
Kota Beruang Putih
Dikamar penginapan terlihat seorang pemuda sedang duduk lotus, membuka matanya secara pelan - pelan diikuti munculnya senyum bahagia diwajah tampanya setelah itu dia berdiri dan mulai meregangkan badan dikarenakan lelah duduk dengan posisi lotus
"akhirnya latihanku selesai juga!! aku mengira bahwa sudah puluhan tahun terlewati ternyata hanya beberapa jam saja didalam kamar, ini sangat aneh!!" ucap Ling Yan dengan sedikit mengerutkan keningnya tapi Ling Yan tidak memperdulikan hal - hal sepele seperti itu dan berfikir jika itu effect dari salah satu Api Surgawinya
"dari pada aku memikirkan hal yang tidak menguntungkanku lebih baik aku keluar saja dan menyambut semua hartaku" ucap Ling Yan dengan sedikit terkekeh
setelah Ling Yan melangkah keluar dan membuka pintunya terlihat 6 orang sedang duduk didekat pintu Ling Yan ke 6 orang tersebut pun terkejut dan secara reflek menodongkan senjatanya ke arah Ling Yan.
Ling Yan yang melihat itu hanya tersenyum karena sudah tahu sejak awal jika tujuan mereka memata matai Ling Yan karena telah membunuh salah satu anggota keluarga mereka.
mereka ber 6 semakin bergetar karena bukanya panik atau takut malahan bocah berumur 15 tahun didepanya tersenyum seperti sudah menduga hal ini akan terjadi.
"sepertinya kita tidak memiliki pilihan lain, cepat serang bocah itu" ucap pemimpin kelompok tersebut
ke 5 orang itupun menyerang secara brutal ke arah Ling Yan terdengar teriakan jurus - jurus terkuat mereka saling bertabrakan ke arah Ling Yan
"Duarrrr"
"Duarrrr" suara ledakan berkali kali di lantai tersebut tetapi karena Ling Yan sudah menebak apa yang akan terjadi dia sudah menyiapkan dan memasang formasi ilusi
"Bruakkkk" ke 5 orang tersebut terpental kearah tembok dan meneteskan sedikit darah merah dibibir mereka
tetapi dengan sifat kebengisan Ling Yan dengan senang hati menghabisi mereka ber 5 layaknya semut dan hanya menyisakan pemimpinya saja yang berencana berlari dan mengatakan semua yang terjadi dipenginapan itu
tetapi sebelum dia berlari terdengar suara gumaman yang sangat lebut tapi sangat mematikan
"Langkah Bayangan" gumam Ling Yan pelan
seketika pemimpin tersebut tersungkur ke pojok penginapan, mungkin jika seseorang yang lebih lemah darinya akan langsung mati karena organ dalamnya hancur.
"kau-kau iblis!!!!" ucap Pemimpin itu yang sedang bergetar ketakutan tetapi tetap berusaha berdiri untuk tetap melawan
"kenapa di alam ini semua musuh sangat membosankan? apakah karena aku berada dikota kecil ini?" gumam Ling Yan
sedangkan dihadapan Ling Yan terlihat 5 mayat tak utuh dan 1 orang berdiri dengan gemetaran memegang pedangnya.
tanpa pikir panjang Ling Yan hanya melambaikan tanganya pelan dilapisi oleh api merahnya seketika ke 6 orang itu lenyap dan hanya menyisakan cincin penyimpanan dan abu mereka
"jika musuhnya selalu begini aku takut dewa yang sedang melihatku akan mati kebosanan dan menyesal memberikan semua ini kepadaku" gumam Ling Yan dalam hati
"semoga saja setelah ini aku menemukan musuh yang lebih menyenangkan" gumam Ling Yan lagi
Ling Yan berjalan mengambil cincin ruang tersebut dan menghancurkan formasi ilusi tersebut saat Ling Yan berbalik terlihat seorang wanita cantik sedang berdiri didepan pintunya.
__ADS_1
"Gege!!! dari mana saja kau!? aku sudah menunggumu cukup lama disini?" ucap Su Lan sedikit kesal karena selalu diabaikan
"Lan'er sepertinya kita harus membicarakan sesuatu yang sangat serius mari kita kebawah dan makan sambil membicarakan hal ini" ucap Ling Yan dengan wajah serius Su Lan pun ikut serius
saat mereka makan Ling Yan sedikit basa basi mencairkan suasana saat keduanya mulai santai Ling Yan mulai bicara.
"Jadi begini Lan'er, apakah kau tidak ingin kembali kekeluargamu? kau tau sekarang aku bahkan memusuhi keluarga Ming dan suatu saat mungkin aku akan memusuhi segalanya yang ada didunia ini jika kau mengikutiku mungkin kau akan terluka dst" Ling Yan menjelaskan dengan nada khawatir
Su Lan yang mendengar itu hanya menangis dan berlari kekamarnya seperti ditolak dengan halus oleh Ling Yan tetapi setelah berpikir secara matang didalam kamarnya apa yang dikatakan Ling Yan ada benarnya karena sifat serakahnya dan kelicikanya.
"apakah aku mengikuti Yan Gege saja? dan berusaha agar dia menyukaiku? karena aku sudah tidak bisa lepas dari perasaan ini" gumam Su Lan
"Baiklah aku akan meninggalkan segalanya dan mengikuti Yan Gege dari pada pulang kekeluarga sampahku yang hanya memikirkan kehormatan saja" ucap Su Lan
Su Lan pun keluar dari kamarnya namun saat dia membuka pintu hanya terlihat seorang bocah berumur 15 tahun sepertinya tertidur didepan pintunya seperti sangat mengkhawatirkanya.
"sepertinya aku benar - benar menyukai bocah aneh ini seperti aku telah mengenalnya miliayaran tahun bahkan lebih" ucap Su Lan dengan senyum diwajahnya
setelah itu Su Lan membawa Ling Yan kedalam kamarnya dan menidurkanya di kasurnya sedangkan Su Lan duduk disampingnya dengan posisi lotus
setelah terbangunya Ling Yan hanya mengusap wajahnya dan menoleh ke arah Su Lan
"Lan'er maafkan aku karena mengatakan hal seperti itu seperti kemarin tapi aku benar - benar tak ingin dirimu terluka mungkin saja aku berubah menjadi monster yg hanya dipenuhi nafsu balas dendam dimasa depan makanya itu a..." sebelum menyelesaikan ucapanya Su Lan menc*** bibir Ling Yan yang tipis agar diam dan paham.
tetapi karena kepolosan Ling Yan hanya mempersulit suasana.
sedangkan Su Lan yang tenggelam didasar rasa malu hanya mencubit perut Ling Yan berkali kali akhirnya keduanya diam dan mulai mencerna pelan - pelan hal yang sedang terjadi sekarang.
"Aku tak peduli gege mungkin saja aku akan terus mengikutimu sampai akhir hidupku" ucap Su Lan
"hahh... kenapa wanita saat keras kepala sekali" gumam Ling Yan dalam hati sedikit tersenyum kecut diwajahnya
Su Lan yang menyadari itu hanya membalas senyum hangat dengan senyum kecut Ling Yan
"Terserahlah lebih baik kita bersiap jika memang begitu jangan salahkan aku jika dimasa depan aku akan membantai seluruh keluargamu atau yang lainya" ucao Ling Yan dengan nada sedikit tegas
Su Lan hanya mengangguk karena telah memikirkan semua resikonya mereka pun berjalan keluar penginapan lalu dijalan tanpa disengaja Ling Yan bertemu dengan
-Tahapan Fana :
Pembentukan Tubuh 1-9
Pembentukan Inti 1-9
Penyempurnaan Qi 1-9
__ADS_1
Penyempurnaan Roh 1-9
Jalan Surgawi 1-9
Nirwana 1-9
Mahayana 1-9
Half Saint ( Rendah-Menengah-Puncak )
-Tingkatan Senjata :
Tingkat Bumi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Langit (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Surgawi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Ilahi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Kuno (Menengah-Tinggi)
-Tingkat Teknik :
Teknik Perunggu
Teknik Perak
Teknik Emas
Teknik Bumi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Surgawi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Ilahi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Kuno (Menengah-Tinggi)
-Tingkatan Pil
• Pil Fana 1 - 9 ( Perunggu - Perak Emas )
• Pil Dewa Biasa 1 - 9 ( Perunggu - Perak - Emas)
• Pil Dewa Sejati 1 - 9 ( Perunggu - Perak Emas )
__ADS_1
Bersambung....