Aura Dan Aurel

Aura Dan Aurel
episode 4


__ADS_3

hari ini adalah hari pertama ku di kampus baru ku, aku menyewa sebuah kamar kos kecil yang lumayan dekat dengan kampus baru ku, dengan alasan tidak terlalu mencolok bahwa aku berasal dari keluarga dirgantara, tentu saja seluruh keluarga setuju agar tidak terjadi sesuatu kepada ku, mereka belum tau saja siapa aku sebenarnya.


pagi ini aku berangkat ke kampus menggunakan sepeda, dengan celana jeans sobek bagian lututnya, baju kaos yang longgar namun terlihat pas di tubuh ku yang bagian depannya ku masukan ke dalam celana ku, rambut kuncir kuda tak lupa sepatu sneakers hitam.


ku rasa ini sudah sangat sederhana, di tambah tas ransel di punggung ku, aku mulai mengayuh sepeda sampai ke halaman kampus ku hanya membutuhkan waktu 20 menit.


aku memasuki kelas ku bersama dosen, lalu memperkenalkan diriku.


" perkenalkan nama ku aura willona D kalian bisa memanggilku aura " kataku.


" baiklah kamu bisa duduk di bangku kosong " kata dosen ku.


aq celingukan mencari bangku kosong untuk ku duduki, sampai seorang wanita mengangkat tangannya.


" di sini " ucapnya tersenyum padaku.


aq langsung duduk di sampingnya.


" aku gladis, semoga kita bisa berteman dengan baik " ucapnya masih dengan senyuman yang memperlihatkan deretan giginya.


aku hanya menjawabnya dengan deheman tanda aku malas berbicara dengan siapa pun.


kelas akhirnya selesai, semua penghuni kelas mulai berhamburan keluar, tapi ada 4 orang wanita dan dua lelaki datang menghampiri ku.


" aura kenalin ini teman teman ku, ini michel, lia, nita, dan dua orang pria tampan itu adit dan ronald " ucapnya mengenalkan temannya kepada ku.


" hay aura, " ucap mereka serempak.

__ADS_1


aq hanya tersenyum.


" semoga kita bisa berteman baik " ucap adit.


lagi lagi aku hanya tersenyum.


" aura kau mau ikut kita ke cafe ?? ajak gladis.


aq menggeleng


" lain kali saja, aku harus pulang " kata ku.


" baiklah mau ku antar " kata gladis lagi.


" tidak terimaksih " ucap ku sambil berlalu meninggalkan mereka.


mereka berenam terlihat bingung dengan sikap acuh ku, ah lagian bodo amatlah, aq tak punya urusan dengan mereka.


sampai disana, mereka yang melihat ku langsung berdiri menyambutku.


disana sudah terlihat sita dan fian setelah ku telfon kemarin untuk datang.


" baiklah langsung saja kalian para preman hari ini resmi menjadi bagian dari BLACK BIRD, namun sebelum itu, kalian akan tetap melakukan pelatihan dalam bertarung maupun persenjataan untuk menambah ke ahlian kalian, semua persenjataan sudah ada di gudang, selebihnya kalian bisa bertanya ke fian maupun sita " kata aura.


" dan ingat, aku benci pengkhianat jangan sesekali berniat untuk itu, kalian bisa memanggil ku nona saja " imbuh aura dengan dingin.


aura langsung menuju lantai atas tempat khusus untuk dirinya dan orang kepercayaannya.

__ADS_1


" nona apa yang akan kita lakukan selanjutnya " kata sita.


" tak usah terlalu formal disini tak ada orang lain selain kita, selain makhluk jelek itu " kata aura menatap fian.


" kau ini, bisa tidak sehari saja bicara jangan terlalu jujur " kata fian dengan wajah yang di buat buat semenyedihkan mungkin.


" aku benci wajah menyebalkan mu itu " kata sita terkekeh.


" kita hanya perlu memperbanyak anggota kita yang disini, sedangkan yang di london biarkan mereka tetap disana kita bisa memantau mereka dari sini, dan akan memanggil mereka jika kita benar benar membutuhkan mereka " kata aura serius.


sita dan fian hany mengangguk setuju.


" bagaimana dengan yang ku tugaskan pada kalian berdua " kata aura.


" aq mendapat informasi bahwa panti asuhan itu sekarang tidak ada dan telah di gantikan dengan sebuah cafe, menurut warga setempat yayasan panti asuhan itu telah pindah ke kota lain namun lebih jelas tempatnya mereka tidak ada yang tau " ucap fian.


" tetap lakukan pencarian itu " ucap aura dengan nada sendu.


" jangan putus asa begitu, yakinlah bahwa kau bisa menemukannya bahkan di belahan dunia manapun, kalian pasti bisa bersatu kembali "


ucap sita memeluk sahabatnya.


" aku yang salah karna dulu meninggalkannya, dan tak menepati janji ku " ucap aura sedih.


" tidak jangan menyalahkan dirimu sendiri atas semua yang sudah terjadi, ini sudah takdir " ucap sita menghibur sahabatnya itu.


" ehemz gue gak di ajak gitu berpelukan, kan asik tuh " ucap fian penuh harap.

__ADS_1


" dasar kutu kupret pergi sana hush " kata sita mengusir fian layaknya seekor ayam.


fian mendengus kesal pergi meninggalkan kedua wanita cerewet bin menyebalkan itu.


__ADS_2