
Pagi menjelma dan kini Karin mulai terusik dengan bias pancaran sinar dari jendela Kamar yang tertutup oleh Gorden putih , Tak ada yang istimewa bagi Karin Setelah bermimpi berkenalan dengan Rendy tapi belum sempat mengalihkan pandangannya justru harus terbangun karena Kak Kayla membangunkannya , dan entah betapa Karin sangat berharap jika semua itu akan menjadi nyata Meski sangat mustahil ,namun menaruh harapan di hari ini tak akan mungkin merusak hari di masa depan bukan. Meski masa depan masih belum jelas me remang - remang atau mungkin bahkan ada yang jauh dari nalar kita , namun satu hal , jangan pernah berhenti untuk berharap meski kita tak pernah tahu dan mengerti apa yang akan terjadi.
Karin menyibak selimut yang selalu menemaninya sepanjang malam dan akan selalu setia menghangatkannya tampa penolakan, kini Karin berjalan menuju kamar mandi menggosok gigi cantiknya dan segera mandi dibawah guyuran air shower yang mengalir seakan menghanyutkan semua penat yang didera olehnya, setelah selesai dengan acara mandinya kini pun Dia keluar dengan jubah mandi berjalan menuju walk in closet dan akan mengganti baju yang biasanya di pakai untuk kuliah, setelah berganti baju Karin pun kini berjalan kearah meja riasnya untuk menyisir rambut panjangnya dan juga memakai bedak yang tipis hanya ingin terlihat natural , setelahnya dia kini segera mengambil tas ransel kecil kesayangannya yang memang tak pernah Dia melewatkannya karena memang diantara semua tas yang berjejer hanya itu yang Karina sukai , Kini tali tas sudah dia masukkan pada kedua lengannya dan tas Ransel mini tersayangnya kini telah telah menggantung di pundaknya dengan Patuh .
"Pagi papa... Pagi mama.. Pagi Kakak.... Sapa nya saat menuruni Anak tangga dan segera menuju ke kursi di meja makan segera berhamburan mengambil nasi dan lauk yang Dia suka tampa menunggu di persilahkan pun bagi Karin Perutnya yang memang sudah lapar karena semalam terlalu banyak berpikir bahkan dalam mimpi pun dirinya masih seperti orang yang berpikir tampa tahu apa jawaban yang dipikirkan.
"Pagi.....! Ucap mereka kompak menjawab Sapaan dari Karin yang sudah terlihat sangat segar dan juga cukup cantik meski dengan penampilan yang menurut kamus besar Kurang Feminin sekali, namun itu lah gaya seorang Karin yang sedari dulu sulit di rubah pun oleh dirinya sendiri ,Dia tidak pernah ingin di kata - katai perempuan tomboy namun Dia tidak pernah sadar diri dengan segala yang ia kenakan, hanya mengutamakan kenyamanan diri sendiri tampa perlu memikirkan ocehan orang .
setelah Karin mendudukkan tubuhnya pada kursi di ruang makan , tampa perlu menunggu lebih lama lagi Dia segera mengambil lauk satu persatu yang Karin sukai tentunya , dan setelahnya hanya terdengar suara dentuman sendok yang beradu pada piring di dalam ruangan tersebut . "Selamat makan semua...! ujar Karin yang nampak sangat ceria dengan semangat baru yang seakan terpancar lewat senyum manisnya.
__ADS_1
"Iya selamat makan... ! makan yang banyak... supaya kamu tidak kena asam lambung lagi.. ucap sang mama yang menyiratkan kekhawatiran pada si bungsu , yang bisa - bisanya tidak memperhatikan kesehatan dirinya sendiri.
"Iya tuh.. bener kata mama.. nanti kalau kamu kurang makan bisa pingsan lagi terus masuk RS lagi ... emangnya mau... Ledek sang kakak yang memang tampak menyebalkan namun hanya menginginkan yang terbaik untuk adik satu - satunya yang dimiliki agar selalu sehat, dan Masih bisa di buat menjadi bahan bercandaan tentunya.
"Ih... Dasar nyai ronggeng... udah cuti meronggeng sekarang jadi tukang Bual ya...tapi terimakasih jangan lupa juga...
"Jangan lupa apanya?... potong Kayla yang tak ingin Adiknya lebih lama berbicara karena Kayla sadar Karin sangat mampu membolak-balikkan keadaan, yang pastinya akan membuat dirinya kalah telak dan merasa sangat malu tentunya dengan kekalahannya dalam berdebat dengan Karin.
Kayla hanya diam sambil menatap sebal pada sosok yang duduk disebelahnya, namun ingin terlalu marah dan bertindak jauh , sangat tidak mungkin baginya , Adik kesayangan itu dalam hati berkedudukan tinggi sekali, ingin menjambak tapi sayang ingin mukul nanti dia kesakitan , mungkin dengan diam lebih baik bagi Kayla .
__ADS_1
"Sudah - sudah... kalian ini berantemnya kok tidak pernah ada liburnya barang sehari pun... sesekali melawak saja jangan berantem kalau begini yang pusing jadi tambah pusing melihatnya ... Ujar sang mama yang ingin melerai namun juga di lain hati justru ingin sesekali terhibur oleh kedua putri kebanggaannya.
"Melawak...!! tidak tidak... memang wajah kak Kayla ada lucunya dari mananya ma.. dilihat dari sedotan aja gak kelihatan.. apalagi dari ujung menara Eiffel ... Gelap.. Hahahaha... Ah sudah lah Karin mau berangkat dulu ... makan terus nanti pas di kampus Karin ngantuk karena kekenyangan .. Kemudian dengan melangkah menuju dekat Sang papa dan mama untuk menyalami mereka berdua. "Karin berangkat ya pa ... Karin berangkat ya ma ... Karin berangkat ya kak... namun saat sang kakak menjabat tangannya belum sempat Karin mengecup tangan lentik Kayla sudah di tarik olehnya menuju kamar Kayla yang memang berada di atas dan di samping kamar sang Adik , tampa mengindahkan teriakan dan juga keluhan si empunya tangan tentunya Karena baginya ini saat yang paling tepat , meski tampa persetujuan si empunya sekalipun.
"Eh.. kak.. kakak gimana sih ini Karin mau di apain cobak... Karin mau berangakat kak.. bukan mau minta uang jajan sama kakak.. gimana sih ini.. aduh.. Karin terus mengiba tampa meronta dengan yang dilakukan sang Kakak padanya, yang menyeretnya tampa sebab yang Karin ketahui dan pertanyakan tentunya, Karena yang di pikir Karin mungkin saja Sang kakak sedang ingin menghukumnya karena telah membuatnya marah barusan di meja makan, namun Karin tetap menurut pada tangan yang terus menuntunnya menaiki tangga yang kini tak terasa ternyata sudah sampai ke dalam kamar Kayla, dan dengan tiba - tiba Karin di dudukkan pada kursi di depan meja rias.
"Gak usah tegang gitu lah dek.. aku gak bakalan perkosa kamu kok ... aku kan normal ... ( ting - ting) sambil menunjuk kan deretan gigi putihnya dan juga sembari menaik turunkan alisnya.. tak perduli dengan wajah polos sang adik yang bertanya tanya padanya Kayla tetap melakukan yang ingin Kayla lakukan, Karena jika di biarkan terus menerus Karin tidak akan pernah akan berubah menjadi yang jauh lebih pantas .
Karin hanya menurut pada apa yang Sang kakak lakukan, dipikirannya merasa bersyukur setidaknya Karin memiliki Kakak yang sangat perduli padanya .
__ADS_1
Hay pembaca ATPC udah kangen ya... Kangen novelnya lah masak iya aku ..hhh jangan lupa ya hadiahnya .. ❤