Aura Dan Aurel

Aura Dan Aurel
episode 3


__ADS_3

Hallo semua salam dari author


mohon dukungan kritik dan sarannya yah, ini karya pertama saya, semoga kalian syukaa,,,


jangan lupa tinggalin jejak tekan like, dan tentunya masukin dalam daftar vaforite kalian, terimakasih 😊


tak terasa sudah 3 hari berlalu sejak kejadian yang hampir membuat para bodyguard itu ngompol dalam celana, bahkan sudah ada yang mengompol.


sita dan fian kini sudah kembali ke london setelah mengantarkan barang barang ku sini.


keluarga aura yang di sana juga sudah aura hubungi mereka memakluminya, apa pun yang membuat aura bahagia mereka juga bahagia, lain halnya dengan ketiga abangnya disana, anak dari tante ratih dan om marcel, yaitu abang kevin, kenzo dan keenand, mereka ingin ikut kemari bersama aura, namun om dan tante melarangnya, karena takut akan merepotkan aura.


aura pov.


pagi hari menjelang, suara kicauan birung membangunkan ku dari alam bawah sadar ku, kini aku sudah selesai bersiap siap, rencananya hari ini aku akan mendaftar di kampus ternama di kota ku, dan mencari orang orang yang akan ku jadikan sebuah mafia.


" morning all " ucap ku sambil duduk di meja makan.


" morning juga sayang " ucap semuanya serempak. kecuali bang ricky aku tak melihat kehadirannya di sini.


" baba dimana mom " ucap ku sambil memakan roti.


" tadi malam abang mu pulang ke apartemennya, ada urusan penting sehingga tak pamit pada mu " kata mama.


aku hanya ber oh ria.

__ADS_1


" aura hari ini akan pergi mau cari kampus baru, melanjutkan study aura, boleh ya pah, kakek " ucap ku penuh harap.


" tentu, segalanya untuk cucu ku " ucap kakek, papa dan mama hanya tersenyum menganggukkan kepala mereka, tandanya boleh.


" yeah, kakek ku yang terbaik " kata ku.


" ya sudah aura pamit dulu" imbuh ku lagi.


" hati hati sayang " kata mama.


" iyha " saut ku setengah berteriak.


aku mulai melajukan motor sport ku membelah jalanan di kota, aq sengaja lewat jalan sepi karena jalan ini terkenal rawan kriminal seperti perampokan bahkan pembunuhan, anehnya polisi tak ada yang bisa menangkap mereka.


di tengah perjalanan ada sebuah mobil yang tengah di rampok oleh kelompok preman, tak salah lagi itu pasti mereka.


" jangan mencampuri urusan kami nona manis, kau lebih cocok menjadi bantal tidur kami " ucapnya dengan senyum nakalnya.


" kalau begitu lawan aku " kataku dingin memancarkan aura pembunuh.


tanpa pikir panjang lagi, akhirnya pertarungan 1 lawan 10 di mulai.


tak sampai sepuluh menit aku menjatuhkan mereka semua dengan seteguk darah dari mulut mereka.


aku mengeluarkan pistol ku.

__ADS_1


" ikut dengan ku, mati atau membusuk dalam penjara " kataku dingin sambil menodongkan senjata ku ke arah mereka.


" ba baiklah kami ikut dengan mu, tolong jangan laporkan kami, kami punya keluarga istri dan anak " ucap salah satu dari menereka memohon kepada ku.


" baiklah datang ke alamat ini besok pagi " kata ku sambil menyodorkan sebuah alamat mansion yang sudah ku beli tempo hari.


mereka menerimanya.


" jangan coba coba mengkhianati seorang aura, aku benci pengkhianat " ucap ku tajam menatap mereka semua.


" dan segeralah pergi dari sini, sebentar lagi polisi datang, dan kembalikan apa yang telah kalian ambil dari pria itu " imbuh ku lagi.


tanpa pikir panjang mereka langsung mengembalikan semua hasil rampokannya.


lalu pergi meninggalkan lelaki paruh baya yang babak belur tak sadarkan diri.


" tuan, tuan sadarlah " ucap ku menyadarkannya.


dia mulai mengerjapkan matanya menatapku intens, entah apa yang di pikirkan olehnya, terdengar suara sirine ambulan dan polisi datang, aku langsung meninggalkan tempat itu.


tanpa ku sadari ada seseorang di balik pohon menatap ku, bukan seseorang bahkan beberapa orang memakai pakaian setelan jas hitam.


aku kembali melajukan motor ku sampai ke tempat tujuan ku, sebuah universitas elit di kota ku.


aku memarkirkan motor ku, sontak semua mata melihat ke arah ku, entah apa yang di pikirkan oleh mereka, aku hanya cuek, dan menampakkan ekspresi dingin ku.

__ADS_1


lalu menuju ruang dekan.


__ADS_2