
sore hari menjelang aurel bersiap siap pergi ke alamat yang telah di berikan oleh sita kepadanya.
kini dia sudah berada di depan pintu sebuah mansion yang begitu besar dan luas.
dia menekan bel tak lama kemudian pintu terbuka.
aurel langsung memeluk seseorang yang membukakan pintu untuknya tak lain dan tak bukan itu adalah aura.
aurel memeluk aura sangat erat dan menangis dalam pelukan aura.
aura menuntun aurel masuk dan duduk di ruang tamu masih falam posisi berpelukan.
" maafkan aku kak, maaf " kata aura lirih dia juga ikut meneteskan air matanya.
" kenapa kau melakukan hal ini, gadis bodoh " ucap aurel menatap aura.
" belum saatnya kakak mengetahui semuanya tentang diriku dan apa yang aku lakukan, tujuan ku saat ini hanya satu yaitu menemukan orang tua kita. " ucap aura menatap aurel penuh arti.
" mereka jelas jelas membuang kita kenapa kau masih mencarinya, kita sudah mendapatkan keluarga yang menyayangi kita,, dan,, " kata aurel terputus.
" apa yang terlihat oleh mata, belum tentu itu yang sebenarnya, " ucap aura menatap aurel tajam.
" kenapa menatap ku seperti itu " kata aurel bingung.
" satu pesan ku kak, jauhi tuan dirga, dia sangat berbahaya " kata aura serius.
" maksud muu " tanya aurel.
" jauhi saja dia " kata aura menegaskan dan aurel mengangguk setuju,
__ADS_1
kemudian mereka kembali berpelukan, menceritakan tentang diri masing masing, bahkan tentang kia.
" kia kembali ra. aku takut " ucap aurel menggigil ketakutan.
" tenanglah, semua akan baik baik saja, tak akan ku biarkan dia menyentuh mu bahkan seujung rambut pun " ucap aura dengan kilatan mata membunuh menahan amarah, namun aurel tak melihatnya karena aurel memeluk aura.
" sekarang dengarkan aku, untuk beberapa saat ini jangan sampai ada yang tau bahwa kita ini kembar, dan sekarang ini kita akan bertukar posisi, aku yang akan pergi ke kampus besok menemui kia, dan untuk sementara kaka bersembunyi disini bersama sita dan fian, mereka akan menjaga mu, oky ?"
kata aura menjelaskan.
" baiklah " jawab aurel tersenyum.
hari menjelang malam aura kini sudah bertukar peran, aura yang asli kembali ke rumah utama dirgantara.
saat dia masuk rumah sangat ramai seperti kedatangan tamu namun aura acuh dan bergegas menuju kamarnya.
" aura sini sayang, papa ingin kenalin kamu sama rekan bisnis papa sekaligus sahabat kecil papa " ucap pak hendra.
" ternyata gadis ini anaknya hendra " batin pak rusland tersenyum melihat aura.
aura mengernyit heran menatap pak rusland, dia mengira om itu pria hidung belang.
" dasar tua bangka, gak ingat umur " umpat aura dalam hati.
" aura kenalin ini pak rusland teman kecil papa, dia baru berkunjung kesini makanya kau tak pernah melihatnya, papa juga mau kenalin kamu sama anak pertamanya om rusland nanti tadi dia ke toilet sebentar. " kata hendra tersenyum menatap putrinya.
" hay om " ucap aura menyapa.
" kita bertemu lagi nak " ucap pak rusland pelan yang tak bisa di dengar oleh pak hendra namun masih bisa di dengar oleh aura.
__ADS_1
aura semakin mengernyit kebingungan nmun dia hanya tersenyum menanggapi perkataan om rusland.
" pah, om maaf aura capek mau istirahat, " ucap aura bangkit dari duduknya dan beranjak pergi meninggalkan mereka tanpa menunggu jawaban dengan wajah datarnya.
" kenapa dia kembali seperti dulu lagi " ucap hendra bingung, dan membiarkan putrinya pergi.
" maaf ya land, mungkin dia lelah " ucap hendra tak enak hati.
" gak papa ko dra, mungkin dia memang lelah maklum anak muda " ucap rusland bercanda mereka pun tertawa bersama.
aura menuju kamarnya namun dia di tbrak oleh laki laki hingga dia terjatuh tersungkur kelantai.
" akhhh, siaaaaalll, " ucap aura terjatuh.
" maaf maaf nona aku tak melihat mu tadi " ucap roland membantu aura berdiri, namun di tepis kasar oleh aura.
" gadis inii " ucap roland membatin sambil tersenyum.
" apa maksud mu maaf, bagaimana kau melihat ku jika mata mu itu fokus pada ponsel saja,, gunakan mata mu saat berjalan atau aku akan,, " bentak aura berhenti karena di hentikan oleh mita.
" eh ada apa ini ko ribut ribut " ucap mita melihat putrinya marah.
" maaf tante tadi aku gak sengaja nabrak dia " ucap roland.
" aura gak boleh marah marah gitu sama tamu sayang " ucap mita menegur aura.
" dia tamu papa bukan tamu ku, dan dia bersalah jangan harap aku akan berlaku sopan padanya " ucap aura dingin menatap roland, sedang lelaki itu menatapnya dengan penuh tanda tanya.
" dia seperti gadis yng berbeda namun sama " pikir roland.
__ADS_1
" kenapa aura kembali kasar seperti yang dulu lagi, " batin mita kaget melihat sikap aura yang slalu berubah.