
Kota Beruang Putih
di depan pintu penginapan terlihat dua orang berpakaian rapi seperti sepasang kekasih saat memasuki penginapan seperti biasa mereka disambut oleh pelayan disana
"tuan muda apakah ingin makan? atau menyewa kamar?" ucap pelayan tersebut dengan nada sopan
"tolong beri kami 2 kamar dan 2 porsi makanan" ucap Ling Yan
"baik tuan silakan tunggu dikursi yang tuan suka" ucap pelayan lalu pergi ke dapur mengambilkan makanan
jelas - jelas hanya menyisakan 1 meja saja dan dipenuhi tatapan permusuhan terhadap Ling Yan dari pengunjung lain karena membawa wanita cantik bersamanya, mereka begitu iri sampah seperti dia tidak memiliki tingkat kultivasi tetapi bersama wanita yang seperti dewi.
Ling Yan mengabaikan tatapan para idiot itu lalu duduk di meja yang tersisa dan sembari menunggu makananya datang dia mengobrol Su Lan.
sesudah selesai makan mereka mengambil kunci kamar masing - masing Ling Yan berjalan mengikuti Su Lan kekamarnya berniat memasang Formasi Array Pelindung
"tunggu Lan'er aku ingin melakukan sesuatu dikamarmu" ucap Ling Yan sedikit berteriak karena Su Lan berjalan begitu cepat didepanya
Su Lan hanya mengangguk dengan gemetar di seluruh tubuhnya dan ditemani wajahnya yang merah merona memikirkan melakukan hal me*** bersama Ling Yan.
sesampainya dikamar Su Lan, Su Lan langsung duduk di tempat tidurnya berpasrah apa yang terjadi padanya Ling Yan hanya diam hanya melihat sikap aneh Su Lan, Ling Yan pun menggerak gerak kan jarinya dengan cepat memasang formasi array pelindung setelah selesai Ling Yan izin pamit pergi.
Su Lan hanya menganga hingga tidak menyadari Ling Yan telah pergi, dirinya hanya penuhi marah dan kagum saja terhadap Ling Yan
"ap-pa yang kupikirkan mana mungkin yan gege melakukan itu ha-ha" ucap Su Lan nada canggung didalam kamarnya
Sedangkan Di Dalam Kamar Ling Yan
sekarang Ling Yan sedang belajar meracik pil yang tidak menggunakan tungku namun hal itu menyiksa energi jiwanya yang masi lemah
banyak bahan untuk meracik pil untuk meningkatkan kemampuanya didepanya sekarang dia hanya tinggal memurnikan semua bahan tersebut hingga tidak meninggalkan Qi kotor didalamnya.
api berwarna hitam di tangan Ling Yan sedang mencoba memurnikan herbal tersebut walapun tidak beraturan sulit dikendalikan oleh sebab itu juga Ling Yan memasang formasi kuno untuk menahanya.
"Padahal masi tahap awal tapi api ini sangat kuat sekali belum lagi berevolusi ke tahap selanjutnya" gumam Ling Yan sedikit ngeri karena takut jika apinya memakan tuanya sendiri
sudah 3 hari Ling Yan memurnikan semua bahan dan mencoba menjadikanya pil untuk menaikan tingkat kultivasinya.
"saat yang ditunggu tunggu, aku berharap ini tidak gagal jika gagal aku benar - benar akan miskin" ucap Ling Yan sedikit kesal mengingat berapa yang telah ia habiskan membeli bahan meskipun menggunakan uang tuan muda ming yang ia bunuh
terdengar suara ledakan dikamar Ling Yan namun karena dia memasang formasi jadi tidak terdengar diluar seperti tidak terjadi apa apa
"Duaaarrr" suara ledakan
kedua tangan Ling Yan terkoyak dan jiwanya terluka tetapi dia tetap tersenyum karena pil yang dia inginkan akhirnya jadi
"Ahahaha Pil Fana Tingkay Perak" teriak Ling Yan kegirangan meskipun kedua tanganya hanya tersisa tulang saja
__ADS_1
"aduhhh sialan aku tidak menyadari jika kedua tanganku hanya tersisa tulang" ucap Ling Yan kesakitan dengan senyum kecut menghiasi wajahnya
walaupun sangat menyakitkan setelah beberapa menit tanganya pun kembali utuh hal itu karena api emas yang memperbaiki semuanya
"terimakasih api emas kau memang yang terbaik" ucap Ling Yan dengan senyum lebar diwajahnya
Ling Yan hanya menyimpan pil tersebut dan keluar kamarnya terlihat seorang wanita muda dengan wajah marah didepan kamarnya
"kauuuu!!!! apa kau melupakanku? kukira kau meninggalkanku hik hik" ucap Su Lan dengan nada marah dicampur tangisan diwajahnya
"eh-eeehhhhhhh" ucap Ling Yan sedikit panik karena belum pernah menenangkan wanita yang menangis
"hahhhh" suara napas Ling Yan pasrah lalu secara alami tanganya memegang kepala Su Lan dan mengelus elusnya.
"baiklah baiklan maafkan Yan gege oke? kau boleh membeli apapun dikota aku akan menemanimu" ucap Ling Yan sembari mengecek cincin ruangnya mengecek uang didalamnya
Su Lan hanya mengangguk dan mulai berjalan kebawah meskipun masih sedikit terisak setelah sampainya dibawah terlihat hawa permusuhan semakin pekat karena melihat wanita cantik yang mereka idola idolakan terlihat sisa tangis diwajahnya dan terlihat pemuda dengan wajah tampan pakaian biasa saja disampingnya.
Ling Yan hanya berpasrah dan menggerak gerakan tanganya dengan cepat dibawah meja memasang formasi agar obrolan mereka tidak didengar orang lain
"baiklah aku akan menceritakan apa yang aku lakukan 3 hari ini dikamarku" ucap Ling Yan dan menceritakan semua meskipun sedikit diberi bumbu kebohongan dibagian api surgawi karena akan sangat mengerikan jika seseorang mengetahuinya
Su Lan hanya mengangguk terlihat raut wajah khawatir ketika mengatakan kedua tangan Ling Yan terluka tetapi kembali tersenyum karena Ling Yan mengatakan 3 hari tersebut waktunya dihabiskan untuk penyembuhan
"maafkan aku gege aku begitu egois bahkan aku tidak memikirkanmu" ucap Su Lan sedikit sedih karena sifat ke kanak kanakanya
"ee-ehhhhhh apakah kita ini sepasang kekasih?" gumam Ling Yan nada keheranan
keadaan menjadi canggung lalu seorang pelayan datang seperti dewa yang mencairkan suasana meskipun hanya bertanya mereka pun berjalan keluar berbelanja melaksanakan ucapan Ling Yan
Di Keluarga Ming
terlihat 6 orang dengan wajah sedikit tua menghormat kepada seorang seperti berumur 60 tahun tapi bukan umur aslinya
"bagaimana? apakah kalian mengetahui siapa yang membunuh putraku?" tanya patriack Ming
"kami sudah mengetahuinya tuan yang membunuh 2 pemuda yang masi berumur 15 tahun" ucap salah satu dari ke 6nya
"apaaa??? putraku dibunuh bocah berumur 15 tahun? siapa yang akan percaya mendengar ini? bahkan orang idiot pun tau tidak ada pemuda seperti itu dibenua ini" ucao Patriack
"kami juga seperti itu tuan awalnya dan mencari informasi lain tapi semua mengatakan hal yang sama tuan jika pemuda tersebut berlari ke hutan dan tuan muda mengejarnya" ucap salah satu dari ke 6 mereka dengan sedikit gemetar karena tekanan patriack
"apa pemuda tersebut berasal dari alam bumi? aku mendengar dari leluhurku jika orang - orang alam bumi meskipun masih kecil sudah sangat kuat bagi kita Mahkluk Fana" batin Patriack sedikit berkeringat mengingat yang dikatakan orang-orang putranya menggoda wanitanya
-Tahapan Fana :
Pembentukan Tubuh 1-9
__ADS_1
Pembentukan Inti 1-9
Penyempurnaan Qi 1-9
Penyempurnaan Roh 1-9
Jalan Surgawi 1-9
Nirwana 1-9
Mahayana 1-9
Half Saint ( Rendah-Menengah-Puncak )
-Tingkatan Senjata :
Tingkat Bumi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Langit (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Surgawi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Ilahi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Kuno (Menengah-Tinggi)
-Tingkat Teknik :
Teknik Perunggu
Teknik Perak
Teknik Emas
Teknik Bumi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Surgawi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Ilahi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Kuno (Menengah-Tinggi)
-Tingkatan Pil
• Pil Fana 1 - 9 ( Perunggu - Perak Emas )
• Pil Dewa Biasa 1 - 9 ( Perunggu - Perak - Emas)
__ADS_1
• Pil Dewa Sejati 1 - 9 ( Perunggu - Perak Emas )
Bersambung....