
Di Dalam Dimensi Hukum Waktu
Seorang pemuda tampan yang terus menerus meledakan dirinya karena tidak dapat menahan Hukum Waktu yang dia pelajari dan terus beregenerasi akibat dibantu api emasnya dan tidak terasa bagi pemuda tersebut sekian tahun terlewati.
Namun setelah usaha keras yang dia jalani hanya dapat mengeluarkan 30% dari kekuatan aslinya Ling Yan hanya tersenyum kecut mengetahui hal itu tapi dia tidak menyerah dan secara perlahan akan mempelajari semuanya di dalam Goa ini.
Ling Yan berjalan keluar Goa setelah diluar dia pun menggerakan jarinya dengan cepat tapi dapat dilihat oleh mata, saat ini Ling Yan sedan memasang Formasi Ilusi karena Dimensi Hukum Waktu ini tidak bisa dibawa dan jika bisa pun Ling Yan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya.
"Lebih baik aku cepat menemui Lan'er mengingat sudah ratusan ribu tahun terlewati di dalam Goa, meskipun diluar hanya beberapa saat itu sangat membuatku merindukan senyum diwajahnya" ucap Ling Yan dengan wajah berseri seri mengingat kenangan yang dia lakukan bersama Su Lan selama ini.
setelah itu Ling Yan berlari tapi saat sampai di tempat Su Lan yang bermeditasi dia berdiam sejenak karena tidak percaya apa yang telah terjadi.
"Ap-ap-pa? apa yang terjadi Lan'er? siapa yang melakukan ini padamu? katakan padaku siapa bajingan yang berani melakukan ini padamu!!?" teriak Ling Yan dengan nada panik disertai wajahnya yang tidak sadar meneteskan air matanya melihat kondisi Su Lan
"uhuk uhuk! ba-bagaimana Gege? apakah aku sudah bisa terus disampingmu? kenapa kau menangis kau ini seperti bocah saja Gege" ucap Su Lan disertai senyum diwajahnya dengan sekujur tubuhnya yg terluka goresan pedang dan darah dimana mana, setelah mengatakan itu Su Lan pingsan karena kehabisan energi QI dan kelelahan.
setelah itu Ling Yan mendudukan Su Lan dan mulai membasahi kain yang dia keluarkan dari cincin penyimpanan dan membersihkan tubuh Su Lan yang dipenuhi darah musuh serta menutupi luka ditubuhnya.
setelah melakukan hal itu Ling Yan mulai melihat sekeliling dengan sesekali melihat Su Lan dengan wajah sedih, namun yang dia temukan hanyalah kumpulan mayat seperti kumpulan perampok.
"Apa yang sebenarnya terjadi? jika benar ini perampok tidak mungkin orang - orang ini dapat melukai Lan'er separah itu dan bandit ini Kultivasinya lumayan tinggi, hmmm sepertinya aku harus menyelidiki ini sesampainya dikota" ucap Ling Yan dengan wajah datar.
Ling Yan berjalan lagi kearah Su Lan yang terluka dan belum terbangun lalu Ling Yan mencari makanan untuk dimasak dan dimakan saat Su Lan bangun.
Akhirnya setelah beberapa jam terlewati
Su Lan terbangun lalu dengan cepat duduk posisi lotus dan mulai memejamkan matanya setelah beberapa saat dirasa tubuhnya membaik secara perlahan Su Lan pun membuka matanya dan melihat pemuda tampan sedang membakar daging.
"Gege maafkan aku karena terlalu lemah jadi aku tidak bisa melawan bandit idiot seperti mereka" ucap Su Lan dengan wajah sedih karena takut tidak mengizinkanya mengikuti Ling Yan lagi
"baiklah - baiklah, lebih baik kita makan dulu dan setelahnya membahas apa yang sedang terjadi tadi" ucap Ling Yan dengan senyum hangat mengarah ke Su Lan hal itu membuat Su Lan sedikit tenang.
"Ge-ge-gege!!! apa yang kau lakukan pada tubuhku? hik hik hik" teriak Su Lan menyadari bahwa tubuhnya penuhi perban dan masih telanjang, wajah Su Lan pun dipenuhi air mata karena takut dinilai orang Ling Yan bahwa dia seperti wanita murahan.
"itu... itu..... tadi kau terluka aku secara tidak sadar mengolesi herbal dll agar lukanya tidak semakin lebar" ucap Ling Yan dengan nada khawatir
"apakah kau melihat tubuhku? hik hik" tanya Su Lan masih dipenuhi air mata diwajahnya
"tentu saja jika tidak bagaimana diriku mengolesi luka lukamu?" ucap Ling Yan
Su Lan yang mendengar itu dengan cepat mengeluarkan pakaian baru dari cincin penyimpananya dan memakainya
"pokoknya Gege harus tanggung jawab!!! sekarang aku tidak bisa menikah lagi karena tubuhku dilihat orang yang bukan suamiku jadi gege harus tanggung jawab!!!" teriak Su Lan yang mulai menyerang Ling Yan karena kesal dengan kepolosanya
"Baiklah - baiklah bisakah kau berhenti dan mari kita makan" ucap Ling Yan dengan ekspresi jelek mengetahui wanita yang dia sukai sangat mengerikan
namun setelah mendengar jawaban Ling Yan dengan nada polosnya bukanya senang tapi semakin membuat Su Lan kesal
"tubuhku yang menggoda setiap pria dan wajahku yang selalu dipuja - puja bahkan Gege selalu mengabaikanya apakah setidak menarik itu aku baginya" gumam Su Lan dalam hati dengan wajah murung
Ling Yan yang mengetahui kemurungan Su Lan mulai mendekatinya dan kedua tangan indahnya dengan pelan mengusap air mata Su Lan dan mengelus kepalanya
"Baiklah lebih baik kita duduk dan makan, tapi ingat kita masih 15 tahun" ucap Ling Yan sedikit takut jika Su Lan marah lagi
tapi Su Lan tidak mempermasalahkan itu karena sudah sangat senang saat Ling Yan mengusap kepalanya dan mengetahui Ling Yan masih sangat polos untuk saat ini.
__ADS_1
saat memakan daging buruan Ling Yan yang dibakar Su Lan tersenyum senyum sendiri karena mengetahui mereka sekarang sepasang kekasih tapi bagi Ling Yan senyum itu sangat mengerikan mengingat yang terjadi tadi jadi dia hanya bisa berpasrah apa yang akan terjadi selanjutnya.
setelah mereka berdua selesai makan Su Lan mulai menjelaskan bahwa tiba - tiba dia dikepung beberapa orang yang mengaku sebagai bandit tetapi saat dia menjawab pertanyaan Su Lan mereka seperti berpikir bahwa jika mereka mengatakan yang sebenarnya organisasi mereka akan dalam bahaya.
Ling Yan yang mendengar penjelasan Su Lan hanya mengangguk paham dan mulai menerka nerka siapa mereka.
Flash Back Saat Su Lan Diserang
"Lihat itu! apakah itu wanita yang dimangsut oleh tuan muda yang menyewa organisasi kita untuk membunuhnya?" ucap salah satu dari pembunuh bernama Bha Su
"mungkin kau benar saudara tapi ini sangat aneh tidak seperti informasi yang diberikan kultivasi wanita ini lebih tinggi dari apa yang tuan muda itu katakan" balas salah satu mereka yang bernama Den Sa
"kita tidak mungkin salah saudara Su, lihat wajah dan tubuhnya sangat menggairahkan" balas lagi seseorang seperti mereka yang bernama Fa Gu dengan wajah sedikit meneteskan air liurnya
"Hentikan kebiasaan menjijikanmu saudara Gu!! apakah kau ingin mengoyak ngoyak tubuh dagangan kita?" ucap Den Sa sedikit berteriak ke arah Fa Gu
Fa Gu yang mendengar itu hanya mengangguk saja tapi dalam hatinya dia sangat ingin menyiksa Su Lan
"Kalian ini sangat lama padahal kalian sudah membunuh ratusan orang tapi tetap saja seperti orang suci" ucap Fa Gu dengan nada kesal
sedangkan diposisi Su Lan yang sedang bermeditasi tidak menyadari akan ketiga kehadiran itu karena menggukan tehnik tingkat perak.
tiba - tiba datang panah ke arah kepala Su Lan dengan cepat Su Lan yang menyadari itu menghindar
"Jleb" Suara panah yang menancap dipohon
namun diserang pedang dari kananya Su Lan pun melompat terdengar suara pedang tersebut juga menabrak pohon itu lalu terpotong
"Bruk" suara pohon tersebut roboh akibat tabrakan pedang
"cepat saudara Su bunuh wanita itu secara utuh' teriak Den Sa yang masih memegang panahnya diatas pohon
"Kalian berdua ini berisik sekali!! bunuh ya tinggal bunuh" ucap Fa Gu sedikit seringai kejam diwajahnya
"hehe dikala kalian beradu kata aku akan memotong motong tubuh wanita itu dengan diiringi teriakan yang indah" gumam Fa Gu dalam hati dengan wajah terkekeh
Su Lan yang tiba - tiba diserang hanya terdiam dan mulai mencerna yang terjadi secara pelan - pelan karena tidak ada kesempatan untuk kaget saat itu.
"Siapa kalian!!? kenapa kalian menyerangku!? apakah kalian salah satu anjing dari keluarga itu?" teriak Su Lan dengan wajah waspada
"lebih baik aku tidak mengatakan nama organisasi kita karena aku memiliki perasaan buruk tentang ini" gumam Bha Su dalam hati
"baiklah nona kau bisa menebak nebak siapa kita ini akan menjadi permainan yang menyenangkan" ucap Fa Gu karena Fa Gu juga memiliki perasaan yang sama seperti Bha Su
"Dasar bajingan!! mana mungkin aku melakukan hal konyol seperti itu lalu.." teriak Su Lan tapi terputus karena terlihat anak panah mulai menyerangnya
"hehe nona manis coba lebih jelas saat berbicara, apakah kau tidak diajarkan sopan santun oleh kedua orang tuamu?" ucap Den Sa sedikit terkekeh kecil karena mempermainkan Su Lan
"Hooo? dasar orang makan panahmu sendiri" Teriak Su Lan dan melemparkan anak panah yang mengarah padanya tadi ke arah Den Sa
"Jleb, Arrrrggggghhh dasar ******!!!" suara anak panah yang menusuk kaki Den Sa yang berteriak
Den Sa yang kakinya terkena panahnya sendiri pun jatuh dari pohon.
#Gtw Malas Saya Bsok Saja Lanjut
__ADS_1
-Tahapan Fana :
Pembentukan Tubuh 1-9
Pembentukan Inti 1-9
Penyempurnaan Qi 1-9
Penyempurnaan Roh 1-9
Jalan Surgawi 1-9
Nirwana 1-9
Mahayana 1-9
Half Saint ( Rendah-Menengah-Puncak )
-Tingkatan Senjata :
Tingkat Bumi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Langit (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Surgawi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Ilahi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Kuno (Menengah-Tinggi)
-Tingkat Teknik :
Teknik Perunggu
Teknik Perak
Teknik Emas
Teknik Bumi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Surgawi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Ilahi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Kuno (Menengah-Tinggi)
-Tingkatan Pil
• Pil Fana 1 - 9 ( Perunggu - Perak Emas )
• Pil Dewa Biasa 1 - 9 ( Perunggu - Perak - Emas)
• Pil Dewa Sejati 1 - 9 ( Perunggu - Perak Emas )
Bersambung....
__ADS_1