
Hutan Kematian
Ling Yan merasa senang dan juga takut karena diotaknya terdapat Peta Semesta dan jika seseorang tau dia pasti akan langsung menghilang dari dunia ini tanpa tahu siapa yang membunuhnya.
Ling Yan berjalan lagi ke arah buku berdebu tersebut dengan gemetaran karena mengingat Peta Semesta berada diotaknya saat ini, saat ia berjalan 3 langkah ke arah buku berdebu samping tengkorak tersebut.
tiba - tiba Api 3 warna yang redup itu terbang lagi ke dalam tubuh Ling Yan dan menempa seluruh tubuhnya termasuk organ dalamnya juga, teriakan mulai bergema lagi didalam goa tersebut tanpa henti hingga Ling Yan pingsan.
setelah Ling Yan terbangun dia berteriak lagi karena kesakitan karena ke 3 api tersebut masi menempa tubuhnya setelah beberapa jam Ling Yan pingsan lagi hal tersebut berulang kali hingga 3 minggu
3 minggu kemudian...
" huh huh huh dasar bajingan kenapa orang tua dulu sangat suka sekali menyiksa tubuh mereka untuk menjadi kuat " gumam Ling Yan dengan nada kesal
Ling Yan pun mulai berusaha berdiri lagi tapi selalu terjatuh dengan wajah pucatnya, setelah 3 hari tergeletak ditanah goa dan mengeluh tanpa ujung meskipun keluhanya diiringi usaha untuk berdiri akhirnya ia bisa berjalan walaupun harus menyeret dari setengah tubuhnya
Ling Yan duduk lotus disamping buku kuno tersebut berniat untuk menerobos dan terdengar suara ledakan
"Bam"
"**Bam"
"Bam**"
didalam tubuh Ling Yan dan mulai mengecek kondisi tubuhnya sekarang yang berada di ranah Pembentukan Inti ke 9 yang sebentar lagi menerobos ke Penyempurnaan Qi.
Saat Ling Yan ingun tertawa dan mengejek takdirnya tiba-tiba terdengar suara perut Ling Yan karena lapar
"ahhh sudah berapa lama diriku berada di dalam goa jelek ini bersama tulang tak berguna ini hingga membuatku lapar, lebih baik aku cepat mencari makan dan menunda menyentuh buku itu " ucap Ling Yan dengan nada kesal mengingat apa yang terjadi setelah mendekati peta dan api yang ada dalam dirinya sekarang.
__ADS_1
Ling Yan pun keluar dari goa tersebut dengan wajah segar berseri seri karena merasa tubuhnya semakin ringan ia pun berlari dan lompar dari rating pohon ke ranting pohon yang lainya mencari makanan dihutan
merasa dirinya cukup kuat ia ingin mulai melawan Serigala Merah yang katanya memiliki Qi Hitam yang melapisi gigi dan cakarnya yang tajam jika terkena akan menghentikan pendarahan musuh tetapi itu hanya berlaku bagi orang lain bukan Ling Yan karena telah menerima 3 Api Surgawi
dan karena Ling Yan tidak mengetahui informasi tersebut pun ia melawanya dan menjadikanya teman latih tanding karena serigala tersebut berada di Penyempurnaan Qi ke 2, jika Ling Yan mengetahui Serigala Merah memiliki Qi hitam pasti ia akan menjauh bukan mendekat melawanya
saat ia sudah merasa bangga bagaikan jenius yang tak tertandingi diumurnya yang hampir 16 tahun mencapain puncak pembentukan QI.
tiba-tiba serigala merah menyerang dirinya yang berada di batang pohon Ling Yan pun kaget dan terpleset jatuh hingga membuat otaknya berhenti beberapa detik dan tanganya pun putus digigit serigala tersebut terkoyak koyak didepan matanya merasa ngeri akan adegan tersebut Ling Yan mulai berlari ketakutan tetapi serigala tersebut masi mengejarnya tak punya pilihan lain Ling Yan menyerangnya dengan tehnik bela diri yang dimiliki keluarga lingnya
"Pukulan Penghancur Gunung" teriak Ling Yan
kepala serigala itupun pecah tidak dapat menahan pukulan Ling Yan
tanpa disadari tangan kiri Ling Yan pun sudah sembuh disembuhkan oleh api emas yang berada ditubuh Ling Yan karena tehnik tersebut juga menggunakan 2 tangan menyadari tanganya tumbuh kembali Ling Yan mulai merasa takut akan dirinya sendiri dan disatu sisi lain dia juga senang karena seperti memiliki tubuh abadi.
"Apakah ini karena ke 3 api sialan itu?" gumam Ling Yan
Ling Yan pun mulai membawa serigala tersebut ke goa dengan brutal ia memotong motong tubuh serigala tersebut karena telah memakan tanganya
"hahaha dasar serigala bodoh sekarang akan kusiksa kau sebagai pelampiasan api dan peta konyol kemarin" ucap ling yan sambil menyeringai lebar
setelah makan Ling Yan lanjut duduk lotus dipojokan goa karena merasa ingin menerobos dan... yang benar saja suara ledakan terdengar lagi ditubuhnya
"**Bam"
"Bam**"
"Sekarang aku telah mencapai Penyempurnaan Qi awal" Ucapnya dengan senyum lebar diwajahnya
__ADS_1
Ling Yan pun keluar goa karena merasa masi sangat siang dan dia mencoba memburu semua binatang yang berada di Pembentukan Qi dan Penyempurnaan Qi ke 3 untuk menyetabilkan pondasinya
setelah 1 minggu memburu semua binatang buas tersebut Ling Yan kembali kedalam Goa dengan senyum lebar diwajahnya yang dipenuhi darah
"Aku kembali kakek tua sekarang berikan buku jelekmu padaku" ucap Ling Yan dengan nada mengejek
Ling Yan pun melangkah ke buku berdebu tersebut dan saat menyentuhnya tiba-tiba semua isi buku miliyaran pengetahuan tentang semesta ini mengalir didalam otaknya dan seni bela diri terkuat,nama 3 api tersebut,cara menjadi alchemist dan master array
teriakan menggema sekali lagi didalam goa tersebut dan berlangsung selama 3 bulan tetapi hanya membuka secuil informasi dari buku tersebut
"Dasar dewa bajingan kenapa pelit sekali!!?, menyiksaku tanpa henti dan hanya memberi secuil informasi" ucap Ling Yan dengan nada kesal dengan senyum lebar diwajahnya
Karena Ling Yan merass sudah cukup lams berada dihutan tersebut ia pun memutuskan untuk pergi berpetualang keluar hutan setelah menghormati mayat tulang tersebut dan menguburnya.
Tahapan Fana :
Pembentukan Tubuh 1-9
Pembentukan Inti 1-9
Penyempurnaan Qi 1-9
Penyempurnaan Roh 1-9
Jalan Surgawi 1-9
Nirwana 1-9
Mahayana 1-9
__ADS_1
Half Saint ( Rendah-Menengah-Puncak )
#Omw Jalan - Jalan Farming Istri