
aura mengepal tangannya menahan amarahnya yang sudah sampai ke ubun ubun, apalagi setelah mendengar bahwa dia telah menyiksa aurel sampai luka akibat terbakar.
kini aura sudah tak mempedulikan tatapan orang orang yang melihat penampilannya bahkan dosen dosen turut hadir menyaksikan kejadian ini.
aura berjalan maju mendekati kia, sedangkan kia mulai berjalan mundur ketakutan.
plaak,,,
" itu karna kau sudah berani menyentuh ku "
plak,,
" itu karna kau sudah membully kakak ku aurel "
aura menampar kedua pipi kia secara bergantian, orqng orang yang berada disana tak berani menhentikannya.
plakk,
" karna dirimu kka ku hampir tiada, karna percobaan bunuh diri.
plaakk,,
" kau sudah menggores kulitnya dengan luka bakar'"
darah segar keluar dari bibir kia, dia minta tolong agar seseorang menolongnya namun tak ada yang berani menolongnya.
ketika aura kembali ingin menamparnya tangannya di tahan oleh ricky.
" cukup de, cukup " ucap ricky menenangkan aura, namun aura menatapnya dengan tatapan membunuh nafasnya sudah tak beraturan.
" lepaskan tangan ku, dan jangan ikut campur " ucap aura dingin.
" apa kau akan membunuhnya " ucap keenand ikut menimpali.
__ADS_1
" jangan panggil aku aura willona dirgantara jika aku tidak melenyapkannya saat ini juga " ucap aura yang kini matanya sudah memerah akibat amarah yang masih tertahan.
" cepat pergi dari sini, aura hilang kendali saat ini, dia bukan aura " ucap sinta.
" apa maksud mu " tanya ricky.
" akan ku ceritakan nanti, yang jelas kita harus menahannya, " ucap kenzo.
aura berjalan mendekati kia dengan amarahnya.
namun dihalangi oleh ricky, raka, fian, keenand, kevin dan kenzo, sedangkan sita menjaga aurel agar tetap berada di mobil.
" jangan menghalangi ku " ucap aura dingin.
" sadarlah ini bukan diri mu " ucap kevin.
" hey kau cepat pergi dari sini " teriak kenzo pada kia.
lalu kia pun segera pergi.
tanpa menunggu lama pertarungan mereka pun terjadi.
hanya butuh lima belas menit mereka semu di kalahkan oleh aura dengan memegang dadanya.
" kalian bukan tandingam ku, dasar sampah " ucap aura tersenyum meremehkan.
pertarungan kembali terjadi karena aura masih di kuasai oleh sosok lain yang ada pada dirinya, ketika akan kembali menyerang, aurel memeluknya dari belakang.
" astaga, adee tenanglah, ini bukan dirimu tenanglah, tenaaaannggg oky, tenang " ucap aurel sambil memeluk aura.
aura kini mulai tenang, dia mulai memejamkam matanya, namun dia merasakan seseorang mengawasi mereka, dia berbalik menatap aurel, lalu melempar aurel hingga terjatuh ke tanah.
dorrrr,,
__ADS_1
satu tembakan mengenai dada aura bagian kiri.
" siaaaalll, " umpat aura lalu melempar belati ke arah pohon, sosok bayangan hitam jatuh daro arah pohon.
aura tersenyum sebelum jatuh tak sadarkan diri.
" auraaaa " teriak mereka serempak melihat aura tergeletak tak sadarkan diri.
raka dan fian langsung menangkap orang itu sedangkan yang lain menolong aura.
" aura bangun dek, dede bangun, cepat bawa ke mobil " ucap ricky.
mereka pun langsung membawa aura ke rumah sakit.
sesampainya di rumah sakit aura langsung masuk ruang operasi untuk mengeluarkan peluru yang ada di dadanya.
semua orang terlihat begitu mengkhawatirkan aura.
" ini semua salah ku, jika tidak aura pasti akan baik baik saja " ucap aurel menangis.
" tidaak, ini bukan salah mu, dia pasti akan baik baik saja " ucap sintA.
dua jam kemudian dokter keluar dari ruang operasi.
" bagaimama adik saya dokter, apa dia baik baik saja, apa dia sudah sadar " ucap aurel sambil menghapus air matanya.
" maaf kami sudah melakukan yang terbaik nona aura tak dapat kami tolong " ucap dokter.
" tidak mungkin, coba periksa lagi kau pasti salah " ucap fian.
" selamatkan adik ku atau ku ratakan rumah sakit ini dengan tanah, cepaaatt " ucap ricky.
sedangkan aurel pandangannya buram kepalanya sakit dan mulai kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
brugh,,,,