
pagi hari menjelang, tuan dirga telah kembali kota P beserta fian dan sita karena mengurus pekerjaannya yang tak bisa beliau tinggalkan.
hendra dan mita sudah berada di dalam ruangan menunggu aura membuka matanya.
sedangkan fian, dan trio K (kenand, kevin dan kenzo ) belum dtg karena mereka menginap di hotel.
jam menunjukan pukul 8 pagi, aura mulai membuka matanya perlahan.
hal pertama yang dia lihat adalah ruangan serba putih bau khas obat obatan seakan menusuk indra penciumannya.
" dimana aku " ucap aura lirih.
" kau sudah sadar, syukurlah " ucap mita bahagia lalu mencium kening aura.
" siapa anda, lalu bagaimana aku berada disini " ucap aura memandang hendra dan mita bergantian.
melihat hal ini tatapan mita berubah menjadi sendu, hendra yang menyadari hal itu langsung memeluk istrinya agar tenang.
" kita jelaskan padanya pelan pelan " ucap hendra.
mita menganggukan kepala tanda setuju, sedangkan aura memandang mereka berdua penuh tanda tanya.
" kalian belum menjawab pertanyaan ku " kata aura lagi.
" baiklah aku akan menjelaskan semuanya pada mu " ucap mita.
" kamu adalah putri ku, aura willona dirtagantara, kamu datang ke kota ini bersama teman teman mu untuk mengikuti kegiatan yang di selenggarakan oleh pihak kampus mu, lalu kamu tenggelam di sebuah danau, dan mengakibatkan kamu amnesia sayang " ucap mita lirih.
" benarkah " kata aura.
__ADS_1
mita dan hendra menganggukan kepala mereka.
" lalu dmna teman teman ku " tanya aura.
" mereka telah kembali ke kota P " kata mita lembut. aura hanya ber oh ria.
mita mulai menceritakan semuanya agar aura dapat mengingat sedikit memori tentang kehidupan dia sebelumnya dan di selingi beberapa candaan yang membuat mereka tertawa.
lalu suster membawa bubur untuk aura sarapan dan menyerahkannya pada pihak keluarga.
" ayo sekarang buka mulut mu, kau harus sarapan sayang agar cepat sembuh " ucap mita sambil menyodorkan sesendok bubur ke depan mulut aura.
aura membuka mulutnya menerima suapan bubur itu, tanpa ia sadari air matanya menetes.
" kenapa kau menangis sayang " ucap mita mengusap air mata aura.
" entahlah aku hanya merasa seperti pertama kali di perlakukan seperti ini " ucap aura.
" jangan menangis, mulai hari ini mama akan menyuapi mu makan setiap harinya " ucap mita.
" bagaimana tidak kau merasa seperti ini, ini memang kali pertama aku menyuapi mu dalam sepuluh tahun terakhir, kau selalu menolak jika aku memanjakan mu layaknya seorang putri keluarga dirgantara, kau selalu bersikap dingin kepada kami semua, bahkan hari ini aku seperti bertemu orang baru, seperti bukan aura yang ku kenal " mita membatin.
mereka masih asyik berpelukan sehingga tak menyadari bahwa ricky telah datang berasama trio k.
" asyik nyaa berpelukan, apakah aku boleh ikut " kata ricky bercanda.
" siapa kau " kata aura yang menatapnya dengan tatapan bingung.
" eh,, oh,, mm,, a aku baba mu, apa kau lupa " kata ricky.
__ADS_1
sedangkan aura menatap mita dengan tatapan minta penjelasan.
" baiklah, ibu hampir lupa tentang bocah tengik ini " kata mita.
" ibuuuu " rengek ricky, layak anak kecil.
" dia abang mu, di putra kandung ku, sedangkan yang orang tiga itu, abang angkat mu, anak dari tante ratih dan om marcell, dari london.
" hai adik kami sangat rindu padamu " ucap mereka bertiga bersamaan.
tak lama kemudian mereka berebut maju ke samping aura.
aura menatap mereka satu persatu dengan intens.
sontak aura memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing.
" kau kenapa de " ucap ricky khawatir.
" entahlah mungkin hanya penglihatan ku saja, mereka semua terlihat sama " ucap aura.
sontak mereka semua saling berpandangan lalu tertawa lepas dengan apa yang di katakam aura tadi, namun orang yang di tertawakan bingung.
" kalian berhenti menertawakan putri ku " ucap mita.
" mereka kembar sayang, mungkin kau akan mengingat mereka saat ingatan mu kembali " imbuh mita.
aura hanya menganggukkan kepalanya.
mereka pun mulai bercengkrama menceritakan hal hal yang berkaitan dengan aura, agar aura dapat terbantu mengingat memorinya kembali.
__ADS_1
tiga hari berlalu mereka lewatkan, kini semua sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya, aura sudah mengenal mereka semua namun aura merasakan hal aneh, dia sperti menemukan hal baru, ini bukan keluargannya.
kini dia sudah di ijinkan pulang, dan kembali ke rumahnya kediaman dirgantara.