
setelah pijaran sinar rembulan kini tergantikan oleh pancaran sinar surya yang cukup menyilaukan dalam ruangan bernuansa putih tersebut.
kini Mama , Papa , dan Kakak Kayla serta Karin kini tengah bersiap akan pulang ,
mungkin semua orang yang sedang terbaring di Rumah Sakit, terus berharap akan pulang ,
dan bahkan ketika melangkahkan kaki keluar Ruangan terasa aura kebahagiaan dalam masing - masing manusia , lain halnya dengan Karin . gadis cantik bak putri kerajaan yang selalu menampakkan wajah jutek dan dinginnya itu saat ini justru hanya mengharapkan satu hal, bertemu dengan sang Pangeran impiannya tentunya .
"Kamu sudah siap kan dek...
sang kakak memastikan jika adiknya kini sudah bersiap untuk di ajak pulang ke rumah .
"siap kak..
Ucapnya mantap , seakan dia sangatlah menantikan hari dimana dia akan pulang dari rumah sakit , padahal Lain dengan apa yang ada di dalam benak Gadis ayu tersebut . di dalam benaknya mengharap jika Dia akan bertemu dengan sang Pangeran pujaan hatinya .
"kak Rendy aku datang sayang.....
"Mama udah siap kan ma..
tanya Kayla pada sang mama, sang wanita yang telah melahirkan gadis gadis cantik bak putri kerajaan itu memang memiliki wajah yang masih cantik dan nampak awet muda .
"sudah Kayla.. sebentar ya sayang tunggu Papa , Dia masih mandi..
ucapnya sambil tersenyum dan tengah mengarahkan jari telunjuknya . menunjuk ke arah kamar mandi yang ada di dalam ruangan itu.
"nah.... itu Papa sudah selesai mandi.. ayuk kita pulang pa..
"iya ..ayuk..
jawab lelaki yang baru keluar dari kamar mandi , dan kini tengah berjalan menuju kearah ketiga wanita yang dia sayangi .
selama melalui lorong Rumah Sakit , hanya derap langkah Mereka yang terdengar , tak ada sehelai pun suara yang keluar dari bibir mereka semua .
lain halnya dengan Karin , saat Semua orang memperhatikan jalan dan hanya berfokus pada apa yang di lalui , Dia justru hanya melafalkan satu nama manusia yang terindah di hidupnya ,Dia bahkan masih berharap dan terus berharap agar bisa bertemu Dengan nama yang Dia sebut di lubuk hatinya .
"ya.. Tuhan.. aku ingin bertemu Kak Rendy...
"aku ingin bertemu dengannya ..aku mohon..
"buatlah aku bisa bertemu lagi dengannya ya tuhan...
__ADS_1
setelah melewati Ruang ICU yang tempo hari di datangi , kini karin hanya bisa menelan rasa kecewa , karena lelaki yang di cintai nya kini tidak ada dalam ruangan tersebut .
"baiklah ...aku sadar mungkin saja hari ini aku kurang beruntung ,
"tidak masalah mungkin saja hari esok keberuntungan akan berpihak kepadaku ...
setelahnya hanya masuk mobil dengan ekspresi sebal yang nampak jelas tersirat, dari dalam diri seorang Karina ,
namun jika garis takdir membuatnya sulit untuk bertemu mungkin akan membuat mereka jauh lebih bersemangat untuk berlari.
******
kini akhirnya mobil Papa karin sudah masuk ke dalam pelataran Rumah . Karin yang masih merasa kesal karena tidak bisa bertemu dengan Rendy , langsung saja bergegas masuk ke dalam rumah tampa ingin berkata apapun pada kakak dan kedua orang tuanya.
sang Kakak memandang bingung , mengernyitkan alisnya serta , memonyongkan Bibir seksinya .
"Sepertinya anak Bungsu Masih sakit Deh ma...
sambil memandang adiknya yang menaiki tangga , tampa berpamitan kepada Kayla dan Mama .
"Ah sudah lah ...Kayla.. mungkin saja Adikmu sedang Datang bulan ..
"Oh.. mungkin saja begitu..
tapi aneh saja kan ma.. masa iya ada orang yang di bawa pulang dari Rumah sakit malah sedih ,mukanya di tekuk sampai kusut lecet dan porak poranda seakan terkena Badai besar...
"Sudah lah kayla.. Karin , sekarang berada di usia yang menuju ke Dewasa .. mungkin saja dia ingin mengatur dengan baik, dan menyelesaikan masalahnya sendiri tampa harus memberitahukan pada orang di sekelilingnya...
"Begitu ma... baiklah.. aku akan mencoba menantikan selembar cerita tersirat dari bibir Putri Bungsu Mu itu Ma....
begitulah akhir dari rasa keingin tahuan seorang Kayla , menantikan sebuah kemungkinan yang kemungkinan kecil bisa saja terjadi, entah kapan.
*****
Karin yang memang sedang memiliki mood yang anjretlisious , kini tengah membuka pintu kamar dan langsung melempar tubuhnya ke atas kasur kesayangannya , yang saat ini Dia rasakan hanya satu , RINDU, namun pantaskah dia merindukan seseorang yang hanya bisa bertemu dengannya melalui duni fantasi kemarin .
"Kak Rendy ... Karin Rindu... kakak masih ingat Karin tidak...
apa mungkin saja tidak ya...
apa mungkin dia hanya mengira aku hanya halusinasinya di alam mimpi indahnya..ah.. entahlah.. namun semoga saja tidak...
__ADS_1
Begitulah akhirnya karin menyemangati Hati dan pikirannya yang benar- benar dilanda gundah gulana , sampai seakan merasa sesak hanya bisa mengenang sosok yang sangat Ia sayangi tersebut.
Setelah lama memikirkannya , dan hanya menebak nebak bisakah Lelaki idamannya mencintainya setelah sadar dari Koma panjangnya.
kini Karin meraih HP dan kemudian menulis di laman pencarian tentang apa yang kini telah di landa di dalam pikiran dan hatinya .
"Bagaimana kisah cinta manusia dengan Arwah/ghost ... dan bagaimana setelah akhir dari kisah tersebut..
Karin nampak terkejut setelah , beberapa laman dari situs pencarian mulai keluar ulasannya satu- persatu . Gadis cantik tersebut nampak membulatkan kedua bola matanya , menaikkan kedua alisnya membaca ulasan tersebut didalam hati sambil melotot seakan tidak percaya.
"Dasar HP kurang pintar kamu ya..
"Bukk...(suara HP tersebut terlempar keras di atas kasur kesayangannya.
Teriakkan Karin dan juga suara HP terlempar tersebut sangat keras , tampa Karin sadari Kakaknya kini sedang panik dan segera membuka kamar adik kesayangannya tersebut .
"Ada apa sih dek ... kenapa .. Nyai Peletnya sedang tidak berhasil melet incarannya .. atau apa..
sampai sampai Nyai murka Dan membanting sesuatu sampai terdengar nyaring dari kamar Kanjeng Putri ..
"Apaan sih Nyai Ronggeng mah tahunya cuma nari doang.. pakai ngaku ngaku Kanjeng Putri lagi.. Huh..
jawab Sebal sambil melengos
Kayla hanya tersenyum dan menggeleng, seakan memaklumi apa yang Karin ucapkan.
"Loh iya makanya supaya tahu tentang kamu ya kamu cerita lah .. dek..
marah boleh tapi jangan berlebihan juga..
kenapa HP kamu yang tak berdosa bisa sampai kamu main lempar seperti ini..
Karin melotot dan setelahnya tersenyum samar menatap kesalahannya barusan sampai melemparkan ucapan yang menyebalkan pada Kakaknya tampa di sadari nya , mungkin karena terlampau kesal dan tak sanggup membendung rasa marah lagi.
"eh ... iya maaf.. ini tadi diajakin teman keluar .. tapi Aku gak mau.. eh malah dianya maksa.. ya karin ngamuk lah kak..
gimana gak marah coba.. sudah tugas kuliah numpuk eh.. malah ngajakin jalan - jalan.. sebal kan jadinya Aku..
Kemudian sang Kakak menggelengkan kepalannya lagi sambil tersenyum , menatap sang adik .
"ya sudah.. jika hanya itu kan kamu cukup bisa mengatakan alasan kamu kenapa tidak bisa main dengan temanmu katakan saja. tapi jika dia masih memaksa lebih baik kamu ajak saja Dia belajar bersama...
__ADS_1