Aura Dan Aurel

Aura Dan Aurel
episode 9


__ADS_3

hari telah berganti hari, kini aura sudah mulai beradaptasi dengan keluarga barunya.


sikapnya yang lemah lembut, dan sopan berbanding terbalik dengan aura yangnasli yang selalu dingin, bicara seperlunya saja, bahkan cuek.


ini membawa dampak tersendiri bagi keluarga dirgantara.


mereka menyukai aura yang sekarang namun mereka teramat sangat merindukan aura yang dulu.


beberapa hari yang lalu semua teman aura yaitu gladis, tia, nitha, michel, ronald dan adit dtg menjenguknya untuk membantu mengingat kembali kenangan mereka yang kini telah di lupakan oleh aura.


hari ini aura bersiap pergi ke kampus, karena dia sudah merasa lebih baik.


dia diantar oleh supir keluarga dirga menuju kampusnya.


tanpa mereka sadari seseorang mengintai mereka di balik pohon depan gerbang.


" target telah keluar " ucap orang itu pada telfon.


di tengah perjalanan mobil aura di ikuti oleh beberapa mobil hitam.


" pak mereka siapa, mengapa mereka mengikuti kita " ucap aura.


" saya juga tidak tau nona muda, lebih baik anda menelfon tuan ricky " ucap pak ujang.


" ahh iyahh " ucap aura panik.


lalu dia menelfin ricky.


" abang toloong, ada beberapa mobil hitam mengikuti kami, auraa takuut " ucap aura mulai menangis.


" katakan dimana posisi mu sekarang " ucap ricky.


" jalan xx menuju kampus " ucap aura.


" ok, tunggu kaka dan tetap melewati keramaian " balas ricky.


ricky menutup telfonnya dan bergegas menyusul aura, sebelumnya dia sudah menelfon beberapa anggotanya untuk ikut membasmi tikus yang berani mengganggu dirgantara.


" pak lebih cepat " ucap aura.

__ADS_1


" baik nona " jawab pak ujang.


namun jalanan yang mereka lewati ini sepi, dan tak butuh waktu lama mobil mereka di hadang, dan beberapa pria bertubuh kekar berbaju keluar menuju mobil aura dan menyeret mobil.


sebelum itu mereka sudah mengahajar pak ujang hingga pingsan.


" mau apa kalian lepaskan, tolooongg " teriak aura sambil berusaha melepaskan diri.


" hhhhhh apakah ini pemimpin pasukan bayangan hitam, hhhhhh sungguh terlihat sperti sampah " ucap salah satu dari mereka.


" apa yang kalian inginkam lepaskan saya " kata aura.


" yang kami inginkan, tentu saja nyawa mu " ucap orang itu sambil menarik rambut aura kebelakang.


tanpa mereka sadari seseorang berdiri di belakang mereka.


" lepaskan wanita itu " ucapnya.


" jangan ikut campur jika kau masih ingin hidup " ucap penjahat itu.


" cih blood devil, kalian salah tangkapan " ucapnya sambil menunjukan seringaian kejamnya.


" serang diaa " ucap pemimpin penjahat itu.


lalu mereka menyerang aura, perkelahian pun terjadi namun tak butuh waktu lama para penjahat itu tumbang memegang dada mereka sambil memuntahkan seteguk darah.


kini yang tersisa hanya pemimpin dari mereka yang memegang aura.


sosok itu berjalan maju mendekti mereka, dengan seringaian kejamnya.


" jangan mendekat atau ku tembak wanita ini " ucapnya sambil menodong kan pistolnya ke arah aura.


aura langsung berjalan mundur dan menghilng secepat kilat.


dorrr ( anggap suara tembakan yah )


" sayang kau tak apa, dimana yang terluka " ucap ricky khawatir.


" aku baik baik saja kha, tadi ada seseorang yang membantuku " kata aura.

__ADS_1


" siapa dan dimana dia sekarang " kata ricky.


" entahlah dia juga sudah pergi " jawab aura.


lalu memeluk kakanya.


" aura takut " ucap aura.


" tenanglah, sekarang kaka antar ke kampus, nanti ada beberapa orang yang akan mengawal mu" kata ricky.


aura hanya mengangguk.


lalu mereka memasuki mobil, aura masih memeluk kakanya.


" aneh, kau biasanya bisa membasmi mereka yang mengganggumu dengan mudah, sekarang kau juga memeluk ku, apa hilang ingatan bisa merubahnya sedrastis ini, akh sudahlah yang penting dia bahagia" ricky membatin.


di tempat lain sosok yang membantu aura, memasuki sebuah mansion tak lain adalah aura yang asli memasuki gerbang black bird.


mereka yang melihatnya langsung menunduk hormat.


" queenn " ucap sita dan fian.


" rupanya kalian masih mengenali ku " ucap aura membuka topinya.


" tentu saja, kami sudah lama menunggu kedatangan nona " kata sita.


" kenapa " kata aura.


" karena kami curiga, bagaimana kau bisa tenggelam padahal kau di london pernah mengikuti tournamen berenang dan anda pemenangnya " kata sita.


" mana bisa ikan piranha tenggelam, yang benar saja " ucap fian.


" sepertiny mulutmu sudah tak di servis " kata aura sambil menatapnya tajam.


" ehmmm aku akan memeriksa yang lain " ucap fian melarikan diri.


aura tersenyum kecil namun masih bisa dilihat oleh sita.


sita lega karena sahabatnya ini baik baik saja.

__ADS_1


__ADS_2