Awal Dari Penguasa Alam Semesta

Awal Dari Penguasa Alam Semesta
CH. 07 Menjadi Musuh Keluarga Ming


__ADS_3

Di Tepi Hutan Kota Beruang Putih


Di dalam tepi hutan kota terdapat seorang 2 pemuda dikepung 9 orang berada di ranah Pembentukan Inti 5 sedangkan pemuda lain berjalan ke arah mereka dibelakang para orang berotot tersebut


"hahaha bocah mari kita cepat selesaikan ini agar tuan muda kami dapat menikmati wanita kecilmu" ucap salah satu orang berotot


"ternyata cukup menyenangkan bertemu orang-orang idiot berada di ranah Pembentukan Inti belaka" ucap Ling Yan dengan nada sombong


mereka hanya tersenyum kecut karena mereka tidak bisa melihat kultivasi Ling Yan dan mengira Ling Yan hanyalah manusia fana


terlihat mulai wajah jelek diwajah semua orang berotot tersebut karena jika tidak melihat kultivasi lawan hanya ada 2 kemungkinan yang pertama lawan hanyalah manusia fana dan kedua lawan memiliki kultivasi lebih tinggi dari dirinya


"apa yang kalian tunggu cepat serang" teriak pemuda dibelakang mereka sembari menyeringai membayangkan bersetubuh bersama wanita cantik tersebut


ke 9 orang berotot pun hanya tersenyum kecut karena menyadari kebodohanya dan tuan mudanya mereka akan dijadikan ladang harta oleh bocah berumur 15 tahun


"ta..ta..pi tuan muda lihat kami tidak melihat tingkatan kultivasinya" ucap pemuda berotot dengan nada gemetar


"apa yang kalian katakan bodoh kalian ber 9 sedangkan dia hanya sendiri, jika kalian tidak dapat membunuh pemuda itu aku yang akan membunuh kalian setelahnya" ucap pemuda tersebuy


sedangkan Ling Yan sedang membalik balikan buku diotaknya mencari teknik yang cocok mengingat teknik Tebasan Angin Pemusnah kemarin dia hanya mengabaikan mereka sembari memegang tangan Su Lan yang tengah malu - malu


"hmmm mungkin ini teknik yang cocok untuk saat ini" gumam Ling Yan


"teknik apa gege? kenapa gege dari tadi diam saja?" ucap Su Lan dengan wajah keheranan


"ahhhh tidak aku hanya mengiat ngingat tekniku saja" ucap Ling Yan dengan kaget mendengarkan pertanyaan Su Lan jika seseorang mengetahui bahwa Buku Kuno Semesta sekarang berada diotaknya pasti dia merasa akan langsung mati


Su Lan hanya mengangguk saja dan mulai menonton kumpulan orang idiot yang sedang berdebat


"woy sekumpulan idiot apa kalian tidak menginginkan wanitaku lagi?" ucap Ling Yan dengan nada sombong


mereka pun hanya menyerang tak beraturan menggunakan teknik terkuat mereka mendengar Ling Yan mengatakan idiot


"tebasan penghancur gunung" ucap orang berotot ke 3


"tebasan pemecah api" ucap orang berotot ke 7


dan seterusnya


"Benang Pemotong Langit" gumam Ling Yan pelan


Ling Yan hanya tersenyum dan menggenggam jarinya seketika tubuh fisik mereka berhenti berfungsi


"praccckk" serentak suara otak mereka pecah


"apa kalian pikir diriku sangat baik membiarkan kalian menyerangku?" ucap Ling Yan


"ap.......pa yang kau lakukan pada bawahanku" ucap pemuda dibelakang mereka yang gemetaran dan tak sanggup berdiri


"sebenarnya saat kalian ricuh dan berdebat aku hanya memasukan benangku melewati telinga mereka dan mencengkram otak mereka" ucap Ling Yan dengan santai


pemuda itu semakin bergetar mendengar pemuda yang lebih muda darinya mengatakan hal menakutkan seperti itu seperti hal biasa


"kauu..kauu jika kau membunuhku keluarga Ming pasti akan memburumu lebih baik kau lupakan saja kejadian hari ini" ucap pemuda tersebut sedikit tersenyum dengan tubuh gemetaran

__ADS_1


"hoooo sepertinya aku harus memberi tahumu berada dimana posisimu sekarang" ucap Ling Yan sedikit menyeringai


pemuda itupun semakin bergetar karena merasa menyinggung orang yang salah


"Slassshhhhh" suara terpotongnya ke 2 kaki pemuda tersebut agar tidak lari


"Arrrrrrgggggghhh keluarga Ming pasti akan membunuhmu" teriak pemuda tersebut


"aku takut sekali saking takutnya aku mungkin bisa saja tak sengaja membunuhmu" ucap Ling Yan dengan raut wajah senyum mengejek


tiba - tiba kepala pemuda tersebut terpotong


"slassssh buk" suara terpotong dan terjatuhnya kepala pemuda tersebut ditanah


"gege berhenti bermain main dengan mayat dan cepat ambil cincin penyimpanan mereka, tubuh mereka sangat menjijikan" ucap Su Lan sedikit kesal


"bocah ini sangat mengerikan jika orang lain mungkin akan langsung mati lemas" gumam Su Lan dalam hati


Ling Yan hanya tersenyum kecut sembari memungut cincin penyimpanan para idiot tadi


"sialan wanita ini selalu saja menghancurkan mainanku" gumam Ling Yan dalam hati dengan nada kesal


"baiklah... baiklah tuan putri Su Lan sekarang? apakah kita langsung kembali ke kota? atau membuang mayat - mayat ini kesungai?" ucap Ling Yan dengan nada kesal dan menggunakan wajahnya yang dipaksa tersenyum


"biarkan saja toh nanti juga kau akan diburu" ucap Su Lan


wajah Ling Yan langsung jelek mendengar apa yang dikatakan Su Lan pada dirinya tetapi Ling Yan langsung mengubah raut wajahnya normal lagi dan tidak peduli malahan semakin banyak harta mendatanginya


Di Dalam Aula Keluarga Ming


"Sialan aku mendengar bahwa putraku Ming San dibunuh tapi aku tak mengetahui siapa yang membunuhnya apalagi cara mati mereka sangat sadis" ucap patriack Ming Fan


"kau kira aku takut?" teriak patriack semakin kesal karena merasa direndahkan


"dinginkan otakmu saudaraku aku tak mau keluarga kita hancur hanya karena anak bodohmu sekarang kita hanya perlu mencari tahu secara pelan - pelan mengenai hal ini" ucap penatuan Ming Dun


"baiklah saudara saat ini aku mendengarkanmu" ucap Patriack Ming Fan


"suruh semua mata - mata untuk berpencar dan mencari tahu tentang kematian putraku" teriak patriack Ming Fan sedikit kesal


"Baik Patriack" jawab serentak para penatua mereka pun pergi dari tempat duduknya untuk melaksanakan perintah tersebut


Sedangkan sekarang untuk Su Lan dan Ling Yan hanya berjalan seperti biasa agar tidak ada yang mencurigainya tentang hilangnya salah satu keluarga Ming meskipun akan ketahuan juga


karena di cincin penyimpanan pemuda tadi berisi banyak emas meskipun dibelanjakan banyak herbal masi saja tersisa akhirnya Ling Yan menawari Su Lan untuk membeli baju baru Su Lan pun hanya mengangguk saja


"baiklah aku akan menunggumu diluar kau pilih - pilih baju yang kau suka" ucap Ling Yan santai


"baiklah gege tapi kau harus berjanji tidak kemana mana" ucap Su Lan sedikit sedih


"siapa juga yang ingin meninggalkan jimat keberuntunganya? apa kau sekarang mulai bodoh Lan'er?" ucap Ling Yan


Su Lan setelah mendengar itu hanya kesal dan berjalan ke dalam toko karena disebut jimat


setelah berjam jam menunggu sembari membaca informasi cara meracik pil di otak Ling Yan akhirnya Su Lan keluar dari toko tersebut

__ADS_1


"ku kira kau yang meninggalkanku hampir saja aku meninggalkanmu" ucap Ling Yan


Su Lan hanya diam saja karena masih marah akan ucapan Ling Yan tadi, mereka pun berjalan ke penginapan tadi pagi dan mulai menyewa kamar lagi


-Tahapan Fana :


Pembentukan Tubuh 1-9


Pembentukan Inti 1-9


Penyempurnaan Qi 1-9


Penyempurnaan Roh 1-9


Jalan Surgawi 1-9


Nirwana 1-9


Mahayana 1-9


Half Saint ( Rendah-Menengah-Puncak )


-Tingkatan Senjata :


Tingkat Bumi (Rendah-Menengah-Tinggi)


Tingkat Langit (Rendah-Menengah-Tinggi)


Tingkat Surgawi (Rendah-Menengah-Tinggi)


Tingkat Ilahi (Rendah-Menengah-Tinggi)


Tingkat Kuno (Menengah-Tinggi)


-Tingkat Teknik :


Teknik Perunggu


Teknik Perak


Teknik Emas


Teknik Bumi (Rendah-Menengah-Tinggi)


Teknik Surgawi (Rendah-Menengah-Tinggi)


Teknik Ilahi (Rendah-Menengah-Tinggi)


Teknik Kuno (Menengah-Tinggi)


-Tingkatan Pil


• Pil Fana 1 - 9 ( Perunggu - Perak Emas )


• Pil Dewa Biasa 1 - 9 ( Perunggu - Perak - Emas)

__ADS_1


• Pil Dewa Sejati 1 - 9 ( Perunggu - Perak Emas )


Bersambung....


__ADS_2