Aura Dan Aurel

Aura Dan Aurel
episode 11


__ADS_3

aura berjalam menuju ruang kelasnya karena beberapa menit lagi kelas akan di mulai, sepanjang perjalanan senyum di wajahnya tak pernah luntur, sampai tiba di dalam kelasnya.


" paaaaggiii cantik " sapa faizal.


faizal adalah orang yang selalu mengganggu aura, setiap hari memberi perhatian, sapaan namun nihil aura tak pernah membalasnya, namun selalu mendapat tatapan sinis dari aura.


" juga ganteng " jawab aura dengan senyum manisnya menatap faizal.


faizal yang sedang duduk di atas meja sedang memakan roti.


seketika dia pun tersedak oleh roti yang dia makan dengan mata yang melotot setelah mendengar balasan dari aura.


" wow gunung es mencair yah " ucap ronald memasuki ruangan beserta adit.


mereka becanda gurau sampai seorang dosen masuk, mereka pun langsung terdiam.


dosen mulai menjelaskan materi yang di sampaikan kepada siswa siswinya, sedangkan anak muridnya sibuk mencatat materi yang ia sampaikan.


aura terlihat serius mencatat sampai tak menyadari bahwa gladis memperhatikannya.


" apa ini, dia mencatat astagah di luar dugaan, dan coba liat hasil tulisannya rapi sekali dan sangatudah terbaca, sedangkan aura yang dulu adalah aura yang paling malas mencatat, bahkan hasil tulisannya sangat sulit terbaca sungguh buruk, apa amnesia bisa mengubah kepribadiam seseorang, entah kenapa aku merasa ini bukanlah aura " gladis membatin.


jam pelajaran telah usai, semua siswa telah keluar kecuali mereka berenam karena ronald telah pulang untuk menemani ayahnya.


" ra, lo udah ingat gak sedikit tentang masa lalu lo " ucap nitha.


aura memang pernah mendapat bayangan kehidupannya sebelumnya yaitu tentang panti asuhan, dan anak anak, dia bekerja di sebuah toko, hanya itu yang dia lihat dalam otaknya namun semuanya masih terlihat semu.


aura mulai merasa bahwa ini bukanlah lingkungannya, ini bukan tempat seharusnya ia berada.


namun aura masih diam tidak mengatakan apa pun.


" ra ko lo ngelamun sih, ingat gak " tanya michell membuyarkan lamunan aura.


" ehhh, emm ituuu, ng ngak ko, gue ng ngak i ingat apa pun " jawab aura gelagapan.


sedangkan gladis menatapnya penuh curiga.


tingkah laku aura sungguh aneh menurutnya.


aura mencoba mengingat kembali ingatannya dan itu seperti kaset yang terus berputar secara acak mengakibatkan kepala sakit.


__ADS_1



malam hari tiba, aura baru saja tiba di london.


dia di sambut oleh radit dan beberapa anggota bayangan.



aura memiliki beberapa klinik dan rumah sakit yang menjual obat obatan serta beberapa racun, membuka jasa pembunuhan namum tidak sembarangan yang dibunuh jika mereka tidak bersalah.



bayangan hitam juga merupakan peretas terhebat di london, semua perusahaan ingin menjalin kerja sama dengan mereka namun mereka sulit di lacak keberadaannya.



mereka tak mempunyai markas karena jumlah mereka yang sedikit, sehingga musuh sulit menemukan mereka.



aura juga memiliki hewan peliharaan yaitu bronie seekor harimau putih.


kini aura sudah sampai di sebuah hotel.



sebagian dari mereka juga memiliki pekerjaan lain seperti beberapa wanita yang bekerja sebagai model dan pelayan di sebuah restoran, mereka juga memiliki cincin tengkorak sebagai tanda bahwa mereka adalah bayangan hitam,



" selamat datang kembali nona " ucap sinta tersenyum.



" aku tau kau ingin memeluk ku sekarang, lakukanlah " ucap aura jutek dengan senyum tipis.



" aaahhh nona aku sangat merindukan mu, " ucap sinta memeluk aura dengan sangat erat.



aura pun langsung membalas pelukan sahabatnya itu.

__ADS_1


" apa kau ingin membunuh ku, cepat lepaskan pelukan mu " ucap aura dingin.



sinta mengerucutkan bibirnya, meski aura adalah wanita dingin, dan jutek dia adalah sosok yang baik, karena semua anggota bayangan hitam sudah dia anggap sebagai saudara.



" kaliaaaann " ucap keenand.



aura yang mendengarnya langsung mematung sedangkan sinta menggaruk tengkuknya yang pastinya tak gatal.



" apakah nona kecil ku sudah mengingat semuanya sehingga dapat datang kemari " ucap kenand bahagia.



" berhenti memanggilku seperti itu, aku sudah besar " ucap aura kesal.



sedangkan sinta bingung memikirkan perkataan kenand.


sinta menatap mereka berdua bingung.



**ini visual aura / aurel**



![](contribute/fiction/388290/markdown/5954801/1585825079718.png)



**maaf kalau tak sesuai ekspektasi kalian,


jangan lupa like.


terima kasih**

__ADS_1


__ADS_2