
Setelah Makan dan harus membantu berberes meja bersama dengan sang kakak yang mencuci piring di wash table tadi, Kini Karin nampak masuk kedalam kamar dan melempar tubuhnya ke atas Kasur kesayangannya ,Dia sedang berpikir tentang Rencana sang Kakak yang katanya ingin mengakhiri masa Jomblo nya. Meski bukan Rendy kan ya setidaknya dari suaranya terdengar sangat menyenangkan , Entah lah Dia tampan atau tidak itu urusan belakang. segala yang masih harus di coba itu perlu , sekedar mengobati rasa penasaran saja apa salahnya, pun masih ada Kakak juga bukan yang selalu menemaninya jadi jika di bilang takut jika akan terjadi hl yang macam - macam sangatlah tidak perlu sekali . "Mungkin memang aku hrusencobanya , demi menyenangkan Kakak , pun jika lelaki itu takenyukaiku dan aku tak menyukainya , kita kan masih bisa berteman , namun jika harus jatuh cinta lagi pada orang lain Karin masih sangat belum siap .
******
Hari yang Karin nantikan tiba namun entah lah , Detak jantung yang sedang berpacu jadi bukti betapa gugupnya diri Karin saat ini , kini Dia sedang merias wajah dengan riasan tipis dan nampak natural namun tak membuat aura cantiknya menurun justru malah di pantulan cermin dirinya terlihat tampak sangat cantik dan menawan. Dia sudah memakai Dress pendek yang baru saja dibelinya, dia kini sedang memandangi tubuh dan pakaiannya di balik pantulan cermin yang terpampang. "Apa yang terjadi denganku ... kenapa aku bisa se gugup ini.. apakah aku perlu Kursus hanya untuk berkenalan dengan seorang Pria, atau mungkin yang aku rasa saat ini adalah minder pada menampilkan ku sendiri.. Ah tidak mungkin..Lalu aku sedang apa saat ini kenapa aku sangat berdebar - debar.. mungkin kareana aku sudah tidak pernah merasa akan bertemu dan berkenalan.. yah mungkin hanya karena itu saja. Katanya menenangkan diri dan berusaha mengatur nafas agar supaya lebih rilexs menghadapi semua ini , yang sangatlah Karin tak sabaran ingin segera bertemu dengannya , entah lah mengapa dan kenapa, namun menurut karin semuanya hanyalah karena ingin membuat Sang Kakak yang menyuruhnya untuk berkencan merasa senang Atas kemauan Karin sebagai adik yang berbakti tentunya.
__ADS_1
Kini Karin melangkahkan Kaki jenjangnya, Menuruni tangga dan menuju ke lantai satu yang kini sedang kosong karena di jam segini biasannya sang Papa dan Mama akan segera pergi dan menghilang di balik pintu kamar , entah apa yang mereka lakukan didalam Ruangan yang tertutup itu , di jam seperti ini terkadang hannya ada bunyi Suara dari Dialog film yang ada di TV dalam Ruangan kamar tersebut , Karena kebiasaan mereka adalah menonton sampai tertidur dan berganti kan TV yang akan menonton mereka.
Kayla sudah menunggu Karin di dala mobil , dengan balutan Dress yang indah dan juga wajah cantiknya yang memang cukup Cantik dan tak kalah dari kecantikan Sang Adik yang segera masuk dan duduk di kursi sebelah kemudi bersamanya , "Udah siap kan dek.. Ucapnya sambil tersenyum kearah Karin yang nampak terlihat gugup ,seperti baru pertama akan berkencan dalam sejarah hidupnya , namun sebenarnya dia sudah berpengalaman 3 kali namun dalam garis besar Di sia - siakan dan di permainkan saja , jadi hal yang sangat mendebarkan bukan seberapa tampan dan menawan orang yang akan dia temui hanya saja sanggupkah Karin untuk jatuh cinta lagi , hanya itu saja yang mungkin bisa di rasa oleh Karin kini.
"huh.. Yah.. seperti yang kakak lihat... Ucapnya sambil menggenggam jarinya kuat - kuat ,menutupi Rasa gugup dan gelisah yang melanda pada diri dan hatinya , dan berusaha mengusirnya jauh jauh pada pikiran hanyutnya yang sudah memiliki kenangan pahit yang tak kan mungkin Karin ingat kembali karena terlanjur sakit hati , Kini hanya tersisa Sifat Karin yang selalu dan terlalu berhati - hati sampai Kapan entah , namun seolah sikapnya sudah terlalu menembus kedalam tulang sumsum untuk sekedar di tanya pengalaman berpacaran Karin mungkin tak pernah , jika pengalaman Di sakiti jangan di tanya Dialah yang paling memecahkan rekor utamanya.
__ADS_1
Karin hanya bisa tersenyum dan hanya menjawab sekenanya , "Hmm ... karena jika Kakak tahu jika dulunya dia sangat sering di permainkan , pasti akan membuatnya semakin diledek di saat yang seperti ini bukan Ledek Kan dan Lelucon yang kurang bermanfaat yang di butuhkan nya, namun semangat lah yang dia butuhkan, entah itu karena terpaksa atau sekedar asal bicara namun dukungan sangat penting di saat seperti ini .
Kini mobil telah sampai di parkiran Restoran yang Di tuju dan Karin serta Kayla sudah berjalan menuju kedalam Restoran. Selama berjalan hanya dukungan untuk diri sendiri yang menjadi mantra penenang di dalam hati dan tampa ada yang mendengarkan mantra nya tentu , "Semangat Karin.. Pasti bisa .. Coba dulu .. jangan menyerah sebelum berperang.. perang dengan resa takut tentunya ... Dengan mengucapkan kalimat dukungan, kini pun Karin jadi lebih bisa terlihat Rilexs meski hanya diluar fisik saja nampak Rileks lain lagi dengan Hati dan pikiran karin yang masih berputar putar tak tentu arah.
Kini pun mereka menuju ke arah meja yang sudah di dahului oleh kedua Pria tampan yang sangat maskulin dan cukup menggemaskan jika di pandang mata ,meski mungkin wajah kedua mahkluk ini terlihat sangat Dingin namun menurut Kayla mereka cukup tampan. meski tak setampan Arjuna , tentu karena Dia lah yang kini menguasai hati dan pikiran Kayla .
__ADS_1
Derap langkah kaki jenjangnya dengan heels dan beradu dengan lantai Restoran kini seakan jadi Saksi jika pertanda jika kedua Putri dari negeri Dongeng sedang memasuki ruangan tersebut, tatapan semua orang yang terkagum akan pesona mereka berdua pun jadi bukti Betapa sempurnanya kecantikan alami yang mereka miliki.
Jika Kayla merasa jika derap langkah adalah simbol alaram dari kedatangannya , Hal lain yang di rasa oleh Karin , Dia merasa kalau langkah kaki yang beradu kini seakan membuat jantungnya yang seakan berdetak kencang semakin menjadi jadi , dan hal yang membuat Gugup kini semakin melandanya karena semakin dekat dengan meja makan yang akan di tuju Oleh mereka itu, namun meski seperti itu Karin tak pernah selesai membaca mantra di dalam hatinya .