Arwah Tampan Pejuang Cintaku

Arwah Tampan Pejuang Cintaku
ATPC 36


__ADS_3

Kini jarak Karin dan tubuh sang Lelaki yang katanya adalah Keponakan Juna sudah semakin dekat bahkan mungkin tinggal tujuh langkah lagi , "Tap.. tap.. tap.. tap ..


Dentuman suara Heels yang dipakai oleh kedua Wanita muda yang menuju meja makan yang sudah di duduki oleh kedua tampan yang kini seakan mengalun dan diiringi degup kencang jantung Karina yang bertalu-talu , menatap lelaki yang duduk menghadap kearah yang bertolak belakang dengan posisinya , sehingga hanya punggung lelaki tersebutlah yang terlihat dan hal itu membuat rasa penasaran Karin semakin membuncah.


"Hai selamat malam semua.. Sapa dari Kayla seakan seperti gong yang menggema di pukul oleh sang waktu . "Malam sayangku.. a..kalian baru datang rupanya.. Juna menjawab sapaan yang Kayla ucapkan dengan mesra seakan seperti hanya ada Dirinya dan Kayla di muka bumi ini.


Karin Langsung memposisikan untuk duduk dan tak mengalihkan pandangannya kearah depannya sedikitpun, hanya diam dan tak mampu menatap kearah depannya Entah apa yang di pandangi nya entah apa yang menarik dibalik lantai yang kini di pandangi nya, meski Lantai itu tak akan mampu menjawab seribu satu pertanyaan yang kini ada pada pikiran Karin. "aku mengapa merasa gugup.. YaTuhan .. Rasanya belum pernah aku merasa segugup ini, Apa aku baru terlahir kemarin sampai aku merasa sangat gugup di situasi seperti ini, bukankah ini hanya berkenalan , hanya itu kan.. jadi lebih baik aku sekarang berusaha untuk lebih Rilexs .. ayo Karin kau pasti bisa..toh jika tak mau kau tak akan di paksa olehnya kan... Jemari Lentik yang kini sedang meremas Rok dari dress yang di kenakan pun seakan turut untuk menyalurkan rasa gelisah yang kian mendera dan terus melingkupi sudut keraguan yang Karin genggam erat dan berusaha di sembunyikan dengan senyum indah di tengah pandangan yang hanya di tujukan pada lantai , menatap kearah bawah terus menerus seperti ini tampa bosan dan tampa merasa penasaran akan wajah Lelaki yang menurutnya memiliki suara yang sangat menawan dari fakta pendengarannya yang kemarin di samping sang Kakak.

__ADS_1


Sang Kakak yang membawanya kemari pun hanya terfokus pada sang kekasihnya saja seakan Karin maupun keponakan dari sang kekasih entah di tempatkan kemana ,Kini Kayla sedang berbasa- basi dengan Kekasih yang selalu dipandanginya dengan tatapan memuja bak seorang yang sangat merindu beribu abad lamanya. "Kamu tadi sudah datang lama ya mas ... wah maaf sekali... sepertinya aku membuat kalian menunggu ya..


"Ah tidak.. tidak ada yang sia- sia bagiku untuk menanti permaisuri yang selalu ku rindukan ini.. Ucapnya sambil tersenyum dengan tatapan mata yang seakan menembus menerawang menatap Kayla sang idaman hatinya. "Oh iya kenalkan ini keponakanku namanya Rendy... Ayo Ren ..perkenalkan dirimu.. tujuan kita kemari untuk memperkenalkan mereka bukan.. Katanya sambil menyuruh Rendy berkenalan Rendy yang sejak tadi hanya terdiam dan tidak ingin berkata maupun sekedar me nimbrung ucapan dari sang calon Bibi yang kemungkinan dekat akan menjadi Istri dari pamannya dalam waktu dekat. "Rendy... !!... Ucapnya sambil mengulurkan tangan dan menyodorkannya kearah Karin yang terlihat begitu sangat cantik malam ini dengan balutan dress merah maroon dan juga rambut panjang yang hanya di urai menjuntai kebelakang serta hiasan jepit rambut berbentuk bunga di kepalanya .


Tidak mungkin rasanya untuk menolak uluran tangan di hadapannya kini disaat yang canggung serta di perhatikan oleh kakaknya dan juga calon kakak ipar , Dengan terpaksa tangan Karin pun terulur menerima tangan Lelaki yang kini sudah menggantung untuk memaksa dirinya menerima uluran tersebut . "Karina !.... Jawabnya singkat tampa ingin menatap kearah pemilik tangan yang di terimanya barusan , "Baru saja menerima tangannya aku sudah sangat bergetar seperti ini .. jika suatu saat di haruskan menerima cintanya bagaimana ya ? aish.. kenal saja baru mau di cinta mimpi kali hah..? Kata yang mungkin sangat konyol jika ini terjadi dan menjadi gumam kecil di dihadapan seorang Lelaki yang di hadapannya kini.


"Benarkah.. sebelumnya terimakasih telah memujiku.. dan ini baru pertama kalinya .. ....(dan jeda panjang dari kata kalinya) .. " Aku jipuji oleh seorang lelaki.. dan.. Ucapnya sambil terus menatap kearah bawah tampa ingin mengalihkan tatapannya sedikitpun, Menurutnya Lelaki dihadapannya cukup menyenangkan namun Rasa malu karena pemilik suara terlalu baik dan dirinya sudah terlalu sering dibuat jatuh cinta dengan sikap manis yang membuatnya seakan melambung tinggi .namun nyatanya malah hanya hal yang sangat jauh dari angan angan panjang yang terlanjur terpaut oleh dalamnya emosi hati yang tak bisa mengondisikan , sebuah cinta atau sekedar suka , suka atau sebuah ketertarikan yang membawa diri harus terus bersama dan juga pun membuatnya ingin selalu berdekatan dan bisa tertawa lepas tak perduli lelucon apapun yang di lontarkan oleh sang mantan dulu padanya.

__ADS_1


"Kalau ngomong itu lihat orangnya dong Rin.. memangnya kau sedang mengobrol dengan meja apa.. Ucapnya sang kakak yang memaksa pandangannya beralih dari Meja kearah seorang lelaki yang tiada berkedip memandangnya dengan tatapan mata yang seakan benar - benar menyiratkan sebuah ketertarikan pada Karin. Kayla merasa kasihan melihat Lelaki yang akan menjadi keponakannya sebentar lagi entah menunggu apalagi hubungan mereka yang belum juga di resmikan setelah beberapa bulan dan 4 tahun saling mengenal itu.


***


"Deek... Bangun hey.. bangun ayok bangun .. baru siang bolong sudah ngelindur sambil senyum senyum lagi.. ih Dek.. "Puk puk(menepuk pipi Karin bergantian) "jangan - jangan dia sedang kesurupan ah tidak.. lalu bagaimana jika memang iya aduh.. mana aku kan gak bisa menyembuhkan orang yang kesurupan .. ya kalau menyembuhkan orang yang merindukanku aku sangat tahu dan mengerti caranya.. Karin panik membangun kan Karin yang sedang senyum senyum , padahal kiatnya mencari Karin sebelumnya ingin mencari Hp miliknya yang belum ketemu sejak setelah dari dapur dan entah Dia membawa kemana lagi Kayla benar - benar sangat lupa, Namun saat menuju ke kamar Sang Adik tidak menyahut panggilannya sejak tadi dan Kayla panik dengan cepat Dia masuk dan mencari Karin yang ternyata sudah tidur di atas kasur , namun anehnya lagi saat Kayla mendatanginya wajahnya tersenyum dan tertawa Kayla sangat merasa takut dan mengira jika Adiknya sedang kesurupan.


"Hoam.. Karin yang sudah mulai terkumpul kesadarannya kini pun mulai membuka matanya dengan menguap lega , namun Dirinya kini jadi sangat bersedih karena semua yang tadi sempat disyukurinya hanyalah sebuah mimpi padahal Karin sangatlah mengharap jika semua itu adalah kenyataan. "Kakak kenapa mengganggu mimpi indah ku sih.. Dasar pengganggu . Kini Karin melempari Sang kakak dengan Bantal yang sebelumya dipeluk olehnya, dengan wajah yang jelas terlihat sangat kecewa sekali .

__ADS_1


"Habisnya Kakak kira kamu tadi Kesurupan tahu tidak.. Kan juga gak lucu kalau Nyai pelet kena surup..Untung saja cuma ngelindur Kalau kamu kesurupan beneran pasti udah Kakak guyur pakai air dari ember beneran.. Ucap sang kakak menggebu - gebu seakan memancarkan aura kekhawatiran , tampa ingin tahu apa yang Karin mimpikan , karena dengan melihat senyumannya pun Kayla tahu jika itu adalah mimpi indah pun dengan aura kemarahan yang saat ini terpancar membuktikan jika Karin sangat berharap mimpi tadi adalah nyata namun sayang semuanya hanya mimpi belaka .


__ADS_2