
Kota Beruang Putih
Dipagi hari dikamar penginapan terlihat seorang bocah tampan berumur 15 tahun sedang tertidur dengan meneteskan air liurnya di tempat tidurnya.
"hoaaaammm" suara uapan dari Ling Yan yang baru terbangun dari tidurnya dengan menggosok matanya yang masih setengah terbuka
"hmmm lebih baik aku cepat turun dan sarapan sambil memikirkan apa yang akan aku lakukan selanjutnya" ucap Ling Yan
Setelah turun dari tangga Ling Yan melihat Su Lan sedang menunggunya di meja pojokan tapi karena Ling Yan sudah muak bersama denganya Ling Yan mengambil meja tengah untuk sarapan.
"tch dasar bocah sombong awas saja tak akan kubiarkan tenang hidupmu" gumam Su Lan dengan nada kesal dengan tatapan membunuh ke arah Ling Yan
Ling Yan yang merasa seperti ada tatapan membunuh dibelakangnya hanya mengabaikanya saja karena mengetahui dari mana tatapan tersebut
"Tuan mau pesan apa? dan apakah nona cantik dipojok juga ingin memesan sesuatu?" ucap Pelayan penginapan
"Hmmm aku ingin memesan ayam goreng apakah ada? dan juga berikan satu untuk wanita aneh dipojokan itu" ucap Ling Yan
"ada tuan harganya 120 koin perunggu untuk 2 porsi" ucap Pelayan
Ling Yan lalu melemparkan 120 koin perunggu "ambilah kembalianya" ucap Ling Yan dengan nada santai
"baik tuan terimakasih atas kemurahan hati tuan muda" ucap pelayan tersebut dengan nada sedikit kesal karena merasa dipermainkan bocah kecil
dengan cepat pelayan tersebut melangkah ke dapur dan mengambil 2 porsi ayam tersebut dan memberikanya ke Su Lan dan Ling Yan
"apa maksudmu sialan? apa kau kira setelah kau membelikanku sarapan aku akan memaafkanmu karena bersikap sombong didepanku" ucap Su Lan dengan nada kesal
Ling Yan hanya mengabaikanya dan terus mengunyah ayamnya dengan wajah santai seperti tak memiliki salah kepada siapapun
"nona muda sepertinya sangat kesusahan memiliki kekasih yang merepotkan seperti ini, bagaimana jika nona muda mengajarinya sedikit cara bersikap" ucap Pelayan dengan wajah kesal diwajahnya
"aaaaaa.....paaaa ke..ka...sih? siapa yang mau memiliki kekasih bodoh sepertinya" ucap Su Lan dengan nada terbata bata dengan wajah merah menghiasi mukanya yang cantik
pelayan itupun pergi dengan sedikit menahan tawa karena melihat kedua sepasang kekasih yang ada dihadapanya sangat lucu tapi mengingat yang dikatakan Ling Yan padanya muka pelayan itupun berubah kesal kembali dan berjalan kedapur lagi
Setelah selesai menyantap makananya dan memberikan kunci kamarnya kerespsionis Ling Yan berjalan ke arah pintu keluar
"woy wanita aneh apakah kau akan tetap menggerutu seperti itu? atau ikut denganku?" ucap Ling Yan dengan nada kemenangan menggunakan wajah sombongnya
terlihat muka jelek diwajah Su Lan dan berjalan mengikuti Ling Yan dengan sesekali mengobrol karena kurangnya pengetahuan Ling Yan tentang dunia luar.
"Dunia ini cukup menarik mungkin jika ada dunia lain setelah membalaskan dendamku aku akan menghancurkan dunia ini" gumam Ling Yan menggunakan wajah marah mengingat kejadian tersebut
setelah mengingat dia memiliki peta semesta dan buku semesta Ling Yan pun dengan cepat mengubah raut mukanya sedikit menyeringai jahat
"hahahaha akan kuhancurkan dunia yang telah melenyapkan keluargaku ini pasti akan ku han..." ucap Ling Yan sedikit berteriak dan terdengar suara pukulan keras dikepala belakangnya dan tidak lain yang memukulnya adalah Su Lan
"diamlah bodoh kau membuatku malu dan lihat sekitar mereka menatap kita dengan wajah kasian" ucap Su Lan dengan nada kesal
"lihat kasian wanita muda tersebut memiliki kekasih aneh seperti itu jika saja dia belum memiliki kekasih pasti sudah kunikahkan dengan anak bodohku" ucap orang - orang disekitar Su Lan dan Ling Yan
"hehehe maafkan aku Lan'er itu karena aku terlalu senang dan terlena dalam pikiranku" ucap Ling Yan yang sedang menggaruk kepalanya yang tidak gatal
__ADS_1
"Aaa...pa maksudmu memanggilku seperti itu? kita tidaklah akrab" ucap Su Lan dengan nada malu terlihat memerah diwajahnya
"hmmm apakah tidak boleh? kau boleh memanggilku Yan gege aku melihat ayah dan ibuku seperti itu" ucap Ling Yan dengan nada polos
"bukanya begitu tapi... tapi..." ucap Su Lan terbata bata
"jika memang tidak boleh maafkan aku kau boleh memanggilku sesukamu" ucap Ling Yan dengan nada sedikit sedih
"humph baiklah kau boleh memanggilku seperti itu sekarang dan aku juga akan memanggil seperti yang kau katakan" ucap Su Lan dengan wajah tersenyum hangat ke arah Ling Yan
"Deg!! sialan apa yang terjadi dengan diriku kenapa aku begitu senang melihat senyum diwajahnya" gumam Ling Yan dalam hati
Ling Yan hanya mengangguk saja dengan santai dia berjalan lagi dan menoleh ke kanan dan ke kiri mencari toko herbal untuk mencari bahan - bahan untuk membuat pil, menaikan kultivasinya
"ummm Lang'er apa kau mengetahui dimana tempat orang menjual herbal? aku ingin mengecek harga setiap herbal untuk meracik obat" ucap Ling Yan
"Dasar aneh tidak hanya kuat kau juga seorang alchemist diumurmu yang sekarang?" gumam Su Lan pelan
"Kau ini buta atau memang punya penyakit mata jelas jelas aku masuk ke kota ini baru kemarin bersamamu" ucap Su Lan dengan nada kesal
"baiklah baiklah aku hanya ingin bertanya siapa tau kau mengetahuinya?" ucap Ling Yan mulai kesal
mereka pun berjalan menoleh ke kiri dan ke kanan setelah beberapa saat mereka menemukan tempat toko herbal bernama Daun Emas mereka hanya menghiraukan namanya dan mulai bertanya tanya harga herbal di dalam setelah mengetahuinya Ling Yan pun membeli beberapa herbal untuk diraciknya dan membuat pil yang dapat membuatnya menerobos meskipun hanya sekali
"baiklah, cukup untuk sekarang lebih baik kita mencari uang untuk membeli herbal lainya" ucap Ling Yan dengan bahagia karena mengetahui kultivasinya akan meningkat
setelah beberapa waktu saat Su Lan membeli makanan di pinggir jalan dan juga melihat segerombol orang mendekatinya
"hmph dasar sampah apa kau kira aku mau melakukan hal itu dengan kalian aku sudah muak direndahkan seperti ini lebih baik kalian pergi atau mati" ucap Su Lan dengan nada kesal
tapi sebelum Su Lan ingin melanjutkan kata - katanya Ling Yan datang dan menutup mulut Su Lan dan membawanya pergi
"maaf tuan muda wanitaku ini memang agak kasar mohon dimaklumi kalau begitu kami izin pergi" ucap Ling Yan dengan wajah sedikit menyeringai licik
"mungkin jika kau mau memberikan wanitamu padaku dan memotong tangan kananmu aku akan membiarkanmu pergi" ucap pemuda tersebut dengan nada sombong
"maaf tuan muda kami tidak bisa melakukan hal tersebut" setelah Ling Yan mengucapkan hal tersebut mereka pun lari ke arah hutan diluar kota
"kejar mereka jangan biarkan lolos dan jangan bunuh wanitanya karena aku sangat ingin bermain denganya aku akan menyusul kalian dari belakang" ucap pemuda tersebut
"baik tuan muda kami pamit undur diri" ucap salah satu dari ke 9 orang tersebut
mereka pun mengejar Su Lan dan Ling Yan kedalam hutan.
Ling Yan terus tertawa seperti orang gila
"hahaha kemarilah hartaku kemarilah!!" ucap Ling Yan dengan berteriak bahagia
"kau memang jimat keberuntunganku Lan'er" ucap Ling Yan lagi
Mereka pun sampai dihutan
-Tahapan Fana :
__ADS_1
Pembentukan Tubuh 1-9
Pembentukan Inti 1-9
Penyempurnaan Qi 1-9
Penyempurnaan Roh 1-9
Jalan Surgawi 1-9
Nirwana 1-9
Mahayana 1-9
Half Saint ( Rendah-Menengah-Puncak )
-Tingkatan Senjata :
Tingkat Bumi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Langit (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Surgawi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Ilahi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Kuno (Menengah-Tinggi)
-Tingkat Teknik :
Teknik Perunggu
Teknik Perak
Teknik Emas
Teknik Bumi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Surgawi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Ilahi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Kuno (Menengah-Tinggi)
-Tingkatan Pil
• Pil Fana 1 - 9 ( Perunggu - Perak Emas )
• Pil Dewa Biasa 1 - 9 ( Perunggu - Perak - Emas)
• Pil Dewa Sejati 1 - 9 ( Perunggu - Perak Emas )
Bersambung.....
__ADS_1