Arwah Tampan Pejuang Cintaku

Arwah Tampan Pejuang Cintaku
ATPC 32


__ADS_3

Melihat kedua putrinya berjalan beriringan Ardy dan Kania nampak sumringah menatap kedua Putri mereka , rasanya baru kemarin mereka masuk sekolah SD dan pun selalu setiap Ardy pulang dari luar kota Dirinya tak pernah lupa membelikan keduannya mainan beserta oleh - oleh. tak disangka kedua bocah kecil itu kini tumbuh menjadi kedua gadis yang cantik dan menawan , bila saja mereka tidak terlalu pemilih mungkin saja kini Kayla sudah menyandang status Ny dansydah memberikannya seorang cucu , Namun tidak Kayla adalah permpuan yang juga sangat sulit , bahkan di usia yang hampir mennginjak 25 tahun saat lulus kuliah yang terpikirkan olehnya bukan pacar bukan calon suami , Namun hanya satu hal yaitu kesuksesan. "Lihat Ma.. kedua Putri kerajaan akan memasuki ruangan..


"Halah Papa ini.. kebanyakan nonton serial johda akbar.. sampai sampai.. ingat kata me..ma..suki.. ruangan..makanya Pa kalau nonton Drama gausah baper, malu dong sama sifat dinginmu itu.. udah dingin sok Coolkas... Eh ternyata baperan haha.. Ucap Kania menimpali Suaminya yang memang selalu menutup diri dengan sikap dinginnya.


Ardy yang tak terima dengan ledekan baperan dari sang istri tercintapun kini mulai mengalihkan pembicaraan, demi menutupi kesalahan terkadang seorang lelaki perlu bumbu bukan untuk menutupi secarik rasa malu yang melanda dalam dirinya, nah mungkin itu yang sedang Ardy coba lakukan. "Hush.. sudah cukup Ma.. lagi pula yang baper kan Mama bukan Papa .. kok jadi nyalah - nyalahin orang.. Lagi pula yang suka nangis di depan Tv biasanya siapa sih..perasaan bukan papa juga kan itu..


"Hehe.. iya sih.. habisnya sedih lihat orang yang baik di salah salahin mulu Pa.. ya jadinya aku nangis.. Sahut Kania yang tampa rasa malu menyahut . "Kedua putriku memang sangat cantik bukan.. mereka benar benar bak putri dari negeri dongeng .. kata Kania lagi.


"Putri Papa juga dong.... Kan mereka adalah hasil bibit unggul karena Papa adalah lelaki tampan dan menawan.. Ucap Ardy jumawa membanggakan dirinya seolah paling berkesan dan berjasa.


"Lantas jika bukan karena mu... Apa mereka terlahir dari batu bertuah seperti Sunwokong.. begitu.. Lagian sesempurna apapun anakmu.. tetaplah ingat betapa sulitnya wanita mu merawat dan menjaganya dari dalam kandungan hingga sebesar mereka berdua itu.. Timpal Kania.

__ADS_1


Karin dan Kania yang telah sampai di dekat meja makan pun kini nampak bingung menatap kedua orang tuannya yang sama sekali tiada bosan untuk memuji diri sendiri, entah. apakah mereka terlalu banyak makan garam dan gula sampai mereka seakan seperti memiliki keluhan , pada penyakit sombong yang ada pada diri mereka masing masing.


"Sudah sudah Pa... Lagi pula kedua Putri cantik papa ini ..sudah ingin makan.. karena sudah lelah berdebat sejak tadi.. Ujar Kayla melerai. "ini semua gara - gara Putri Bungsu mu ini.. Gumam kecil Kayla.


"Loh enak saja kenapa jadi nyalahin Karin sih.. kan Karin sudah bilang nanti karin pasti menyusul.. nanti Karin makan kalau sudah selesai buat tugasnya.. tapi Kakak Kayla si Ratu Ronggeng ini sangat pemaksaan sekali terhadap Daku... Adu Karin yang memang tak ingin disalahkan,dan baginya sang Kakak lebih bersalah karena sudah membuat hayalan indah tentang Pangeran Karin lenyap karena kemunculannya tiba tiba yang sangat menggemparkan itu.


"Sudah sudah.. jangan bertengkar... Kita makan saja dulu .. supaya nanti kalau ingin berdebat akan memiliki banyak tenaga.. Agar tidak lemas untuk berdebat nanti.. Ucapan Mama yang ingin menyindir mereka malah membuat seakan , menantikan Ronde kedua dari perdebatan ini.


"Sudah sudah.. Mama ini juga .. anak bertengkar bukannya dilerai malah di suruh mulai lagi.. Bagaimana Sih.. Dengus sang Papa yang seakan tak mengerti apa yang ada dalam hati dan pikiran Istri tercintanya ini.


"Beginikan .. enak jadinya , sudah susah payah dimasakin ya dimakan, Lagian Mama dulu pas Hamil Dia ngidamnya apa sih ma.. kok nyebelin banget jadi anak.. sudah kena penyakit lambung gara gara telat makan , masih saja disuruh makan dijawab 'Nanti' .. kesel Aku jadinya..

__ADS_1


Baru saja Karin menelan sesendok nasi kini harus meladeni Kakak yang Extra menyebalkan ini , terkadang Karin sampai bingung sebenarnya terbuat dari apakah manusia yang ada di hadapannya kini nampaknya Dia begitu sangat langka sampai sampai tiada lagi manusia yang bisa menyamainya sedikitpun. "Loh loh eh.. ini ceritanya Kakak gak ikhlas panggil Karin.. ini ceritanya kakak gak ikhlas ngajakin Karin makan.. ngajak orang makan aja di ungkit - ungkit.. jadi orang kok sombong banget sih,


"Makanya jadi gadis itu jangan bentar bentar mengurung diri.. punya masalah itu cari solusi bukan di kurung seperti itu.. kan masih banyak orang yang belum kamu tanyai.. Lagi kamu bisa tanya kan ke kakak atau sama siapa..


"Stop udah cukup.. cukup ....cukup( Karin menaikkan tangan kirinya ) jangan katain Karin mengurung diri Karin itu sedang mengerjakan tugas..


"Lah masa iya mengerjakan tugas sangat lama sekali sepertimu mana ada .. atau kamu sedang bersedih ya.. dasar Jomblo..


"Aduh.. salah lagi.. Kakak tadi makan apa sih bisa cerewet tidak karuan seperti ini.. Karin tersulut emosi dubuatnya , sudah perut keroncongan terus dipojokkan, benar benar menyebalkan sekali Kakaknya ini , entahlah titisan dari negerimana dia sampai mengajak berdebat dan tiada habisnya membuat Karin sebal seakan menyenangkan bagi dirinya ,mungkin menjadikannya ingin lagi dan lagi namun tampa di sadari betapa sang adik sangat mengeluhkannya .


"Belum puas berdebatnya ini.. masih mau makan atau hanya berdebat dan membuat nasi yang sudah kalian ambil kini jadi menonton dan menantikan kalian bawa kedalam perut kalian.. Daro tadi sudah dilerai masih saja begini.. kalian dulu pas waktu kecil di sekolah pada jajan micin atau apa sih sampai jadi seperti ini.. Ucapan mama kania dengan galak dan pertanda telah lrletih mendengar kedua putrinya terus saja berdebat tiada henti.

__ADS_1


"iya .. maafin kami Ma.. ujar mereka kompak yang kini sudah seakan takut menatap kilatan amarah yang ada pada diri sang Mama tercintanya.


Kini pun akhirnya mereka makan dengan hanya tersisa kan suara dentuman sendok yang bertemu dengan piring, mereka memakan hidangan yang sang Mama sudah persiapkan sejak pulang dari RS.mereka nampak sangat menikmati hidangan tersebut. Setelah beberapa kian detik dentuman sendok yang beradu tersebut kini pun semua mulai selesai makan


__ADS_2