
Kayla yang mendengarkan cerita yang adiknya lontarkan barusan , kini hanya tersenyum dan menggeleng menatap betapa mudahnya adiknya marah dan emosi. kemudian Kayla mengingatkannya untuk belajar lebih giat mengingat sebentar lagi Dia akan segera lulus dan mengejar impiannya.
"Sudah lah Dek … jangan marah marah terus.. lebih baik kamu Belajar dari pada marah seperti tadi…
"Mmm Baik kak... Ini Aku mau belajar juga kok...!
Di dalam palung hati Karin sebenarnya tak nyaman ketika harus membohongi sang Kakak , namun mau bagaimana lagi . jika pun Karin jujur pernah menjalin hubungan dengan Arwah, bikan hal yang tak mungkin lagi jika sang Kakak akan menertawakannya dengan lantang dan menggema. bahkan sampai pencarian pada HP nya saja hanya menganggap semua itu halusinasi semata, padahal Karin tahu persis dan selain itu Dia juga telah mengenal jauh tentang Rendy selama ini , jadi sampai kapanpun Karin takkan mungkin menganggap semuanya halusinasi .
Kayla bergegas pergi dari kamar Karin , setelah menegur dan mengingatkan Adik sematah wayangnya itu.
"Ya sudah.. Kakak mau turun dulu.. mau bantuin Mama masak.. kamu lanjutin saja belajarnya ... yang bener belajarnya..
"Ais.. memangnya ada belajar yang tidak bener ...Kakak ada- ada saja... Dasar kebanyakan ngeronggeng memang..
"Ada lah.. misalnya ... kamu belajar pelet seseorang yang kamu taksir ... terus kamu mau berencana menyingkirkan semua betina yang dekat dengannya .. nah itu gak bener..
" Tapi kalau suka ya tidak masalah kan kak...lagian siapa juga mau meletin.. orang yang aku suka pasti langsung kabur pas waktu aku melet tahu tidak...
sini lihat.. weeek... (menjulurkan lidahnya)
"Terserah lah Dek...
setelah berkata begitu Kayla melangkah dan meraih gagang pintu , menandakan bahwa akan menutup kamar dari Adiknya tersebut.
Baru akan tertutup separuh lagi Karin berteriak memanggilnya lagi , membuat Kayla mengurungkan niatnya untuk menutup pintu dan keluar. dan kini menjadi masuk kembali ke dalam kamar sang Adik.
"Kak tunggu...
"Apa lagi sih Dek.. tadi katanya mau belajar yang bener..
"Iya tapi sekarang Karin mau tanyain sesuatu sama Kakak...
Kemudian Kayla menghampirinya dan duduk di tepi kasur yang sejajar dengan Karin tentunya.
"Tanya apa sih... Dek..Kamu tahu tidak .. kebahagiaan seorang kakak adalah .. karena berhasil menjadi sahabat terbaik dan teman cerita bagi Adik tercintanya..
"Benarkah Kak..
tanya Karin seolah ragu sambil menatap kebawah seolah berpikir akan memulai bertanya dari masalah yang mana , jika mulai dari dia bertemu dan di tabrak saat masa SMA itu belum ada ketertarikan pada Rendy, pun saat ketika dia di mintai nomor HP yang ternyata malah nomor Kakaknya itu juga bukan hal penting, yang membuat karin sadar jika dari situ Rendy mulai menyukainya dan mencari alasan untuk terus bisa dekat dengannya tampa karin sadari .
__ADS_1
"Aduh aku mulai dari mana ya...! sepertinya kisahku memang terlalu rumit untuk diurai... ya ampun... ..
sesaat kemudian sebuah tepukkan mendarat di pundaknya , dan pelakunya adalah Kayla tentunya.
"hey..puk puk ...(menepuk pundaknya)..
ini kamu ingin tanya atau ingin mengajak kakak nonton kamu yang terus terusan melamun sih Dek...
...Karin yang terkejut seketika memandang sosok mahluk yang menepuk pundaknya itu , sambil tersenyum menutupi rasa gugupnya yang kian mengguncang....
"Eh iya... gimana kak ?..(ucapnya gelagapan )
"Gimana apanya sih Dek.. kan kamu belom tanya .. ya.. mana mungkin Kakak tahu solusinya .
kamu melamun lagi ya....
tidak masalah lanjut saja melamun nya ... kalau kamu gak mau ngomong apa- apa Kakak pergi nih ya..
Kayla berkata sambil berdiri dan tengah ingin meninggalkan sang adik yang masih belum jelas ingin cerita tentang apa.
"stret(Karin menarik Kakaknya agar kembali duduk lagi menemaninya)
ucap karin masih meragu, ingin mengeluarkan sepatah kata namun masih segan memikirkannya terlebih dahulu sebelum di suarakan.
"UMMMmmmmm ... gimamana ya ...
akin bingung sambil masih terus berpikir lagi .
"Sebenarnya kamu Ini kenapa sih Dek.. mau cerita saja kok ribet... seperti orang mau di ajak nikah sama orang baru kenal.. hahah..
Sang Kakak tertawa sambil menutup mulutnya .
"Belum juga cerita sudah di Tertawakan.. ini sebenarnya Karin boleh nanya gak sih..
Kakak kok nyebelin sih..
"Baru saja melihatku bingung sudah tertawa duluan.. Bagaimana jika kakak tahu aku berpacaran dengan Arwah ya.. aduhh... aku harus ngatur rumus ini agar tetap tersimpan rapi rahasiaku..
"Baiklah ayok buruan tanya (sambil menggoyangkan kedua lengan Karin).. jangan cuma gantung terus seperti ini, Apa kau pikir Aku tidak bosan menunggumu yang terus terusan menatap lantai yang tidak menggambarkan sesuatu apapun..
__ADS_1
Ucap Kayla panjang lebar seolah menekankan agar karin lekas mengeluarkan apa yang Dia uneg-unegkan didalam pikirannya.
"Sekarang Kakak ingin tanya Baik - baik sama Kamu.. Kamu sedang ada masalah Apa?.. tapi jika kamu masih ingin memendam masalahmu sendirian kakak juga tidak ingin memaksa kok..
"Huh(Karin menarik nafasnya kasar)
Sebenarnya kak... Beberapa minggu yang lalu ada seorang lelaki yang sedang dekat dengan Karin.. tapi Karin malah menggantung perasaannya .. terus sekarang Karin..
karin berucap pasrah setelahnya sambil menatap kearah bawah dengan pandangan yang menyedihkan.
"Menyesal iya..
tukas Kayla menimpali .
"Iya ..
ucapnya lemas sambil tiada hentinya memandang kearah bawah , dengan wajah yang benar - benar memelas.
"Makanya lain kali jangan di gantung Karin.. Dia masih hidup kan tapi ..
ujar sang kakak yang mencoba menghibur lewat kalimat yang semi pelawak terkenal tersebut.
"Hih Kakak ih.. gak ada seriusnya .. orang Adiknya lagi sedih juga.. takut kehilangan, mana si Aa' nya sekarang ngilang tampa kabar dan Karin gak tahu harus cari tahu dimana..
Karin kesal dan menatap menelisik kearah sang Kakak sambil berkacak pinggang menatap intimidasi seolah sang Kakak paling salah , bukan dirinya.
"Sudah sudah jangan Monyong juga kali itu bibir nanti kesemutan tahu rasa kamu...Salah sendiri anak orang di gantung emang kamu pikir dia buah yang di gantung di pasar senen Hah..
Karin.. Karin...
ini tuh namanya Kamu kena batunya , setelah berjual mahal malah di tinggal peri hahaha...
Kayla tiada bosan menertawakan Adiknya
baginya ,membuat sang Adik Marah jauh lebih baik dari pada haris melihatnya bersedih , meski tidak tahu sebesar apa masalah Karin namun Kayla tetaplah seorang Kakak yang hanya ingin membuat Adiknya bahagia dengan caranya tersendiri.
"Ya habisnya mau bagaimana lagi.. Karin sudah tiga kali di sia - siakan Kak.. tiga kali (sambil menunjukkan tiga jari di tangannya)
jadi wajar lah Karin meragu Kak.. Karin kira gak bakal bisa jatuh cinta lagi tapi ternyata rasanya kali ini sangat berbeda kak..
__ADS_1