Ascyaf O Vivid : VRMMORPG Story

Ascyaf O Vivid : VRMMORPG Story
Chapter 22 : Rehat


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan, Cha?" tanya Akuji, dengan nada tak terjadi apa pun setelah keterkejutannya, atas Charista yang menyeret dan memukul tubuhnya berlalu dan memilih fokus pada makanan di mejanya.


Sementara Charista, yang meminum secangkir kopi panas lain tanpa merasa lidahnya terbakar hanya bisa takjub dengan tindakan Assuja. Untuk apa dia perlu melakukan semua itu?


"Bagaimana bisa kamu tak log out selama tiga hari Suja ...?!" pertanyaan menindas Charista cukup tuk menjawab itu.


Apakah di Vivid tidak terdapat pengingat atau penghubung dengan dunia nyata agar seseorang dapat log out dan tak bermain terlalu lama? Tentu saja ada, bahkan Assuja telah menerima pesan peringatan itu berkali-kali tapi sepenuhnya dia abaikan.


... Hingga tindakan Charista membuatnya harus log out secara paksa setelah sistem perangkat kerasnya mendeteksi bahaya yang terjadi di dunia nyata.


"Apa kamu tidak takut tubuhmu akan terlalu terbebani?" Charista sekali lagi bertanya.


Namun Assuja ...


"Jika itu terjadi aku hanya akan mati, 'kan? Jadi itu dapat diterima."


... Hanya mengatakan sesuatu semacam itu dengan santai. Berhasil membuat Charista tertegun sesaat karenanya.


'Apakah sesulit ini menghadapi sifat impulsif Suja?' Charista diam-diam berpikir. Menghela napas sejenak, dia sekali lagi bertanya," Jadi apa saja yang telah kamu lakukan?"


"Yah sederhana. Seperti bagaimana seorang pemain yang akan lakukan dalam sebuah game. Berburu, mengambil quest, naik level."


Akan tetapi, tatapan intimidasi Charista belum berakhir. Tidak puas oleh jawaban itu.


Apakah hanya itu yang Assuja mungkin akan lakukan? Tentu, sebagai seorang yang telah mengenal betul bagaimana Assuja akan bertindak, dia tahu tak mungkin hanya itu sejak dia pun tahu apa yang Assuja lakukan di siaran langsung Vera sejak Assuja, Akuji tak mengubah sedikit pun penampilannya.


Orang lain mungkin hanya akan mengutuk atau menuduh tindakan Akuji yang maju seorang diri ke mulut monster bos hannyalah tindakan untuk merebut hati Vera, tapi Charista tahu bahwa tidak mungkin hal seperti itu yang akan Assuja pikirkan.


"Dan aku juga mencoba bunuh diri tiga kali sejak seluruh sensitivitasku sama dengan dunia nyata," sambung Assuja, berhasil membuat tatapan Charista mendekati titik beku.


"Ohh, bagaimana si Akuji akan mati dalam rencanamu?"


"Tenggelam, dicabik monster, dan racun. Meski semua itu gagal." Assuja berkata dengan cemberut, mengingat Arsy yang telah menggagalkan semua upayanya itu sebelum tersadar. "Bagaimana kau tahu nama karakterku, Cha?"


"Bukankah itu nama yang selalu kamu gunakan dalam permainan apa pun yang kamu coba?"


Sebenarnya, rekaman siaran Vera lah yang menjadi bukti kuat tapi Charista merasa hal itu tak perlu disebutkan begitu melihat Assuja mengangguk percaya dan bertanya balik, "Cha, berapa level karaktermu?"


Sejak Charista lah yang merekomendasikan (memaksa?) dirinya bermain Vivid, bukankah itu berarti dia juga telah memainkan Vivid?


Sebagaimana Charista mengetahui Assuja dengan baik hingga dapat menebak niatnya yang kerap sukar orang lain baca sejak ekspresi dan tingkah Assuja yang begitu-begitu, Assuja pun sebaliknya. Dia tahu bahwa Charista tidak mungkin menyarankan sesuatu yang tak dia ketahui dengan baik.


"Level 137."


Namun, jawaban Charista berhasil membuat mata Assuja membelalak karena terkejut. Bukankah itu berada di tahap yang sama dengan level tertinggi pemain saat ini?


"Sepertinya aku harus memanggilmu sepuh sekarang."


"... Tidak," tolak Charista setelah terdiam beberapa saat. "Kamu benar-benar bercanda bukan, Susu Gajah?"


“Bukankah kita pernah bilang untuk melupakan panggilan seperti itu?”


“Entahlah,”jawab Charista mengambang sementara Akuji berpikir level Charista sendiri tidak dapat dianggap remeh.


Apa yang akan orang pikirkan saat berpikir cara menaikkan level? Tentu saja, membunuh monster.


Namun, dari apa yang Charista katakan sebelum dia bermain Vivid, Assuja tahu bahwa membunuh monster bukan satu-satunya cara mendapatkan poin pengalaman di Vivid. Menyelesaikan quest, membuat item, dan bahkan melakukan eksplorasi pun akan memberi pemain poin pengalaman yang diperlukan untuk menaikkan level.


Kalau begitu, mengapa sampai saat ini level pemain belum menyentuh angka 200 atau setidaknya mendekati itu? Sederhana saja, hukuman kematian yang tampak sederhana di Vivid menjadi penghalang utama.


Pemain akan kehilangan poin pengalaman dan jika level mereka turun, statistik dasar dan level skill akan berkurang. Statistik akan berkurang sesuai dengan jumlah penurunan, 2 per pengurangan 1 level secara acak, sementara level skill dapat berkurang dengan diambilnya satu poin skill yang diperlukan untuk membuat skill berada di level yang dimaksud.


Hal itu dapat diatasi oleh pemain, namun hal yang benar-benar membuat kebuntuan ini terjadi adalah sesuatu yang tidak tergantikan ... waktu.


Saat pemain menjelajah area atau dungeon baru, kematian pasti akan terjadi karena mereka tak tahu apa yang akan mereka temu dan alami. Dan sejak pemain hanya dapat mati satu kali per hari di Vivid dan harus menunggu 12 jam waktu nyata tuk dapat kembali, eksplorasi pada area baru tentu menjadi lambat.


Bahkan banyak anggota guild yang membeli informasi apa pun dari penghuni untuk mendapat pengetahuan lebih baik sebelum mereka melakukan suatu eksplorasi. Itu pulalah alasan mengapa pemain yang memulai setelahnya pun masih dapat bersaing sejak informasi yang mereka miliki jauh lebih baik.

__ADS_1


"Bagaimanapun, level tertinggi yang diketahui hanya berasal dari papan peringkat oleh pemain yang memilih tak menyembunyikan level mereka. Jadi kemungkinan level tertinggi sebenarnya jauh dari itu bukan nol, Suja."


"Aku tahu.” Assuja menjawab, menyadari kemungkinan tersebut. ”Selain itu, pohon skill apa yang kamu pilih, Cha?"


Bahkan jika pemain memiliki kebebasan tuk mengambil pohon skill apa saja, seseorang pasti akan cenderung memaksimalkan suatu pohon skill yang kemudian membentuk konsep yang dikenal sebagai kelas pada game mmorpg normal.


Namun ...


"Pelayan (Servant)."


... Jawaban dari Charista membuat Assuja hampir tersedak makanannya.


Melirik Charista dan membayangkan orang di depannya, yang memiliki pandangan lesu seolah dapat tertidur kapan saja ini menunggu di samping pintu masuk dengan sapu di tangan bersama baju khas pelayan ... itu terasa tidak mungkin.


Menggelengkan kepala untuk mengusir pikiran semacam itu. Assuja memilih bertanya, "Pohon skill macam apa itu ...."


"Tebak."


"Lebih baik aku mencarinya sendiri di forum." Assuja berkata, meraih ponselnya dan masuk ke forum Vivid setelah log in ke akunnya. Menjelajah sesaat dengan jarum tag Pohon Skill Servant sebelum menemukan thread yang dia cari.


... Pohon skill terkutuk.


Hingga akhirnya tatapannya terhenti pada sebuah review yang menyimpulkan bagaimana pohon skill ini dapat dianggap.


Pohon Skill Servant, skill-skill di dalamnya memerlukan senjata katana agar dapat digunakan. Sedang, alasan mengapa pohon skill ini disebut terkutuk bukan karena kerusakan yang dia berikan tapi ...


"... Skill-skill itu sulit untuk digunakan." Assuja berkomentar.


Pohon Skill Servant memiliki skill kunci yang terletak pada Tea Party, skill yang menciptakan area dengan efek dasar berupa buff peningkatan regenerasi kesehatan dan mana pengguna atau anggota party selama berada di dalam areanya.


Ya, efek dasar. Sejak efek dari Tea Party dapat berubah oleh skill lain dalam pohon skill ini.


Seperti oleh Rabbit Invitation yang akan mengubah efek buff menjadi peningkatan kecepatan gerakan —secara langsung memengaruhi kecepatan serangan pemain dan efek beberapa skill. Atau oleh Sick Room yang akan mengubah area tersebut menjadi area debuff yang mengurangi pertahanan musuh.


Jadi, jika seseorang melihatnya, mereka akan berpikir ini adalah pohon skill kuat yang membuat orang lain membencinya. Namun, komentar Assuja bukan tanpa dasar—


Sejak kesulitan penggunaan skill-skill di dalamnya juga akan membuat jengkel penggunanya.


Dengan semua skill pada pohon skill ini digolongkan sebagai skill jenis sihir, skill-skill itu memiliki waktu casting yang membuatnya mudah untuk diinterupsi karena jangkauan maksimal di mana sebuah area dapat dibuat sendiri tak lebih jauh dari jangkauan serangan dasar busur. Dan dengan pengalaman di mana setiap castingnya diganggu, Assuja tahu mengapa ini disebut terkutuk oleh sebagian besar orang.


Namun, sebagian besar bukan berarti semua ...


"Yah, itu benar-benar cocok denganmu."


... Assuja berkata mengambil kesimpulan akhir sebelum fokus pada makannya setelah melirik status Akuji.


—•—


Extraordinary ✱ Akuji - Level 19


Ras : Manusia


Health : 510 / 510


Mana : 371 /371


Strength : 5 ❖ Intelligent : 43


Agility : 5 ❖ Dexterity : 5


Vitality : 5 ❖ Special (Terkunci) : 5


Poin Stat Bebas : 0


—•—


Total Poin Skill : 33

__ADS_1


Poin Skill Bebas : 1


—Basic Skill—


•Elementalist Skill :


-T1 - Elemental Arrow (Aktif) - Lv 1


-T1 - Magic Flare (Aktif) - Lv 1


-T1 - Magic Mastery (Pasif) - Lv 5


-T1 - Mana Recharge (Aktif) - Lv 1


-T1 - Cut Spell (Aktif) - Lv 1


•Assassin Skill :


-T1 - Assassin Stab (Aktif) - Lv 1


-T2 - Back Step (Aktif) - Lv 1


-T1 - Tricky Weapon (Pasif) - Lv 2


—Advanced Skill—


• Wizard Skill :


- Mana Bank (Pasif) - Lv 1


—Supports Skill—


Battle Skill :


-T1 - Swift Run (Aktif) - (Auto Learn) Lv 0


-T1 - Evasion (Aktif) - Lv 1


—•—


Title :


[Acknowledged Trainee : All stat +1, Poin skill + 1]


[Goblin Nightmare : Kerusakan yang diberikan kepada monster jenis 'Goblin' meningkat. Level peningkatan, Tinggi]


[Extraordinary : Fame + 100. Title peringatan, efek meningkat saat dipakai]


****


Note :


*) Title Goblin Nightmare adalah salah satu hadiah pembunuhan Goblin Prince.


**) Title Extraordinary didapat setelah mempelajari pohon skill Tier 2 di level yang seharusnya belum tersedia baginya.


***) Bentuk Pohon Skill dari Basic Skill.



A : T1 - Elemental Arrow


B : T1 - Magic Flare


C : T1 - Magic Mastery


D : T1 - Mana Recharge

__ADS_1


Ini adalah bentuk pohon dari pohon skill dalam kategori basic, dimana terdapat skill mastery atau penguasaan suatu jenis senjata. Untuk bentuk dari pohon skill dengan kategori Advanced Skill dan Support Skill akan berbeda. Bagian yang diblur adalah tanda bahwa skill-skill di tier itu belum dijangkau pemain.


__ADS_2