BackOut

BackOut
Episode 6 Tidak punya uang


__ADS_3

Setelah itu ajudan Kaisar memasuki ruangan, tak berselang lama Kaisar buka suara


“Vin segera kumpulkan para petinggi melalui surat segera” ucap Kaisar serius


“Baik yang mulia” ucap ajudan Kaisar


-----------------------------------------------------------------------------------------


Satu persatu surat dikirimkan ke kediaman para petinggi bangsawan, beberapa dari mereka punya pendapat yang berbeda mulai dari prihatin hingga acuh terhadap surat yang dikirim kaisar. Semenjak pergantian Kaisar faksi kekaisaran terbagi menjadi 3 pihak pro, kontra, dan netral. Di kediaman masing-masing suksesi kerajaan.


“Kirim surat balasan ini” ucap Viscount pada ajudan


“Ada masalah apa lagi, semenjak dia menjadi kaisar masalah terus-terusan berdatangan. Kau tidak usah mengirimkan balasan” kata Earl pada ajudan


“Ikuti saja apa keinginan kaisar” ucap Count pada ajudan


“Baik tuan” ucap para ajudan bersamaan


---------------------------------------------------------------------------------------


Hari mulai gelap beralih kerumah Kei


“Selanjutnya kita harus tau dimana tebu biasanya tumbuh kita perlu membeli tanah kepemilikan disana” ucap Elly tampa ragu mengkampanyekan keputusannya


“Harganya mahal lagipula kita belum memikirkan dengan cara apa kita membeli barang baja tadi” kata En khawatir dengan harga barang baja yang mereka pesan


“Kita tidak berniat membali barang baja tadi” ucap Elly


“Eh… Jadi untuk apa anda memesan barang disana?” tanya En keheranan


“Bagaimana menjelaskannya ya cara ini seperti membeli sebuah kelapa parut di toko” gumam Elly kebingungan


“Mesinnya tetap berada di toko itu kita hanya perlu menyiapkan bahan baku untuk diolah disana” ucap Elly mulai linglung menjelaskan


“Menarik, sepertinya itu patut dicoba, aku belum pernah melihat ada cara lain membeli bahan seperti itu” ucap Kei serta ekspresi agak bingung dengan penjelasan singkat Elly


“Pokoknya paman itu yang memiliki mesin kita datang membawa bahan baku untuk di kelola setelah itu kita jual” aku rasa anda sudah bisa paham dengan penjelasan satu ini


“Ini sudah larut malam, bagaimana jika di lanjutkan besok saja lagipula bendanya baja itu membutuhkan waktu lama untuk membuatnya” ucap Kei yang berjalan menuju sofa dan mulai membentangkan selimutnya dan mulai tertidur


"Ba-Baik tuan, segera lah tidur manusia” ucap En menyuruh Elly memasuki kamar


“Tunggu sebentar namaku Irely, kau bisa memanggilku Elly dan kau siapa?” tanya Elly tiba-tiba


“Uh… Namaku En, sudah cukupkan perkenalannya selamat malam” ucap En sembari keluar dari kamar dan menutup pintu


“Eh… Apa dia tidak nyaman diperlakukan seperti itu?” gumam Elly bingung


Elly mulai berjalan menyusuri sudut-sudut kamarnya dan sampai diranjang yang agak lusuh ia mulai berbaring berharap hari esok akan menjadi lebih baik. Matanya mulai tertutup dan akhirnya ia tertidur lelap


-----------------------------------------------------------------------------------------


Keesokan harinya

__ADS_1


Karena ada sesuatu yang harus di urus Kei pergi terlebih dahulu, terrsisalah Elly dan En dirumah gubuk itu


“Hei…” sahut Elly memanggil


“Aku punya nama, bukankah kita sudah bertukar nama kemarin” ucap En


“Baiklah En, bukankah disini sangat membosankan bagaimana jika kita pergi keluar” kata Elly dengan nada bahagia


“Tuan melarang, kita tidak boleh pergi kemana-mana saat ini” ucap En tegas


“Aiya… Hanya mengecek barang kok di toko baja itu, perkembangannya sudah sampai mana. Lagipula kita tidak memberitahukan alamat dan langsung saja bergegas pergi dari sana” kata Elly kesal


“Ayolah sebentar saja” Kata Elly yang masih memaksa


“Hm… Baiklah jika sebentar saja, lagipula aku muak mendengarmu terus mengoceh” ucap En


Mereka berdua akhirnya meninggalkan rumah menuju ke toko baja dengan tujuan melihat perkembangan dari mesin yang Elly rencanakan


-----------------------------------------------------------------------------------------


Sesampainya di toko mereka di sambut baik oleh Paman ditoko tersebut


“Halo, selamat datang wah wah kalian datang lagi, kali ini kalian ingin memesan apa” ucap Paman itu senang


“Kami tidak memesan lagi, kami datang kesini hanya untuk mencari tahu perkembangan dari mesin kemarin paman” Ucap Elly sumringah


“Oh… Mengenai mesin baja kemarin sudah jadi tidak kusangka secepat ini mengerjakannya, mungkin karena aku terlalu bersemangat mendapatkan pelanggan” ucap Paman


“Tunggu sebentar, aku akan mengeluarkan barangnya” ucap Paman dengan hati berbunga-bunga


“Sudah kubilang untuk tetap tinggal” tambah En yang semakin khawatir


“Ei… Tenangla-”


Brukk


“Nah ini dia mesinnya” kata sang Paman sembari memberikan mesin yang sudah dipesan kemarin


“A-Anu” ucap En panik


“Paman kami ingin berinvestasi padamu, mesin ini milik paman kami hanya perlu membawa bahan paman nantinya mengelola menjadi bahan mentah dan kami akan membayar jasamu kerena telah mengelolanya” ucap Elly menjelaskan


“Apa? Kalian tidak mau bayar” kata Paman kesal


“Bukan begitu” kata Elly


“Sudah ku bilangkan apa yang kau jelaskan semalam susah dimengerti” Ucap En yang mulai ketakutan


“Sudahlah aku akan melaporkan kali-” ucap paman


“Inikan barang inikan yang kalian maksud, sudah kuduga kalian akan keluar tanpa mempedulikan perkataanku” ucap Ken sembari membawa beberapa batang tebu


“Penyelamat” kata Elly dan En dengan mata berbinar-binar

__ADS_1


-----------------------------------------------------------------------------------------


Setelah menjelaskan disertai praktek


“Oh… Jadi itu yang kalian maksud investasi maafkan aku yang buru-buru terbawa emosi” ucap Paman dengan ramah


“Nah… kalau begitu maukah anda menandatangani kontrak dengan kami untuk mengesahkan produk baru kita, Oh iya kita belum kenalan nama anda siapa?” ucap Elly dengan nada senang


“Dengan senang hati, namaku Gordon Fales” ucap Paman


“Baik, salam kenal terlebih dahulu kami akan buatkan isi kontrak dari kami, kemudian anda bisa mengisi persyaratan dari pihak anda” ucap En sembari mengeluarkan kertas dan pena melalui sihirnya


“Kami akan mendiskusikan persyaratan kontrak terlebih dahulu disana” ucap Elly sembari menunjuk meja dipojokan toko


“Silahkan, sembari menunggu kalian selesai aku akan kebelakang dulu menyiapkan pesanan orang lain” ucap Paman


Mereka bertiga berjalan menuju meja dan mulai duduk mendiskusikan persyaratan kontrak mereka


Isi persyaratan dari pihak Elly



Hak kepemilikan milik Gordon (Paman),


Biaya pabrik ditentukan dengan seberapa banyak bahan baku yang dikelola


Barang yang telah dikelola sepenuhnya sudah menjadi kepemilikan pihak kami



Setelah menyelesaikan persyaratan tak lama kemudian paman itu keluar dan menyapa


“Apa kalian sudah selesai” ucap Gordon


“Baru saja, silahkan kemari paman” ucap Elly senang


“Baiklah, jadi apa yang harus aku lakukan” ucap Gordon sembari duduk


“Anda perlu membuat persyaratan dari phak anda, anda hanya perlu menyebutkannya saya akan menulisnya” ucap En


“Baiklah, omong-omong apa kalian bangsawan aku terkejut dengan sihir tadi dan kau yang bisa menulis dan membaca penduduk disini buta huruf” ucap Gordon


“Tidak, saya tahu huruf karena tekun belajar sendirian” ucap En sembari mengingat masa lalunya yang dikuncilkan


“Oh begitu rupanya, berarti anda tipe suka bermain di perpustakaan hahaha” ucap Gordon sembari tertawa


“Benar, cukupkan lah basa-basi ini dan cepat sebutkan persyaratan anda kerena kami sedang buru-buru untuk pulang” ucap En dengan nada serius


“Tapi aku tidak tau persyaratan apa yang perlu aku tuliskan, begini saja saya hanya perlu setuju dengan persyaratan kalian” kata Gordon


“Baiklah jika begitu anda hanya perlu tanda tangan disini” ucap En sembari menunjukkan tempat Gordon untuk menandatangani kontrak sepihak


“Baiklah ini sudah selesai terima kasih atas kerja kerasnya, kami kembali lebih dulu, ayo kemari kalian berdua” ucap ken buru-buru menarik lengan En dan Elly

__ADS_1


“Terima kasih Paman, sampai jumpa lagi” kata Elly senang


-------------------------------------------------------------------------------------


__ADS_2