gemas dengan sikap sok Dingin rendy,baginya laki - laki Dingin itu sangat tampan , meski seulas senyum saja akan terasa sangat mahal keluar dari sudut bibir indah itu.
"baik...kak..
Jawab karin yang nampak terlihat lugu, namun yang sebenarnya di dalam hatinya sangat senang sekali dengan hal sekecil ini. Bahkan Rendy membukakan pintu untuknya di sebelah kemudi yang tentunya akan membuat mereka lebih berdebar dengan kebersamaan yang penuh ke pura an ini .
"Terimakasih..kak..
Setelah membukakan pintu untuk karin Rendy segera masuk dan duduk di kemudi.
" jangan panggil aku kakak...aku tidak suka mendengarnya..
" baik Mmas...
Jawab karin yang malu memanggil nya dengan sebutan tadi.
"Nah.. Begitu kan lebih enak di dengarkan..jangan panggil kakak bisa sakit telingaku nanti mendengarnya..
Jawab rendy dengan sembarangan dan seakan memerintah seenak jidatnya.
" sepertinya kau sangat senang... Apa mungkin aku laki- laki pertama yang mengantarkan mu pulang...
Ungkap Rendy yang tak sengaja menangkap senyum indah dari kaca mobil , senyum yang tentu sudah lama dia rindukan.
" Hah.. Ti..tidak kok.. Aku hanya merasa tenang saja karena bisa menghemat ongkos pulang..
alasan yang mungkin akan membuat semua cowok di datarn bumi mati kutu seketika , namun tak akan mempan jika alasan iutu di berikan pada orang yang sudah hafal apa kelakuan cewek yang sok jual mahal.
" berikan nomormu .. (ucap rendy sambil mengulurkan ponselnya)
Karin yang tampa menjawab langsung merebut apa yang sedang di ulurkan oleh rendy, dengan senyum sumringah tentunya.
"Astaga senyumnya .. kalau ini bukan demi dia dan demi ancaman manusia menyebalkan itu.. Aku pasti akan sudah mencium bibir itu... Ya tuhan kuatkan aku...
Batin rendy sambil menatap nanar pada kemudi yang ada di hadapannya.ya kemudi yang tak berdosa itu yang jadi korban kekesalan rendy kali ini.
__ADS_1
" yey.. asyik ...aku dimintai nomor HP ..
Batin karin setelah mengulurkan benda pipih itu pada rendy kembali.
" selanjutnya apa ya... Aku tidak mungkin kan mengajaknya bertemu lagi .. Hah.. Terlalu malu rasanya...aa.. Aku tinggalkan saja bedak ku di mobilnya.. Pasti nanti dia akan mencari ku dan akan mengembalikan nya ...
Rendy menengok saat mendengar ada suara benda terjatuh . Dan menengok ke arah karin . Karin hanya menatap dan pura - pura terbatuk dan memukul pintu mobil, agar rendy tak curiga.
" uhuk huk ...
Rendy hanya menatap sekilas, namun karin sudah merasa berhasil mengelabuhi rendy dengan drama batuk lebaynya.
Dan setelah karin terfokus memandangi jalanan ,Rendy tersenyum miring, entah apa yang sedang dipikirkan , namun baginya saat dimanapun dan kapanpun Karin akan selalu terlihat cantik dimatanya.
" Apa mas mau mampir dulu....
Tanya Karin sebelum turun dari mobil.mungkin jika Rendy mampir dia akan lebih senang , karena yang Karin ingin hanya berlama - lama bersama Rendy.
" Maaf aku tidak bisa... Mmm.. Mungkin lain kali saja aku akan mampir.....
" Ohh... Baiklah.. Aku masuk dulu... Terimakasih sudah mengantarku ya mas...
Rendy hanya mengangguk dengan tatapan datar, tak mengindahkan ajakan Karin yang masih ingin mereka bersama lebih lama lagi.
Karin segera melangkah masuk ke rumah setelah puas memandangi mobil Rendy berlalu pergi sampai bahkan tak terlihat lagi. Dan dia memandangi jendela .lalu mencium telapak tangannya dan meniup kan ke arah mobil Rendy pergi.
" Mmmmuuuuuah... Huh...
"******Harusnya aku Bisa lebih menahannya ...oh tuhan aku masih rindu...
"oh .. Astaga jantungku... Ohh hatiku******..
Dengan senyuman bahagia karin melangkah masuk dan menutup gerbang dengan senyuman yang masih terukir , bak seorang yang tengah bahagia diantar pulang o;eh lelaki yang jadi impiannya itu.bahkan sampai membuka pintu rumah karin masih tersenyum lebar dan nampak bersenandung dan memutar mutar tubuhnya sembari me rentangkan kedua tangannya bak seolah memeluk lelaki yang sangat dia puja itu.
"Hey .. Hey .. Ini sudah malam dek jangan nari di sini...udah besok aja nari lagi.. Temenin kakak ngeRonggeng ya nanti kakak kasi permen lolipop deh...
"Apaan sih... Kakak gangguin ajja ... Orang lagi masih indah indahnya ini loh.. Sonoh pergi jangan ganggu..
Karin langsung berjalan menaiki tangga sambil masih tersenyum , kini seelah kakinya memasuki ruang kamarnya dan segera menutup pintu karin segera ambruk di kasurnya dan berteriak sambil membungkam mulut dengan bantal."horee..
__ADS_1
"akhirnya kita bersama lagi... Kali ini kamu jangan jauh jauh lagi ya.. Nanti kalo aku udah gak sanggup menahan rindu bisa aku borgol loh kamu...haha..
Ucap karin sambil memeluk guling seolah dialah rend