
Hutan Kematian
Setelah Ling Yan mengubur tulang tersebut dia melanjutkan perjalananya untuk berpetualang mencari pengalaman bertarung untuk membalaskan dendam keluarganya.
tetapi sebelum itu dia harus keluar hutan kematian dahulu dan sekarang Ling Yan masi didepan Goa memakan daging hewan buas yang dia buru kemarin
"Saatnya keluar dari hutan yang menyusahkan ini!!" ucap Ling Yan berdiri dan mulai meregangkan badanya
Ling Yan pun berjalan keluar hutan dengan santai disiang hari karena semua hewan mengenal Ling Yan yang telah membantai teman - teman mereka dengan ganas.
setelah lumayan lama berjalan dia mendengar suara pertarungan Ling Yan pun melompat ke ranting - ranting pohon berharap sempat menonton pertarungan tersebut
"Aku harus cepat agar bisa melihat pertarungan tersebut untuk menambah pengalaman dan uang untuk persiapan bahan - bahan meracik pil" ucap Ling Yan terkekeh kecil
Sesampainya disana Ling Yan melihat 1 orang gadis cantik berada di ranah pembentukan inti ke 5 sedang dikepung 6 orang dan 1 orang berada di ranah pembentukan inti puncak, dan yang lainya hanya berada di pembentukan inti awal memakai pakaian
berbaju hitam dengan menutupi muka mereka dan hanya menampakan kedua matanya saja
"hehehe gadis manis bermainlah dengan kakak nanti akan kubiarkan kau tetap bernafas" ucap pemimpin mereka
"Dasar bajingan lebih baik aku mati dari pada melakukan hal senonoh seperti itu dengan para sampah seperti kalian" ucap wanita cantik yang sedang didesak dengan nada gugup
"hahahaha sayang sekali gadis manis aku tidak akan membiarkan kau mati dengan mudah" ucap salah satu dari mereka dengan meneteskan air liur dari mulutnya
"Buk" suara Ling Yan terjatuh dari atas dikarenakan ranting pohon yang didudukinya patah
"Ahhh sialan kenapa selalu seperti ini? Apa kalian para pohon sebegitu membenci diriku yang baik hati ini?" ucap Ling Yan sedang memegang bokongnya yg sakit akibat terjatuh dari pohon
"hohohoho saudara kita kedatangan harta lagi terlebih lagi dengan tampangnya yg tampan itu pasti anak dari bangsawan" ucap salah satu dari perampok
"kekekeke benar saudaraku pasti ini hari keberuntungan kita" ucap perampok lainya dengan terkekeh kecil
Ling Yan yang sudah melihat semua ranah mereka hanya tersenyum kecil terlihat seperti senyum licik menghiasi wajahnya yang tampan
"aduh paman tolong... jangan bunuh aku nanti akan kuberikan uang kepadamu jika membiarkanku dan gadis itu pergi" ucap Ling Yan dengan senyum licik diwajahnya yang belum menghilang
"Apa kau pikir kami bodoh bocah? mana mungkin kami membiarkan harta kami pergi!!??" ucap salah satu dari perampok
"baiklah paman jika kalian memaksa maka aku akan senang hati menyerahkan diriku padamu asalkan kalian melepaskan gadis itu" ucap Ling Yan dengan nada polos dipenuhi pikiran licik diotaknya
Tentu saja gadis tersebut terkejut karena pemuda tampan yang terjatuh dari langit dan tidak saling mengenal tiba - tiba ingin menolongnya
__ADS_1
"Apa yang kau katakan? aku saja tidak mengenalmu!! KAU!!! PERGILAH DARI SINI" teriak gadis tersebut
"gadis ini sungguh bodoh, apa dia gila? melihat kondisinya pun tidak memungkinkan untuk menolong orang lain" gumam dalam hati Ling Yan
"Sudahlah paman perampok aku lelah berpura pura bodoh seperti tadi lebih baik cepat serang aku sebelum kepala kalian pecah satu persatu didepanku" ucap Ling Yan dengan nada sombong
Ling Yan tetap mengabaikan gadis tersebut yang terus berteriak tidak jelas layaknya anjing yang sedang menggongong
"hohoho berani juga kau bocah!! Kalian dengar? apa yang dikatakan bocah sombong itu? cepat kepung dia biar aku menjaga gadis manis ini" teriak pemimpin perampok dengan nada marah
karena mereka tidak melihat tingkat kultivasi Ling Yan jadi mereka menyerang dengan asal asalan
dengan mudahnya Ling Yan menghindari semua tebasan pedang semua perampok bodoh tersebut
sedangkan diotak Ling Yan saat ini membalik balikan buku mencari teknik yang keren ditingkat kultivasinya saat ini
"Apa ini!!? apakah buku ini bercanda denganku? hanya dengan kibasan tangan diberi sedikit energi Qi? baiklah asalkan aku bisa membunuh ke 5 perampok idiot ini" ucap Ling Yan didalam otaknya dengan nada keheran heranan
"Tebasan Angin Pemusnah" Teriak Ling Yan agar terlihat keren didepan gadis tersebut, sebenarnya ia hanya perlu bergumam saja agar teknik tersebut aktif dia juga tidak mengetahuinya kenapa teknik hebat ini terlihat sangat mudah
"Slasssssshhh" suara kibasan tangan Ling Yan
tiba - tiba kepala ke 5 perampo tersebut terpisah dari tubuhnya dan gadis yang terpojok dipohon dengan pemimpin perampok hanya ternganga karena mengetahui semua bawahanya mati hanya karena satu serangan
"kau apa hah? apakah kau juga ingin seperti bawahan idiotmu? ucap Ling Yan dengan nada sombong
"Tidak tuan apa yang tuan maksud bawahan mereka hanyalah alatku untuk mencari uang aku tidak memiliki hubungan dengan mereka" ucap pemimpin perampok dengan nada gemetar dan keringan bercucuran dari mukanya
"oooo jadi kau bukan salah satu dari mereka? lalu kau siapa hah!!! kau kira aku idiot sepertimu? akan kusiksa dirimu sampai memohon ingin kubunuh" ucap Ling Yan marah karena mengingat gadis tersebut dan orang lain jika tidak ada yang menolong mereka
badan pemimpin perampok itu gemetaran dan tidak tahu berbuat apa jadi hanya diam saat Ling Yan mulai mendekatinya
Ling Yan mulai mencari tehnik untuk menyiksa perampok tersebut didalam otaknya
"hooooo sepertinya ini akan menarik" ucap Ling Yan sambil terkekeh kecil terlihat senyum jahat dimukanya
Ling Yan pun menyentuh perut pemimpin perampok tersebut dan membalikan energi Qinya dan melanjutkanya dengan memotong jari - jari perampok tersebut secara perlahan dengan jarinya yang dilapisi Qi
"Arrrrrrggggghhhhhhhh ampun tuan kumohon bunuh saja diriku yang rendahan ini" teriak perampok dengan nada kesakitan
"Arrrrggggghhhhhhhhhhhh dasar kau iblis" teriakan terakhir perampok dan menggigit lidahnya dan mati
__ADS_1
"fiuuuhhhh ini sangat menyenangkan lain kali mungkin aku akan mencari teknik lain" ucap Ling Yan dengan satai karena lega telah melampiaska semua emosinya selama ini ke perampok tersebut
Ling Yan mulai melihat gadis cantik yang gemetaran dipohon tersebut karena Ling Yan tidak fokus tadinya ia tidak sadar kalau gadis tersebut seumuran denganya
" ap...pa...kah kau tidak membunuhku?" ucap gadis dengan tersebut terbata bata
"Perkenalkan aku Ling Yan siapa namamu?" ucap Ling Yan dengan wajah tampanya dan tersenyum hangat dan mengabaikam pertanyaan gadis tersebut
"na..namaku Su Lan" ucap gadis tersebut masi khawatir karena tidak menjawa pertanyaan pertamanya tadi
"ohhhh baiklah kau boleh pergi" ucap Ling Yan dengan nada khawatir karena takut cincin penyimpanan para perampok diminta olehnya
dengan cepat Ling Yan berlari kepara mayat tersebut mengambil semua cincin penyimpananya
"pfffffftttt" gadis tersebut hanya tersenyum melihat kelakuan Ling Yan
"Apakah gadis tersebut menginginkan harta ini? kenapa dia tersenyum? Dasar aneh" Gumam Ling Yan pelan
Setelah selesai Ling Yan pun beristirahat dipohon dan memuntahkan daging yang barusan dia makan karena ini pertama kalinya dia membunuh
"oeeeekkkkk sialan tubuh mereka sangat menjijikan lebih baik aku membiasakan melakukan ini karena nanti aku akan sering melakukanya" ucap Ling Yan kesal
Ling Yan pun tertidur dipohon tersebut setelah muntah karena lelah juga terlalu banyak mengeluarkan energi Qi
Tahapan Fana :
Pembentukan Tubuh 1-9
Pembentukan Inti 1-9
Penyempurnaan Qi 1-9
Penyempurnaan Roh 1-9
Jalan Surgawi 1-9
Nirwana 1-9
Mahayana 1-9
Half Saint ( Rendah-Menengah-Puncak )
__ADS_1
*Bersambung...