
Di Dalam Hutan
"Kau-kau" teriak Den Sa terbata bata menahan sakit
"Kau apa? apakah kau ingin membual tentang keluarga atau organisasi sampahmu itu?" ucap Su Lan sedikit memprovokasi mereka agar terbawa emosi dan menyerang tidak beraturan
"****** kecil ini?!!! berani sekali kau menghina organisasi kita!! kau akan mati!!!" teriak Bha Su yang awalnya tenang menjadi marah
Bha Su mulai menyerang secara bersamaan menggunakan pedang bersama Fa Gu yang sedang menyeringai kejam.
"Slasssshhh" Suara terpotongnya banyak pohon akibat dampak serangan Bha Su dan Fa Gu secara brutal
Sedangkan diposisi Su Lan saat ini hanya sedang menghindari mereka berdua karena ranahnya berada di Pembentukan Inti Ke 6 sedangkan untuk Den Sa berada Pembentukan Inti Ke 7.
Den Sa yang sedang menahan sakit dan mencoba berdiri lagi dan memotong kakinya akibat panahnya tersebut dilapisi racun yang mematikan.
"Arrrgggghhh Sialan!! aku tak menyangka akan ada saat dimana diriku merasakan panahku sendiri" ucap Den Sa nada marah dan mengarahkan tatapan membunuh ke arah Su Lan yang sedang dikepung kedua saudaranya.
Bha Su dan Fa Gu masih saja menyerang dengan teriakan teknik terkuat mereka tetapi Su Lan hanya terus menghindari mereka dan sesekali menyerang karena sangat mewaspadai Den Sa karena hanya berada 1 ranah dibawahnya.
karena Bha Su dan Fa Gu seperti dipermainkan oleh Su Lan itu membuat mereka sangat marah dan seranganya semakin tidak beraturan saat itulah Su Lan melihat banyak titik lemah ditubuh mereka.
"Bom"
"Bom" Suara terpentalnya Bha Su dan Fa Gu akibat pukulan Su Lan
Bha Su dan Fa Gu terpental ke arah pohon dengan kehilangan bagian tubuh mereka masing - masing, dengan pelan Su Lan berjalan ke arah kedua orang tersebut berniat membunuhnya agar tidak memberikan masalah lagi dimasa depan tetapi tiba - tiba terdengar suara teriakan.
"******!!! apa yang akan kau lakukan kepada kedua saudaraku?!! kau-kau pasti menggunakan artefak!!" ucap Den Sa dengan nada marah melihat kedua saudaranya sekarat
tetapi saat Su Lan mendengar suara Den Sa dan melihat kearahnya tanpa sadar kedua orang tersebut menggunakan teknik terlarang untuk meledakan dirinya sendiri.
"Duarrrr" Suara ledakan tubuh Bha Su dan Fa Gu
Su Lan yang mulai mendekat ke arah Bha Su dan Fa Gu pun terpental ke pohon dipenuhi luka ditubuhnya goresan - goresan akibat menahan ledakan.
sedangkan untuk Den Sa yang melihat kedua saudaranya meledakan diri hanya terdiam
sementara Su Lan yang waspada ke arah Den Sa karena saat ini tubuhnya terluka parah namun tetap berusaha berdiri
"ap-ap-pa yang terjadi!?? tidakkkk!!!" teriak Den Sa tidak percaya bahwa kedua saudaranya yang selama ini bersama dirinya meledakan diri
Su Lan yang melihat Den Sa terjatuh duduk dengan tatapan kosong seperti tidak percaya yang sedang terjadi, Su Lan yang melihat itu mulai menyeret tubuhnya ke arah Den Sa.
"Slassshhh" suara tebasan mengarah ke tubuh Den Sa yang sedang diam terbelah menjadi dua
"uhuk uhuk! baiklah lebih baik untuk kembali lagi ketempat asal menunggu Gege kembali" Gumam Su Lan dalam hati dengan wajah sedikit tersenyum
Flash Back End
__ADS_1
"Oh iya Gege aku awalnya hanya menebak dan mengucapkan Organisasi, tiba - tiba wajah mereka berubah menurutku mereka berasal dari organisasi pembunuh" ucap Su Lan
"Pembunuh!!? tapi siapa yang ingin membunuhmu? mengingat kita dari awal belum pernah menceritakan latar belakang kita masing - masing" ucap Ling Yan dengan wajah mengerutkan keningnya
"ahhh soal itu sebenarnya aku berasal dari keluarga yang lumayan besar berada di pusat kota Penyu Hitam dan aku dijodohkan dengan keluarga besar juga tetapi aku tidak menyukai lelaki tersebut akhirnya aku lari" ucap Su Lan tanpa ada kebohongan dalam penjelasanya
"hmmm begitu ya? jadi saat ini aku juga sudah menjadi musuh mereka?" uca Ling Yan sedikit tersenyum kecut
"tapi Gege santai saja dengan bakat Gege beberapa bulan lagi pasti sudah mencapai ranah Jalan Surgawi" ucap Su Lan dengan bahagia
"Mungkinkah itu? kata - katamu seperti sedang mengejek Lan'er" ucap Ling Yan dengan tersenyum kecut
saat Su Lan menyembuhkan diri, Ling Yan mencari cincin pembunuh tersebut yang terpencar akibat mereka meledakan diri
setelah Su Lan sudah sembuh total mereka berdua pun lanjut berlari ke arah kota Bumi Datar dan berharap menemukan senjata atau herbal yang bagus didalam hutan yang dipenuhi monster itu
setelah sampai didepan gerbang seperti biasa terlihat banyak penjaga sedang menagih pajak dan mengawasi pengunjung agar tidak menyebabkan masalah dikota
"kalian berdua seperti sepasang kekasih? apakah kalian bocah kesini untuk hutan monster? jika iya lebih baik kalian kembali saja! aku dengar tahun ini monster tidak seperti tahun - tahun kemarin" ucap penjaga tersebut
"terimakasih paman baik tapi kami kesini hanya untuk mencari udara segar" ucap Ling Yan sedikit beralasan
"baiklah kalau begitu hati - hati didalam bocah kecil terutama kau seperti membawa harta kekaisaran berjalan denganmu" ucap penjaga dengan sedikit tertawa
Ling Yan yang mendengar itu sedikit senang mengingat nantinya melihat banyak harta karena membawa Su Lan bersamanya
Sedangkan Su Lan semenjak masuk ke dalam kota selalu memeluk tangan Ling Yan seperti anak kecil yang tidak ingin kehilangan mainanya
"apa apaan ini kenapa aku slalu seperti dibenci" Guman Ling Yan pelan
"Hihihi kata siapa Gege slalu dibenci? Lihat Lan'er sangat menyukai Gege!" ucap Su Lan sedikit terkekeh
Ling Yan yang mendengar kata - kata Su Lan hanya tersenyum kecut dan mulai berjalan mencari penginapan.
"1 kamar 1 tempat tidur untuk 2 orang" ucap Su Lan menyela Ling Yan yang ingin memesan 2 kamar
Ling Yan yang melihat itu sedih karena berarti dia hanya dapat membaca buku semesta diotaknya dan tidak bisa mempelajari api surgawi dalam tubuhnya
setelah mereka memasuki kamar keduanya hanya berdiri di depan tempat tidur tersebut karena sedikit canggung untuk pertama kalinya
"terserahlah aku akan berpura pura tidur dan membaca buku semesta didalam otaku" gumam Ling Yan dalam hati dan mulai berjalan dan tidur ditempat tidur
Su Lan yang melihat itu mulai mengikutinya, namun saat sudah tiduran tiba - tiba Su Lan memeluk Ling Yan namun Ling Yan tidak melarangnya karena merasa nyaman dan keduanya tertidur.
Ling Yan yang menyadari melupakan tujuanya hanya tersenyum kecut karena terlena oleh kenyamanan ini.
-Tahapan Fana :
Pembentukan Tubuh 1-9
__ADS_1
Pembentukan Inti 1-9
Penyempurnaan Qi 1-9
Penyempurnaan Roh 1-9
Jalan Surgawi 1-9
Nirwana 1-9
Mahayana 1-9
Half Saint ( Rendah-Menengah-Puncak )
-Tingkatan Senjata :
Tingkat Bumi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Langit (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Surgawi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Ilahi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Tingkat Kuno (Menengah-Tinggi)
-Tingkat Teknik :
Teknik Perunggu
Teknik Perak
Teknik Emas
Teknik Bumi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Surgawi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Ilahi (Rendah-Menengah-Tinggi)
Teknik Kuno (Menengah-Tinggi)
-Tingkatan Pil
• Pil Fana 1 - 9 ( Perunggu - Perak Emas )
• Pil Dewa Biasa 1 - 9 ( Perunggu - Perak - Emas)
• Pil Dewa Sejati 1 - 9 ( Perunggu - Perak Emas )
__ADS_1
Bersambung...