
mereka semua masih berdiri menghadap aura dengan tatapan meremehkan dan mengejek namun ada juga yang bergidik ngeri karna tatapannya itu.
" hey menyingkirlah dia nona aura, apa yang kalian perbuat " terik pak mario selaku pemimpin dari mereka semua dari kejauhan.
lalu mereka semua mematung dan langsung memberi jalan untuk aura, namun aura lebih dulu menerobos mereka lalu berlari memasuki pintu utama.
ketika pintu terbuka, semua keluarga lukmana dan dirgantara berkumpul duduk di ruang tengah sambil menunduk menangis,
ketika aura masuk semua menoleh ke arah aura.
" dimana kakek " ucap aura bergetar sambil menahan tangis.
" di kamar sayang " ucap pak hendra sambil menangis.
sontak aura berlari menuju kamar kakeknya, putri membuka pintu terlihat sang kakek terbaring di atas kasur.
di kamar itu ada abangnya ricky dan paman dokter abraham menunduk.
" kakek,,, hiks hiks hiks,, kakek " tangisnya pecah sambil memeluk kakeknya.
di saat itu pula semua anggota keluarga masuk tak terkecuali fian dan sita.
" apa harus tunggu kakek merenggang nyawa kau baru pulang menemui kakek nak " ucap tuan dirga.
sontak aura berhenti menangis dan mengangkat kepalanya, karena mendengar suara dari sang kakek.
" hah,,," ucap aura tak percaya.
dan melihat ke arah semua keluarganya dan di sambut senyum manis oleh seluruh anggota keluarganya.
" apa maksudnya semua ini, kalian semua berbohong kepadaku " ucap aura lembut.
" sayang kami semua tak bermaksud seperti itu, jika tidak begini kau tak mau pulang dede" ucap ricky menatap adiknya.
dede adalah panggilan sayang semua anggota keluarga untuk aura, sedangkan sebutan untuk ricky baba.
" tapi tak begini caranya " ucap aura berdiri.
__ADS_1
" kalian semuaa yang ada disini ikut aku keluar, " kata aura tegas.
suasana di dalam ruangan menjadi dingin seketika.
" keculi kakek ku " imbuh aura dengan nada lembut.
sontak semuanya kaget dengan perubahan aura, fian dan sita bersikap biasa saja karena ini bukan yang pertama kali bagi mereka.
aura langsung berjalan keluar dan di ikuti yang lainnya.
" ehemzzz kenapa perasaan ku gak enak yah " ricky membatin.
" ini semua karena ide laknat mu itu " kata mama mita,
dan langsung mendapat tatapan membunuh dari lainnya ke arah ricky.
" setidaknya dede kita kembali bukan " kata ricky gugup.
sontak semua keluarga pun lemas kembali menerima nasib mereka, entah apa yang akan aura lakukan saat ini, yang jelas mereka tau aura dalam mode marah.
" ahaahahahhhahhh,,,,, rasakan itu " ucap tuan dirga tertawa.
semua sudah berkumpul di halaman depan kediaman dirgantara.
semuanya menunduk lesu, tak terkecuali semua bodyguard itu.
aura berdiri di depan mereka semua dengan tatapan mengintimidasi.
" ini adalah hukuman untuk kalian semua " ucap aura dingin.
dia membagikan apel kepada seluruh anggota keluarga dan vas bunga yang terbuat dari tanah liat kepada body guard termasuk ricky.
" adik apa yang akan kau lakukan " ucap ricky.
" diam dan ikuti saja maka semuanya akan cepat selesai " ucap aura lembut.
bahkan mimik wajah aura sekarang berubah, tadi seperti singa betina sekarang mirip anak kecil dapat mainan baru.
__ADS_1
" papa mama bi mei, paman bobi dan om dokter letakkan apel itu di atas kepala, " ucap aura.
" sedangkan untuk yang mendapat gucy letakkan itu di ************ atau antara kedua paha. " imbuhnya lagi.
" astaga dede " ucap ricky.
namun aura tak menggubris perkataan abangnya itu.
" fian kemarikan senjata ku " kata aura.
lalu fian menyerahkan sebuah busur dan anak panahnya.
lalu aura mulai membidik apel di atas kepala keluarganya dan yah semuanya tepat sasaran.
mereka pun bernafas lega.
sekarang aura beralih ke para bodyguard dan abangnya.
senyum manis terukir di bibir aura.
" sitaaa " ucap aura.
sita pun mengerti lalu menyerahkan sebuah pistol.
mereka yang melihatnya pun terlihat kesusahan menelan salivanya, keringat dingin mulai bercucuran di tubuh mereka.
" adik ampuni akuuu, bagaimana kalau kau salah sasaran dan mengenai junior ku, aku tak akan bisa memberikan mu ponaan " ucap ricky memohon.
melihat itu seluruh keluarga tertawa terbahak bahak.
seorang ricky yang terkenal kejam berhati dingin memohon dengan menyedihkan kepada adiknya itu pun perempuan.
" ricky nikmati saja itu, itu semua salah mu " ucap kakek sambil tertawa.
" ayah ibuuuu " ucap ricky dengan lemas penuh putus asa.
" maaf sayang papa tak bisa menolong mu saat ini " ucap pak hendra menahan tawanya.
__ADS_1
dor,, dor dor