Awal Dari Penguasa Alam Semesta

Awal Dari Penguasa Alam Semesta
CH. 05 Keluar Dari Hutan


__ADS_3

Hutan Kematian


Su Lan yang sedang bediri di tepi pohon melihat Ling Yan tertidur hanya tersenyum dan berpikir membalas kebaikanya dengan memburu hewan dan memasaknya karena dia belum sempat berterimakasih tadinya


"huh malahan dia tertidur duluan aku kan ingin berterima kasih!!" ucap Su Lan dengan wajah mengembung dipipinya karena kesal


"lebih baik aku mencari binatang buas untuk dimasak sebagai ucapan terimakasih" ucap Su Lan lagi terlihat malu diwajahnya saat mengiat dia menyuruh Ling Yan pergi karena dikira Manusia Fana


Su Lan pun beranjak dari tempatnya dan mulai mencari binatang untuk dimakan, tak jauh dari tempat Ling Yan tertidur karena jika terlalu jauh Su Lan juga takut jika ada binatang buas yang menyerang Ling Yan saat tertidur.


"hoooaaaammm" Ling Yan menguap karena telah tertidur dan cepat bangun dengan posisi duduk saat duduk dia hanya melihat seorang wanita cantik yang tak lain adalah Su Lan sedang menyiapkan makanan untuk Ling Yan


"Hmmm apakah ini mimpi?Siapa wanita cantik itu?apakah dia istriku?" gumam Ling Yan pelan tapi masi dapat terdengar oleh Su Lan


seketika wajah Su Lan tiba - tiba memerah saat mendengar di panggil istri oleh lelaki yang menyelamatkanya dari para perampok


"Ap...ap mak..sud..mu dengan istri dasar bodoh cepat makan nanti dingin makananya" ucap Su Lan terbata bata diiringi wajahnya yang memerah dan menunduk


"Apa wanita ini sakit? kenapa wajahnya memerah? Dasar wanita aneh" gumam Ling Yan dalam hati dengan wajah heran, mengingat wanita tersebut mendengar gumamanya tadi


"Apa yang kau lihat? cepat kemari dan makan!" ucap Su Lan semakin kesal karena ditatap Ling Yan seperti orang aneh


"Ahhhh baiklah" ucap Ling Yan tersadar dari lamunanya dan beranjak dari posisi duduknya berjalan ke arah wanita tersebut


sebenarnya Ling Yan tidak peduli dengan nama atau latar belakang wanita tersebut dan karena dia sibuk merampas jarahan juga dia tidak menyimak apa yang dikatakan Su Lan untuk Ling Yan sekarang yang terpenting hanyalah mencari pengalaman bertarung dan meningkatkan kultivasinya untuk membalas dendam keluarganya.


"Hooy gadis kecil siapa namamu tadi? dan kenapa kau tetap disini aku kan telah menyuruhmu pergi tadi? apa kau tuli?" ucap Ling Yan mulai kesal


"Siapa yang kau panggil gadis kecil hah? namaku Su Lan dan aku tersesat di hutan ini jadi kupikir akan percuma berjalan lagi jadi aku menunggumu terbangun dan mengikutimu, apakah kau ingin keluar hutan juga?" ucap Su Lan kesal


"Baiklah mari kita ulangi perkenalan lagi, Aku Ling Yan dan aku juga ingin keluar hutan mencari pengalaman bertarung perampok idiot tadi saat membosankan" ucap Ling Yan


"Humph jadi? apakah boleh aku mengikutimu sampai keluar hutan?" ucap Su Lan


"terserah kau saja nona su jika benar ayo sekarang berangkat jika malam banyak binatang mengerikan berkeliaran" ucap Ling Yan dengan sedikit ngeri mengingat tanganya yang dimakan serigala merah padahal itu terjadi disiang hari


mereka berdua pun berdiri mulai berlari karena tak ingin bertemu binatang buas yang menyusahkan menghabiskan waktu mereka


saat berlari mereka berdua mengobrol santai karena jika tidak suasana akan terlihat canggung


"emmmm bocah aneh kenapa semua hewan saat melihatmu mereka berlari?" ucap Su Lan keheranan


"Aku juga tidak mengetahuinya, mungkin karena aku membawa wanita yang mengesalkan sepertimu disampingku" ucap Ling Yan dengan senyum kecil


"Apa maksudmu mengesalkan?" ucap Su Lan dengan kesal dan Ling Yan hanya tersenyum melihat wajah Su Lan


"Lebih baik kau saat keluar nanti mencari keluargamu mungkin mereka sedang khawatir karena kau tiba - tiba menghilang dihutan mengerikan ini" ucap Ling Yan lagi dengan nada khawatir

__ADS_1


"huh tidak aku sangat malas bertemu mereka!!" ucap Su Lan dengan wajah marah melihat dia akan dinikahkan dengan lelaki yang tidak disukainya


"lalu apakah kau ingin bertemu keluargamu?" ucap Su Lan lagi


wajah Ling Yan terlihat murung dia teringat lagi apa yang terjadi pada keluarganya saat itu, melihat wajah Ling Yan murung Su Lan mengetahui jika dia salah menanyakan perihal itu


"Ahhh maaf karena aku menanyakan masalah pribadimu" ucap Su Lan dengan nada khawatir


"tidak apa - apa lebih baik kita cepat keluar hutan ini dan mencari tujuan berikutnya" ucap Ling Yan


Suasana menjadi canggung karena pertanyaan Su Lan tadi tak lama mereka keluar hutan dan melihat kota yang lumayan besar saat didepan gerbang kota terlihat penjaga meminta pajak masuk untuk masuk kota


"ummm tuan kalo boleh tau kota apakah ini?" ucap Ling Yan dengan nada polos setelah membayar pajak tersebut seharga 1 koin perak


"haha bocah kecil apakah kau baru disini? ini adalah kota Beruang Putih kota ini kekuasaan keluarga Meng yang sedang berkuasa saat ini dan tempat bagi para kultivator mencari senjata atau material untuk membuatnya dan kadang juga ada pelelangan untuk senjata tingkat perak" ucap penjaga tersebut menjelaskan


"terimakasih paman atas informasinya" ucap Ling Yan


setelah berjalan beberapa waktu dan membeli makanan dipinggiran jalan bersama Su Lan mereka mencari penginapan untuk menginap malam ini


"bagaimana apa kau memiliki uang? seingatku dari tadi hanya memakai uangku?" ucap Ling Yan


"Apa maksudmu dengan uangmu? itu uang kita karena telah mengalahkan para perampok itu" ucap Su Lan dengan nada sombong


"Aiyoo aku sudah tau hal seperti ini akan terjadi seperti yang dikatakan ayah wanita akan sangat peka terhadap uang" gumam Ling Yan dalam hati dengan nada sedih


seteleh beberapa waktu Ling Yan menemukan penginapan bernama Burung Putih dan memasukinya memesan 2 kamar menghabiskan 2 koin perak sedangkan harta yang ada dicincin penyimpanan para bandit hanya 200, setelah masuk ke kamar Ling Yan tidak menghiraukan Su Lan yang dari tadi berbicara dan langsung masuk kekamarnya belajar menggunakan array kedap suara setelah beberapa waktu dia pun langsung menguasainya dan menggerak gerakan jarinya tiba tiba terbentuk aray berukuran persegi.


Setelah melakukan hal itu Ling Yan mulai melihat lihat apa yang ada didalam buku kuno tersebut dimulai dari seni bela diri, informasi tumbuhan,tingkatan pil, tingkatan senjata dan yang lainya


selang beberapa waktu karena Ling Yan sangat mengantuk didalam kamarnya ia pun tertidur seperti bayi karena telah lama tidak mendapatkan ketenangan seperti ini


-Mata Uang :


1 Perak \= 1000 Perunggu


1 emas \= 1000 perak


1 batu kristal tingkat rendah \= 1000 emas


-Tahapan Fana :


Pembentukan Tubuh 1-9


Pembentukan Inti 1-9


Penyempurnaan Qi 1-9

__ADS_1


Penyempurnaan Roh 1-9


Jalan Surgawi 1-9


Nirwana 1-9


Mahayana 1-9


Half Saint ( Rendah-Menengah-Puncak )


-Tingkatan Senjata :


Tingkat Bumi (Rendah-Menengah-Tinggi)


Tingkat Langit (Rendah-Menengah-Tinggi)


Tingkat Surgawi (Rendah-Menengah-Tinggi)


Tingkat Ilahi (Rendah-Menengah-Tinggi)


Tingkat Kuno (Menengah-Tinggi)


-Tingkat Teknik :


Teknik Perunggu


Teknik Perak


Teknik Emas


Teknik Bumi (Rendah-Menengah-Tinggi)


Teknik Surgawi (Rendah-Menengah-Tinggi)


Teknik Ilahi (Rendah-Menengah-Tinggi)


Teknik Kuno (Menengah-Tinggi)


-Tingkatan Pil


• Pil Fana 1 - 9 ( Perunggu - Perak Emas )


• Pil Dewa Biasa 1 - 9 ( Perunggu - Perak - Emas)


• Pil Dewa Sejati 1 - 9 ( Perunggu - Perak Emas )


#Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2