Ascyaf O Vivid : VRMMORPG Story

Ascyaf O Vivid : VRMMORPG Story
Chapter 30 : Demon Case dan Immaculate


__ADS_3

"Ctrackckckckkckck!"


 


Monster itu, Scorant Mother bersuara seram kala melayangkan serangan dengan capit berbentuk sabit di lengannya berayun menuju Thorne. Segera dia terima dengan sikap defensif bersama Guard, berusaha mengurangi kerusakan yang diterima sebanyak mungkin.


 


Membuat Scorant Mother tampak tidak puas sebab dia tak dapat segera meremukkan Thorne, orang yang telah mengganggunya dan berusaha melakukan serangan lain.


 


Namun—


 


"Assassin Stab!"


 


Sebuah serangan segera masuk, menusuk tepat di depan mata Scorant Mother, menginterupsi apa pun yang coba monster tersebut lakukan. Serangan yang tak hanya mengejutkan monster tersebut tetapi juga Thorne.


 


Sementara pemilik serangan itu, Akuji segera menginjak tubuh besar Scorant sebagai pijakan untuk melompat, pergi ke belakangnya tak dan segera melanjutkan serangan. Dengan Scorant Mother yang tak akan dapat menyela castingnya sekarang, tentu tak perlu menyia-nyiakan peluang ini lebih jauh.


 


Telapak tangan Akuji bercahaya, menyala dengan warna merah terang kala sebuah panah sihir meluncur dari jarak nol. Fire Arrow telah meluncur dengan tepat ke kepala monster tersebut.


 


[Serangan Kritis!]


 


Membuat semburat api meledak kala pemberitahuan tersebut muncul, pemberitahuan yang untuk pertama kalinya Akuji terima.


 


"CTRACKKKKKKKKKK!!!!!!!!" pekik Scorant, menyapu daerah di sekitarnya dengan sabitnya hanya untuk mengenai udara dan tak menemui Akuji yang segera mundur dengan Back Step, menjauh dari sapuan monster itu sebelum buku sihir, grimorenya sekali lagi bercahaya.


 


"Magic Flare!"


 


Melepaskan suar sihir yang membakar tubuh monster tersebut. Dengan monster itu yang telah sedikit terbakar oleh Fire Arrow, membuat kemungkinan acak jenis unsur dari Magic Flare menjadi kepastian.


 


Unsur api.


 


Satu-satunya unsur dengan kemampuan yang sepenuhnya hanya tuk merusak.


 


Bahkan jika kondisi buruk terbakar yang dialami Scorant Mother tak diperpanjang, kekuatan Magic Flare telah meningkat pesat.  Apalagi dengan buff peningkatan serangan setelah penggunaan Back Step, itu jelas bukan jumlah yang sedikit.


 


Jadi berapa jumlah kerusakan yang Akuji hasilkan dari serangan beruntunnya ini?


 


[Scorant Mother - Level 53


Health : 91%]


 


Bahkan jumlah ini telah melampaui apa yang seseorang dapat bayangkan jika mengetahui level Akuji. Apakah itu karena serangga rentan terhadap api, serangan kritis, atau karena serangannya adalah sihir yang seolah mengabaikan karapas keras monster itu?


 

__ADS_1


Bagaimanapun Akuji hanya tersenyum saat bergumam, "Menuangkan semua stat ke serangan memanglah yang terbaik."


 


Namun, hal tersebut tentu juga membawa dampak lainnya.


 


Mata Scorant Mother beralih, tak lagi fokus ke Thorne tapi ke arah Akuji. Bagaimana bisa monster itu membiarkan Akuji yang dapat menggigit kesehatannya dengan rakus ini untuk dapat bebas begitu saja?


 


Scorant Mother melangkah, berniat menghampiri Akuji tapi segera terhalang—


 


"Reap." Oleh Thorne, dia yang telah mengganggunya sejak awal.


 


Bahkan jika serangannya lemah, senjata sabit memiliki sebuah kemampuan khusus dari bentuk fisiknya, kemampuan tuk menarik apa yang diinginkan lebih dekat ke arah penggunanya. Seolah akan memeluk, menggenggam apa yang diinginkan dan tak membiarkannya lepas, bukankah karena itu nama pohon skill senjata itu sendiri adalah 'Reaper'?


 


Bukan berarti Thorne tak terkejut tentang bagaimana bisa seorang elementalist, mage menggunakan serangan assassin. Hanya saja,  dia cepat-cepat membuang keterkejutan dan rasa penasarannya dan memilih fokus pada monster di depannya, Scorant Mother.


 


Kecepatan reaksi Thorne mungkin rendah dan mungkin tak dapat di tolong, karena itulah dia hanya memilih fokus.


 


Memperhitungkan apa yang akan terjadi dan mengambil tindakan yang diperlukan jika situasi tersebut terjadi. Sebab itulah pengambilan keputusannya memiliki tingkat yang dapat menutup keterlambatan reaksi tubuhnya.


 


Suatu hal yang dapat dianggap 'mengerikan'.


 


"Kerja bagus Thorne!" teriak Akuji sebelum mundur lebih jauh, membiarkan Thorne mendapat perhatian penuh dari ibu para Scorant itu.


 


 


Membiarkan Akuji memberikan kerusakan yang dapat dianggap sebagai setetes air yang mengisi lautan dengan serangan dasarnya.


 


Hingga—


 


"Assassin Stab!"


 


Serangan serupa terulang saat Akuji masuk, menyerang kala dirinya merasa perhatian Scorant Mother telah sepenuhnya terkumpul pada Thorne.


 


Fire Arrow terbang, membawa kerusakan api dan serangan kritis sekali lagi terpicu. Bahkan jika Scorant Mother tampak lebih siap dan tak seterkejut sebelumnya, terbukti dengan serangan balasan pun tiba lebih cepat.


 


Apakah itu karena kecerdasan Scorant Mother yang segera berusaha mengatasi kemungkinan serupa terulang hingga membuat langkah balasan dengan cepat? Mungkin saja.


 


Hanya saja, bagi Akuji itu masih terlalu lambat.


 


Menggunakan Evasion, Akuji menghindari ayunan sabit di lengan Scorant Mother dengan margin tipis, hanya beberapa centi hingga membuat jantung Thorne ingin copot melihatnya. Namun, Akuji berhasil selamat, segera menghilang dari tempat itu dengan Back Step dan muncul di tempat lain saat Magic Flare segera terlempar.


 

__ADS_1


—Akuji  : Berapa lama kau dapat bertahan?


 


Bisik Akuji melalui ruang chat. Tahu bahwa dengan status sebagai monster bos, serangan dari Scorant Mother bukan sesuatu yang dapat dianggap remeh. Dan sejak Thorne sebenarnya bukan seorang tanker melainkan penyembuh, Akuji tahu bahwa rencana sederhana semacam ini tak akan bertahan lama.


 


—Thorne : Sekitar 15 menit paling lama.


 


—Akuji : Paling singkatnya?


 


Tanya Akuji kembali, tahu bahwa perkiraan sebelumnya dibuat melalui kemungkinan paling optimis yang mungkin terjadi.


 


—Thorne : 5 menit.


 


... Walau kemungkinan terburuk pun masih sedikit berada di luar harapannya.


 


'Apakah kamu tidak bisa membuat kita dapat bertahan selama 10 menit?' pikir Akuji diam-diam, merasa bahwa mereka akan dapat menjatuhkan Scorant Mother jika dapat menyentuh waktu itu.


 


Melihat Thorne yang akan kembali menarik perhatian Scorant Mother, sebuah ide terbesit di benak Akuji dan berteriak, "Thorne, biarkan saja dia ke arahku."


 


"Hah?" teriak Thorne bingung dan melepaskan Scorant Mother saat dia melemparkan Heal pada dirinya sendiri semantara sebuah Holy Barrier terbang ke Akuji. Berpikir jika ulah si Demon Case ini memiliki maksud tertentu.


 


Scorant Mother berlari liar ke arah Akuji, seekor monster bos yang akan menjadi mimpi buruk hingga tak seorang elementalist tunggal pun berharap mereka yang menjadi sasaran utamanya. Sebab apa? Elementalist normal akan segera mati jika berhadapan secara langsung dengannya.


 


Namun ...


 


 "... Apa ini ...." Thorne hanya dapat terdiam melihat Akuji yang berlari riang, mengaktifkan Swift Run berulang kali sementara monster bos itu mengejar tepat di belakangnya, lengkap dengan beberapa penghindaran yang tak mungkin tuk dia buat. "Seperti yang kuduga, dia memang Demon Case," sambungnya.


 


"Tahan!" teriak Akuji saat menuntun monster itu kembali ke arah Thorne yang selalu siap.


 


Sabit Thorne terangkat, mengaktifkan Reap dan mengikat monster itu sementara waktu, beberapa saat yang cukup bagi Akuji tuk mengisi ulang mananya dengan Mana Recharge. Sebelum kembali dan melewati Scorant Mother, melihat bagian belakang dari monster itu saat Assassin Stab dia aktifkan. Memicu Back Stab, tipe Assassin Stab dengan kerusakan tertinggi sebelum rantai Fire Arrow, Back Step, dan Magic Flare muncul kembali.


 


Menggigit jumlah kesehatan yang tak sedikit dari Scorant Mother.


 


Membuat Thorne memahami apa kemauan Akuji dari ide gila itu. Sebuah ide yang amat sederhana, jika waktu yang dibutuhkan untuk merebut perhatian monster itu darinya terlalu lama mengapa tidak membuangnya saja dari awal? Lagi pun, gaya bermain Akuji sendiri sejak awal tidak seperti seorang mage atau elementalist ortodoks yang diam dan fokus menjaga posisinya melainkan dia sendiri yang akan menentukan posisinya.


 


Akuji benar-benar fokus, sepenuhnya menaruh perhatian agar tempo ini tak meleset. Membuat satu per satu gigitan yang menelan kesehatan Scorant Mother, gigitan yang tak hanya gigitan kecil, melainkan gigitan besar nan serakah.


 


Hingga—


 


"CTRACKCKCKCCKKCCKKCCKKCCCKKKCCCKKKCCCKKKCCCCKKKKCCCCKKKKCCCKKK!"

__ADS_1


 


Scorant Mother memekik, memanggil scorant, kalajengking semut kemari untuk melawan Akuji. Bagaimanapun, dia adalah ibu dari para scorant dan siapa yang berani tuk melawan ibu mereka?


__ADS_2