
Kini setelah perjamuan yang yang penuh dengan perdebatan yang begitu melelahkan , kini mereka telah makan dengan berfokus pada makanan yang ada. sesekali Karin masih melamun sambil mengunyah pelan makanannya, nampaknya memang tubuhnya sedang terduduk sambil makan, namun tidak dengan pikirannya yang berkelana tak tentu arah mencari cara bagaimana . Tiba - tiba imajinasinya sedang berfantasi , membayangkan ada tubuh yang sama persis sepertinya sedang menyalahkan dirinya . "Apa kau tahu Karin yang sedang kau pikirkan itu sangatlah belum jelas dimana dan juga bagaimana. bisakah Kau kini bersikap seperti hanya menerimanya . dan terus saja merubah diri, untuk apa kau sekarang mencarinya jika kau belum bisa menjadi yang baik untuknya... Ucap fantasinya yang mirip dengannya sedang berkacak pinggang dan mengomel menghadap Karin yang memang memiliki terlalu banyak salah ini. kini bayangan satunya lagi menggedor meja yang di depannya"Hey bodoh apa kau ini gila Kau sudah menyia- nyiakannya bukan kemarin.. bagaimana mungkin kini kau hanya bisa terdiam seperti ini..Apa mungkin kau akan menyerah secepat ini hah.. "Tidak .. tidak.. aku sedangengatur strategi tahu.. ujar Karin yang asli membela diri. "ingatlah kau harus berusaha dan tetaplah tenang dan seakan menikmati segalanya kini... "tentu..
"Karin.. ucapan Sang Mama seakan membawanya kembali dalam alam sadar , meninggalkan segala fantasinya yang terus saja menyalahkan Karin terus menerus itu. "Kenapa pelan sekali makannya ,apa yang sedang Kau pikirkan , apakah masakan Mama tidak enak menurutmu .. atau kau ingin masakan lain yang sedang tidak terhidang di rumah ini nak.. Mama hanya mengira jika Karin kurang nafsu makan atau bahkan masakan yang ia masak kurang nikmat di lidah putri bungsunya ini.
"Ah tidak Ma.. masakan Mama sangat lezat sekali kok.. ucapnya singkat
Namun sang kakak mengira jika Karin pasti sangat marah dan sebal padanya karena sudah dibuat kesal dari pagi sampai siang hari , sedikitnya wajah muram sang adik yang menurutnya kurang enak dipandang itu membuatnya merasa bersalah padanya .
setelah acara makan selesai Kayla segera memeluk sang adik dengan tampa sabaran dan memperdulikan sang adik yang mulai bangkit dari kursi makan pun terheran - heran dibuatnya "Eh kak.. ,mendapat pelukan tiba - tiba pun juga memang Karin sedang membutuhkan pelukan saat ini , namun bukan dari sang Kakak tentunya. "Maafin kakak ya dek .. makanya lain kali jadi yang lebih nurut bisa tidak, jangan jadi mahluk penyendiri seperti ini , nanti kamu jadi indigo bagaimana.. Karin yang merasa nyaman dipeluk tak menghiraukan ajakan mengobrol sang kakak, yang sedang Dia bayangkan sekarang adalah lelaki yang dia inginkan kini bisa berada di hadapannya dan memeluk tubuh karin yang merasa tak berdaya karena terlalu sedih harus merasa kehilangan saat ketika harus membuat Rendy sadar , namun kesadaran Rendy yang membuatnya kini tak bisa lagi dekat dekat dengannya . "Bukankah kita sudah terbiasa berdebat sejak kecil.. sekarang rasanya masih sama saja.. bukan. Ujar Karin sembari tersenyum menatapnya melalui ekor mata, tampa ingin melepaskan pelukan hangat dari sang Kakak tercintanya ini.
"Anak ini.. sang Papa terkagum menatap beragam ekspresi dihadapannya kini, entah apa yang di pikirkan .
__ADS_1
"Sudah Pa .. kita tinggalkan saja mereka .. sedang menenangkan pikiran masing masing.
Kini setelah acara makan benar benar selesai dan menyisakan kedua putri yang masih berpelukan dan menyalurkan kekuatan melalui kehangatan pelukan yang di berikan olehnya , dan seakan masih enggan melepaskan pelukan sang Kakak yang sangat Dia butuhkan di saat yang tak menentu seperti sekarang ini. "Sudah dulu ya.. nanti Kakak peluk lagi kalau masih mau kok dek.. Ucapnya sambil melepaskan pelukannya dari sang adik tersayangnya.
"Hmm.. iya..kak.. loh tapi kan yang peluk Karin kakak duluan Karin juga gak minta kok dari tadi.. Karin juga ikhlas Kakak peluk peluk Karin sembarangan tampa bertanya mau dipeluk atau tidak.. Ucap karin seolah menunjukan jika dirinya tak menunjukan jika dia sedang bersedih dan sedang membutuhkan sebuah pelukan dari Kayla kini, namun nyatanya semua itu bertolak belakang dengan hati dan pikirannya yang bisa dibilang kacau saat ini.
"Oh.. begitu rupanya , apa Kakak tidak boleh memeluk adik Kakak yang sangat cantik tak terkira ini hah.. ucap Kayla sambil menyentil hidung mancung sang adik .
"Ah iya.. benar .. ucap sang Kakak sambil menepuk jidatnya. "Kamu bantu bereskan ,biar Kakak yang mencuci piringnya .
Karin yang mendapat perintah pun segera melaksanakannya , dengan cepat piring kotor dan semua gelas sudah Dia bawa ke wash table menuju ketempat dimana kini Kayla berdiri dan menantikan kehadiran barang - barang kotor yang tengah dibawa oleh jari jari lentik Tangan Karin . "Silahkan nyonya... ucapnya sambil menaruh piring kotor, namun seperti seorang pelayan restoran yang sedang melayani seorang tamu.
__ADS_1
"Hah..nyonya.. Kau ini bisa saja.. nanti ending akhir setelah nyonya Nyai ronggeng.. begitu.. Ucapnya yang meng imbangi Lawakan kuno dari sang adik.
"Terserah.. Kakak.. sa..
"DrrrtttDrrrttt Dering telepon dari ponsel Kayla memotong pembicaraan Karin yang belum selesai. "HP Kakak bunyi tuh.. Ucap karin mengingatkan sang kakak yang kini sedang mencuci piring dengan tangan yang masih berbusa.
"Bisa bantuin kakak gak dek .. tolong angkat telfonnya dan tempelkan ke telinga Kakak.. Tangan Kayla yang penuh busa dan enggan meninggalkan tugas yang di hadapannya kini tak bisa meraih Hp tentunya, dan Kayla memutuskan untuk meminta Karin yang mengangkatnya, dan menempelkannya ke telinga Kayla.
"Baiklah... Ucap Karin mengangkat telfon dan segera menempelkannya pada telinga sang kakak, toh kasihan juga pikirnya Dia sedang sibuk dan tangannya basah lebih tak mungkin memegang HP.
Kemudian di seberang telefon langsung saja Dia yang menelfon melontarkan pertanyaan pada Kayla. "Halo sayang.. Kamu sedang apa .. Aku Kangen.. Kamu dari tadi kemana saja sih.. Kamu gak tahu apa Kangen ku sudah terasa menggelitik sekali..
__ADS_1
Di sini pun Kayla yang merasa bahagia memiliki kekasih yang sangat mengkhawatirkannya , dirinya merasa bersyukur meski mengingat sebelumnya hanya berpacaran untuk membayar hutang , kini akhirnya mereka bisa menjadi pasangan yang Romantis dan juga saling sayang, keindahan yang hari ini Kayla rasa adalah bayaran yang mungkin impas karena kesabarannya menghadapi Juna yang sebelumya sangat arogan padanya tak di sangka kini menjadi Kekasih baik hati bak Kaisar yang ada dalam dunia fantasi. "Kamu ini mas.. baru juga tadi pagi sudah telfon .. bisa- bisanya kamu sudah bilang Kangen.. Atau itu cuma alasan supaya bisa menelfon ku.. Mulut Kayla memang berucap begitu namun tidak dengan hatinya yang sangat senang memiliki kekasih sebaik ini, pipi merona nya kini jadi bukti jika di sangat senang pada apa yang Juna ucapkan padanya.