
Kota Beruang Putih
Dijalan yang ramai terlihat 2 Kultivator muda yang satu cantik dan yang satu lagi tampan seperti anggota keluarga kekaisaran.
banyak orang memandangi mereka dan memiliki pandangan berbeda untuk para orang tua maupun muda memandangi wanita itu layaknya makanan yang sangat lezat sedangkan untuk para wanita tua atau muda melihat pemuda tersebut layaknya binatang buas dan menggoda bagi mereka.
kedua kultivator tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Su Lan dan Ling Yan yang memulai perjalan mereka untuk menjadi kuat tetapi mereka bertemu dengan orang yang mereka tidak kenal tapi memiliki perasaan yang familiar tapi seperti biasa Ling Yan hanya mengabaikanya
"ummmm Lan'er apakah kau tau sebaiknya kita kemana dulu?" ucap Ling Yan dengan senyum kecut mengarah ke Su Lan berharap mengetahui tempat yang menyenangkan
"Gege apa kau gila? kenapa kau malah bertanya padaku kukira kau sudah memiliki tujuan!!" ucap Su Lan dengan memegangi keningnya
Ling Yan yang mendengar ocehan Su Lan memasang wajah jelek karena dia juga bingung karena dia hanya mengetahui benua tetapi tidak mengetahui informasi tentang kota - kota dibenua Jianxeng itu karena dulu Ling Yan tidak menduga akan menjadi seperti ini
"Peta ini tidak berguna di tempat kecil seperti ini lebih baik aku mampir ke rumah makan untuk membeli informasi" gumam Ling Yan dengan menghela nafas
Su Lan yang mendengar gumaman Ling Yan hanya mengangguk pelan dan memegangi baju Ling Yan dari belakang agar tidak menghilang ditengah keramaian meskipun ia bisa mengetahui lokasi Ling Yan menggunakan QI nya tetapi itu sangat membosankan.
setelah sampai ditempat rumah makan terdapat banyak orang yang sedang mabuk maupun makan tapi tiba - tiba mereka terhenti saat melihat kecantikan yang berjalan dibelakang Ling Yan layaknya dewi dan tatapan membunuh semua orang mengarah Ling Yan
Ling Yan hanya menunjukan muka datar karena sudah bosan mengalami hal ini berkali kali dikumpulan para semut.
Ling Yan lanjut berjalan ke arah pelayan di meja paling depan dan melemparkan 5 koin perak dimeja.
"tu-tuan ini terlalu banyak apa yang anda dan nona muda tersebut pesan" tanya pelayan dengan menunduk matanya melihat ke arah koin perak tersebut
"kau bisa memilikinya jika kau menceritakan semua informasi di kota ini atau kota lain yang kau dengar termasuk tempat - tempat berbahaya yang memiliki banyak harta" ucap Ling Yan dengan sedikit tersenyum
pelayan itupun duduk didepan Ling Yan, Ling Yan yang melihat itu dengan cepat memasang formasi ilusi agar orang lain tidak melihat ataupun mendengar apa yang dikatakan pelayan tersebut.
"baiklah tuan sebenarnya di arah timur dari kota ini terdapat kota Bumi Datar seperti namanya kota tersebut juga lebih besar dari kota ini dan aku mendengar kabar bahwa disana terdapat hutan yang dipenuhi oleh monster dan sangat banyak meskipun setiap tahun diadakan festival untuk membunuh monster tersebut namun hanya bisa menguranginya saja agar tidak menyerang kota didalam hutan juga terdapat banyak harta dan tumbuhan herbal berusia ribuan tahun katanya semakin dalam masuk semakin bagus juga harta yang didapatkan" ucap pelayan tersebut menejelaskan lalu mengambil koin perak dimeja
Su Lan dan Ling Yan yang melihat itupun berdiri berniat untuk kekota tersebut tetapi saat berdiri tiba - tiba pelayan tersebut menambahkan " dan nona dan tuan hati - hati karena putra keluarga Ming dikota ini baru saja mati jadi mereka memburu orang yang membunuh putra mereka dan ciri - cirinya hampir sama seperti wajah tuan" ucap pelayan tersebut dan mulai berjalan ke dapur
Su Lan dan Ling Yan yang mendengar itu hanya mengerutkan keningnya karena memang merekalah yang membunuhnya.
"Sudahlah jika ada waktu mungkin kita bisa bertemu hartaku ini, lebih baik untuk saat ini aku fokus meningkatkan kekuatan agar bisa membalas dendam" ucap Ling Yan dengan nada bosan karena selalu mengucapkan kalimat balas dendam
mereka berdua berjalan keluar kota saat sudah mendekati hutan mereka pun berlari sedikit diiringi QI yang melindungi tubuh mereka beberapa jam setelah berlari Su Lan dan Ling Yan pun beristirahat lalu Ling Yan mengeluarkan makanan yang dia beli di cincin penyimpananya dan memakanya bersama Su Lan.
Setelah selesai makan mereka pun mulai berlari lagi tetapi Ling Yan merasakan tempat yang sangat familiar baginya Ling Yan pun berhenti beberapa saat, Su Lan yang melihat itupun ikut berhenti karena melihat keanehan Ling Yan.
"Ada apa gege? kenapa kau berhenti apakah kita sedang diikuti" ucap Su Lan pelan
__ADS_1
"ti-tidak aku hanya sedang sakit perut bisakah kau berjaga di pohon itu dan menungguku aku ingin mencari sungai" ucap Ling Yan dengan wajah yang berkeringat
Su Lan yang melihat itu hanya mengangguk dan mulai duduk dipohon dan memejamkan matanya.
Ling Yan yang meliht Su Lan mulai berlari ke arah berlawanan dan mencari lokasi aura tersebut tapi Ling Yan hanya melihat Goa.
"sepertinya ada Goa seperti tempat buku dan api ini tapi aku berharap ada harta yang lebih baik aku sudah bosan dengan penyiksaan yang kualami dari Goa sialan itu" gumam Ling Yan dalam hati dengan kesal mengingat dirinya yang disiksa habis habisan
Ling Yan pun berjalan memasuki Goa tetapi didalam Goa tersebut waktu seperti berjalan dengan sangat cepat Ling Yan yang merasakan keanehan tersebut dengan cepat membuka buku didalam otaknya setelah beberapa saat.
"Ap-ap-pa? Dimensi hukum waktu? kenapa benda yang seharusnya berada di Alam Langit berada disini? dan juga kenapa berbentuk Goa?" Gumam Ling Yan didalam hatinya yang dipenuhi banyak pertanyaan
Ling Yan yang sudah mengetahui Goa ini lanjut berjalan hanya beberapa menit diluar tetapi Ling Yan didalam Goa tersebut sudah merasakan ratusan tahun berjalan tetapi Goa tersebut seperti tidak memiliki ujung
"Arrrrggghhhh apakah kau juga saudara dari Goa busuk yang pertama!!?" Teriak Ling Yan dengan nada kesal
Ling Yan setelah mengutuk ratusan bangkan jutaan kali Goa ini tetap berjalan tanpa adanya perubahan dalam tubuh fisiknya.
setelah berjalan selama 2 ribu tahun dan diluar hanya menghabiskan waktu 10 menit saja Ling Yan melihat bola seukuran pil dan melihatnya beberapa saat laku mengeceknya dibuku semesta didalam otaknya.
"Ap-ap-pa? kenapa ada hukum waktu didunia ini? meskipun hanya secuil tapi kenapa?" ucap Ling Yan keheranan
"Mungkin jika orang normal akan langsung menelanya seperti diriku saat bertemu peta, buku dan api didalam tubuhku tetapi bagiku ini hanyalah neraka berukuran kecil bukan harta" ucap Ling Yan
setelah beberapa jam berdiam diri Ling Yan pun memutuskan untuk menelanya, saat menelanya Ling Yan baru mengingat jika itu adalah hukum waktu dan dia beberapa jam terakhir hanya memikirkan rasa sakitnya saja.
setelah beberapa ribu tahun terlewati saat mempelajari hukum tersebut mungkin jenius pun paling cepat mengusainya meskipun hanya bagian kecil akan menghabiskan 50 ribu tahun tapi bagi Ling Yan yang memiliki buku semesta dan ingatan dimasa lalunya dari pecahan mimpinya itu hanyalah masalah waktu
"Ugh sudah berapa lama aku dsini?" ucap Ling Yan mulai duduk dan memegangi kepalanya yang masih pusing
"benar juga setelah aku menelan secuil hukum waktu aku merasakan rasa sakit tiada henti seperti digoa pertama dan terus mengutuk kebodohanku" ucap Ling Yan sedikit senyum kecut diwajahnya
setelah Ling Yan diam beberapa jam menstabilkan pondasinya tiba - tiba tubuhnya hancur tetapi diregenerasi oleh api emasnya lagi itu karena tubuh fisik maupun kultivasi Ling Yan tidak dapat menahan Hukum Waktu jadi hanya bisa mengluarkan 30% dari kekuatan aslinya.
-Tahapan Fana :
Pembentukan Tubuh 1-9
Pembentukan Inti 1-9
Penyempurnaan Qi 1-9
Penyempurnaan Roh 1-9
__ADS_1
Jalan Surgawi 1-9
Nirwana 1-9
Mahayana 1-9
Half Saint ( Rendah-Menengah-Puncak )
-Tingkatan Senjata :
Tingkat Bumi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Langit (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Surgawi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Ilahi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Kuno (Menengah-Tinggi)
-Tingkat Teknik :
Teknik Perunggu
Teknik Perak
Teknik Emas
Teknik Bumi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Surgawi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Ilahi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Kuno (Menengah-Tinggi)
-Tingkatan Pil
• Pil Fana 1 - 9 ( Perunggu - Perak Emas )
• Pil Dewa Biasa 1 - 9 ( Perunggu - Perak - Emas)
• Pil Dewa Sejati 1 - 9 ( Perunggu - Perak Emas )
__ADS_1
**Bersambung....
Komen dong banh apa yang kurang? lagi pula gw gabut doang kenapa jadi rame aneh bner**