
“Jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya?” tanya En penasaran dengan rencana yang akan dilakukan Tuannya
“Bawa Elly dan Gordon pulang bersamamu buat alasan bahwa Gordon perlu melihat-lihat rumah kita agar dia tidak curiga. Jika Elly bertanya kemana aku sampaikan bahwa aku pergi ke suatu tempat dan taruh kartu ini di meja layanan di bawah” ucap Kei menjelaskan secara rinci tentang rencananya
“Apa saya perlu menyusul anda setelah mengantar mereka?” tanya En khawatir
“Tidak perlu kau hanya perlu mengawasi Gordon dan Elly agar mereka tidak datang kemari” balas Kei
“Apa yang anda tulis diatas kartu hitam ini?” En mulai membaca
“Andaa benar-benar akan memicu amarahnya haha” ucap En yang sudah tidak paham lagi dengan kondisi saat ini
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Didapur Gordon
“Kemana yang lain apa mereka tidak mau makan sup daging ini?” tanya Gordon
“Tidak ada apa-apa sepertinya kita bisa makan lebih dulu” balas Elly
“Begitu rupanya, baiklah ini sup mu” kata Gordon yang sedang menyodorkan mangkuk berisi sup daging yang masih hangat
“Wah… Terima kasih atas hidangannya” ucap Elly berterima kasih
Setelah menghabiskan sup, En tiba-tiba datang
“Kami sudah mengunggumu dari mana saja kau?” tanya Gordon pada En sembari membereskan meja
“Aku tidak makan, oh… Iya bagaimana jika paman Gordon datang berkunjung ke rumah kami” ajak En
“Wah… Benarkah? Paman datanglah kerumah kami, aku akan memperlihatkan hiasan di rumah aku yang membuatnya sendiri” ucap Elly sambil menarik tangan Gordon
“Tapi bagaimana dengan tokonya?” tanya Gordon khawatir
“Tidak masalah Kei akan datang sebentar lagi kemari jadi kita bisa pulang lebih dulu” ucap En yang sudah tidak sabar menarik mereka keluar dari toko
“Baiklah jika begitu, ayo keluar” ucap paman yang mulai berjalan keluar dapur menuju ruang tamu
Sembari berjalan keluar En sudah menaruh kartu hitam yang diberikan Kei diatas meja layanan
“Aku akan tutup biasa pintunya” ucap Gordon sembari menutup pintu tanpa kunci
Mereka pun pergi meninggalkan toko baja
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Tak lama kemudian Baron Matteo akhirnya tiba di toko Gordon ia segera turun dari kereta kuda dengan rada kesal
[Brakk…]
Baron Matteo menendang pintu
“Hei jangan cari masalah dengan ku” teriak Baron Matteo memasuki ruang tamu
“Eh.. Tidak ada orang kemana mereka?” Baron keheranan
Ia pun menyelusuri tiap sudut ruangan
[kwaaak kwakk] suara burung gagak menggema diruangan itu membuat Baron ketakutan
“Syuu syuu pergi sana” ucap Baron meneriaki burung gagak itu untuk pergi menjauh dari meja desk
“Apa ini” ucap Baron sembari mengambil kartu hitam yang terletak dimeja
Kartu berwarna hitam dan tulisan dari pena putih itu berisikan pesan
(Aku sudah menunggumu datanglah padaku dilantai atas)
(Reapers)
__ADS_1
Setelah membaca kartu itu Baron bergegas naik ke lantai atas
“Sialan mengapa anak tangganya begitu banyak” gerutu Baron karena badannya yang gemuk itu menyusahkannya
Baron pun memasuki kamar yang dimaksud dilantai atas
“Aku sudah menunggumu dari tadi, apa ada hal yang membuatmu memakan waktu lama untuk sampai kemari?” tanya Kei yang mengenakan jubah hitam yang tengah duduk di kursi sembari memperhatikan gerak-gerik Baron Matteo
“Oh maaf haha” ucap Kei terkekeh setelah memperhatikan bentuk tubuh baron
“Beraninya kau menertawakanku-” ucap Baron sembari mencari barang untuk dilempar
“Hhahaa… Kau mencari vas bunga untuk dilempar ya, aku punya satu disini” kata Kei sembari mengambil vas bunga dekatnya
“Tangkap lah” kata kei yang melempar vas bunga itu
[Prang…]
Vas bunga itu terjatuh tepat di samping Baron Matteo
“Ops… Kau menjatuhkannya” ucap Kei dengan nada mengejek
“KAU INI-” teriak Baron Matteo
“Ck… Diamlah aku punya penawaran menarik untuk mu, tentunya jika kau bersedia menandatangani kontrak”
Tiba-tiba seekor burung gagak datang dari jendala mendekati Kei
[Kwakk…]
Sontak Baron terdiam dan merasa ketakutan
“Ko- Kontrak se-seperti apa yang ingin anda ajukan?” ucap Baron terbata-bata
“Sttt… Mendekatlah aku hanya bisa berbisik” bisik Kei
“Tidak mungkin, kufikir itu akan sulit tuan mohon berikan saya waktu seminggu untuk mempersiapkan segala sesuatunya” kata Baron yang nampak terburu-buru setelah mendengar ucapan Kei
“Baiklah ku tunggu kabar baik dari mu” ucap Kei
“De-Dengan senang hati maaf telah menggangu waktu anda tuan Reapers, saya pergi dulu selamat malam” ucap Baron Matteo dengan badan membungkuk kemudian bergegas pergi
Malam itu pun Baron Matteo pulang tanpa membuat kekacauan
“Aha… Satu umpan telah ditangkap, aku jadi tidak sabar dengan umpan lainnya” ucap Kei menyeringai dari atas balkon
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Nah kita sudah sampai” ucap Elly senang sembari membuka pintu
“Selamat datang dirumah kami” kata Elly sambil memasuki ruang tamu dan mengajak lainnya untuk masuk
“Sepertinya Elly perlu pindah saja ke toko” Ucap Gordon yang merasa aneh setelah melihat kondisi rumah yang hampir tidak layak huni
“Eh…. Kenapa?” tanya Elly
“Karena rumah ini nampak tidak nyaman” kata Gordon yang sembari melihat-lihat sudut ruangan
“Tidak ada yang pelu dikhawatirkan lagipula aku nyaman tinggal disini” balas Elly
“Tapi…”
“Benar kata Elly tidak ada yang perlu di khawatirkan” ucap En yang memotong pembicaraan Gordon
“Bagaimana jika kita minum teh, tadi pagi aku menemukan tanaman yang bisa diseduh” ajak Elly
“Baiklah” ucap Gordon
“Baik pesanan akan tiba dalam 5 menit” ucap Elly sembari meninggalkan ruang tamu menuju dapur
__ADS_1
“Aku pulang…” ucap Kei sembari membuka pintu
“Selamat datang kembali Tuan” balas En
“Kau dari mana saja? Astaga apa kau mengunci pintu toko?” tanya Gordon khawatir dengan tokonya
“Tidak” jawab Kei singkat
“Aku pulang dulu lain kali aku akan kemari lagi selamat malam” ucap Gordon sembari berlari keluar rumah menuju tokonya
----------------------------------------------------------------------------------------------
“Tehnya sudah siap” ucap Elly
“Ehh.. Kemana paman Gordon?” tanya Elly kebingungan
“Ia tergesa-gesa jadi pulang lebih dulu” balas Kei yang tengah duduk di kursi
“Apa yang ada ditanganmu itu baunya sangat wangi” tanya Kei penasaran
“Oh… ini teh dari bunga Chamomile” jawab Elly senang sembari meletakkan cangkir diatas meja
“Hah.. Teh dari bunga? Apa itu tidak beracun?” ucap En curiga
“Jika itu racun mengapa baunya menenangkan, cobalah dulu” ucap Elly menyodorkan cangkir pada En
“Kau minum lebih dulu” ucap En yang masih curiga
“Baiklah… Lihat dan perhatikan” ucap Elly agak kesal dengan perbuatan En
[Glek.. Glek… Glek… Ahh]
“Puas… Jadi sekarang minumlah” ucap Elly yang masih kesal pada En
“Bukankah itu bunga liar yang-”
[Glek… Glek… Tak]
Suara menelan dan menaruh gelas terdengar disamping En
“Tuannnn… Kenapa anda meminumnya”
“Aku haus, sudah cukup basa-basinya dimana kau menemukan bunga ini Elly” tanya Kei
“Di taman belakang banyak tumbuh, oh iya tanaman ini di duniaku sangat mahal” jawab Elly
“Apa bisa kau jelaskan apa kegunaannya?” tanya Kei kembali
“Ada banyak seperti: mengatasi gelisah, mengatasi cemas, mengatasi susah tidur, pokoknya ini membantu anda menjadi lebih relax dari biasanya” jelas Elly
“Begitunya aku jadi ngantuk setelah meminumnya, aku tidur dulu” ucap Kei sembari berdiri dan menuju kamarnya
“Hah… Keajaiban” ucap En terkesima
“Maksudnya?” tanya Elly
“Sebenarnya sudah 3 hari tuan tidak tidur, baru kali ini dia berkeinginan untuk tidur leboh dulu” ucap En
Karena hal itu En berusaha mencoba teh Chamomile
[Glek… Glek… Glek]
“Jangan berusaha untuk kabur manusia” ucap En yang mulai terserang kantuk dan akhirnya mulai tertidur
“Hmm.. Mereka tertidur? Apa khasiat bunga chamomile cukup kuat bagi mereka?” ucap Elly bertanya-tanya
Elly pun berjalan mengelilingi sudut rumah mulai dari menutup pintu dan jendela kemudian memberikan selimut pada En dan memasuki kamar untuk tidur
-------------------------------------------------------------------------------------
__ADS_1