
Dipusat pelatihan ksatria
Cling shing suara pedang bergema, dimana saat ini diadakan pelatihan kesatria di rumah Marquess untuk menyaring ksatria terbaik agar ditempatkan dikekaisaran
“Seperti yang kalian dengar rumor mengenai Reapers sudah menyebar dimana-mana, ini bisa menjadi ancaman bagi kekaisaran kita harus mengantisipasi keberadaan mereka. Aku mengumpulkan kalian disini dengan tujuan memberikan perlindungan bagi rakyat kekaisaran dari Reapers” ucap Rei mengumumkan deklarasi permusuhan dengan Reapers pada kesatria
“Kalian cukup bergaja serta berhati-hati dengan pergerakan yang tidak pasti dari mereka karena kita tidak tau pasti kekuatan Reapers ini” kata Ken menambahkan
“Jaya kekaisaran Ordocaletus semoga cahaya kebahagiaan tercurahkan dari sang dewi Phyllales menyertai kekaisaran” ucap para kesatria bersemangat
“Itu saja yang dapat kami sampaikan semangat berlatih, terima kasih” ucap Rei selagi meninggalkan ruang pelatihan bersama Ken
“Apa kita tidak salah dengar mengapa Reapers ingin disingkirkan, bukannya mereka tidak pernah berbuat jahat ke penduduk” ucap salah satu ksatria
“Sttt… pelankan suaramu bagaimana jika Tuan mendengar perkataanmu tadi, lebih baik dengarkan saja perintah Tuan” balas ksatria disampingnya
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kembali ke kafe
“Sepertinya lebih baik kau mengenakan pakaian yang dipakai orang-orang sini, kita ke butik setelah ini” ucap Kei sembari berdiri dari dudukan berjalan menuju kasir
“Baik, tunggu” jawab Elly yang ikutan berdiri juga
“Eh… Tapi aku belum menghabiskan hidanganku” ucap En terburu buru memakan makanannya
“Cepatlah kemari haha” ucap Elly berlari sembari datang ke meja En dan mulai memegang tangan En berlari menuju keluar
“Wah… Masa muda yang sangat menyenangkan, kau beruntung mempunyai tunangan dan pengawal seperti mereka berdua” ucap Nyonya pemilik kafe
“Baik, terima kasih atas pelayanannya” ucap Kei sembari keluar dari toko
Tidak jauh dari kafe Elly memperhatikan tukang baja yang sedang membuat baju sirah, tiba tiba ide terfikirkan olehnya mengenai cara pembuatan gula.
“Kau tau di tempatku gula sangat mudah didapatkan, cukup dengan teknik menggiling sari-sari tebu akan keluar ini yang akan menjadi gula dan menempatkan hewan besar untuk menggerakkan mesinnya” ucap Elly terus terang pada En
“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, tapi idemu layak dicoba” jawab En
Mereka mulai memasuki toko baja
“Sigh… Mau kemana lagi mereka” gerutu Kei yang ikutan mengejar mereka dari belakang
“Halo, selamat datang nona dan tuan sekalian di tokoh zirah, silahkan melihat-lihat beritahu aku jika kalian tertarik dengan salah satu karya saya” ucap Tukang baja
“Umm… Anu sebenarnya kami kesini ingin memesan barang yang belum pernah dibuat sebelumnya. Aku akan sketsakan jika anda tidak keberatan” ucap Elly agak takut dengan suasana dalam toko berbeda dengan toko kue tadi
“Baiklah nona manis tunggu disini sebentar” balas Tukang baja
“Kira kira bentuk bajanya seperti ini ][ keduanya saling berhimpitan satu sama lain” ucap Elly sembari menggambarkan
“Lalu akan ada satu roda gigi besar untuk menggerakkan kedua baja ini disebelah kiri” lanjut Elly
“Baiklah saya paham desain nona, kira kira pengerjaannya akan memakan waktu 2 bulan lebih” ucap tukang baja dengan senang
“Kalau begitu kami permisi sampai jumpa” ucap Kei buru-buru menarik mereka berdua
__ADS_1
“Kau fikir kita punya uang yang banyak untuk membeli beberapa barang baja dari sana?” kata Kei dengan sedikit amarah
“Ini dinamakan investasi, hasil pengolahan gula nantinya lebih menguntungkan kita. Aku saat ini sedang membuat sebuah tren baru kemungkinan suksesnya 95% kau tau” ucap Elly tanpa ragu menjelaskan keuntungan mereka
“Oh… Iya bagaimana aku bisa tau bahasa kalian dan kalian mengerti apa yang aku ucapkan?” tanya Elly tiba-tiba
“Sepertinya itu efek dari Pohon dunia, bentuk portalnya sangat berbeda dengan portal lainnya. mungkin itulah alasan mengapa kau mengerti bahasa disini dan kami mengerti apa yang kau katakan” jawab Kei
Tiba-tiba ada sejumlah ksatria yang bertanya identitas mereka
“Maaf mengaggu perjalanan kalian tapi kami ingin bertanya sesuatu, kami sedang mencari seorang Wanita kami harap anda bersedia diperiksa” ucap ksatria pada Elly
“Maaf tapi tunanganku sedang sakit memangnya ada perlu apa kalian?”tanya Kei
“Kami sedang mencari manusia tuan” jawab Ksatria
“Lihat rambutnya putih dia Elf Cahaya” kata En tiba-tiba bersuara yang mengisyaratkan para ksatria itu untuk pergi
“….” Ksatria terdiam sejenak
“Baiklah terima kasih semoga hari kalian menyenangkan” ucap ksatria itu mulai meninggalkan mereka
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Diruang kerja Ken
Tok Tok Tok
“Tuan? Apa anda ada di dalam?” tanya ajudan sambil mengetuk pintu
“Tuan saya datang menghadap, bahwa ada pesan dari istana” ucap Ajudan Ken yang tengah membuka pintu
"Apa pesannya…?” tanya Ken kemudian terdiam sejenak
“Ada panggilan dari Kaisar untuk tuan agar menghadap saat ini” jawab ajudan Kei sembari meletakkan surat di meja sang duke Kenrichen
“Itu artinya segera mungkin tanpa balasan surat kan?” ucap Ken dengan cengir khasnya
“Aku akan berangkat segera jadi siapkan kereta kuda secepatnya” ucap Ken sembari memakai jasnya
“Mungkin aku akan pulang telat, tidak usah menyiapkan makan malam” ucap Ken menambahkan sembari meninggalkan ruangan
“Baik Tuan” ucap para pelayan yang berbaris memberikan penghormatan
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di kerajaan kekaisaran Ordo
“Apakah pesannya sudah sampai?” tanya sang raja yang tengah duduk di singgasana
“Sudah baru saja, diperkirakan ia akan segera sampai dalam waktu dekat yang mulia” ucap sang ajudan yang berdiri disamping raja
“Begitu ya” ucapnya dengan wajah lesu
“Tolong perhatikan kesehatan anda yang mulia anda nampak kurus dan lesu” lanjut sang ajudan merasa khawatir pada kesehatan sang raja yang memburuk semenjak hilangnya sang adik dari pengungsian
__ADS_1
“Tidak perlu khawatir aku baik-baik saja” ucap sang Raja menenangkan ajudannya
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di kereta kuda
“Ada apa tiba-tiba Yang Mulia memanggilku” gumam Ken
“Apa Yang Mulia sudah mendengar masalah tentang manusia itu?” tanyanya dalam hati yang semakin khawatir
“Apa yang harus ku jelaskan…” ucap Kei
[Tok Tok]
“Tuan kita sudah sampai” ucap ajudan Kei dari luar kereta
[Kriet…]
[Tap tap]
Dengan gagah berani Duke Kenrichen keluar dari kereta kuda rambut silver dengan potongan pendek serta mata biru layaknya berlian sapphire, ia pun mulai melangkahkan kakinya memasuki istana.
“Tuan Duke, kedatangan anda telah ditunggu” ucap ajudan Kaisar
Ia menginjakkan kakinya melalui lorong yang agak panjang berhiaskan karpet merah dan lampu chandelier yang membuat suasana nampak mewah. Tepat di depan pintu
“Yang Mulia, Tuan Duke Kenrich telah tiba” ucap ajudan sang Kaisar
“Masuklah” ucap Kaisar
“Salam pada matahari kekaisaran semoga cahaya kebahagiaan tercurahkan dari sang dewi Phyllales” ucap Duke menyapa
“Vin kau sudah bisa keluar, aku hanya ingin berbicara 4 mata dengan sang Duke” ucap sang Kaisar pada ajudannya
“Aku telah menanti kedatanganmu” kata Kaisar
“Maaf karna telah membuat anda menunggu yang mulia”ucap Duke dengan nada menyesal
“Haha… Tidak masalah tidak usah terlalu formal begitu hanya ada kita berdua disini” ucap kaisar dengan nada riang
“Mohon maaf yang mulia. Tapi tetap saja saya harus mengikut etiket tata krama yang berlaku” kata Ken dengan nada rendah
“Baiklah, sepertinya basa basi tidak cocok untuk mu aku akan langsung ke intinya” ucap Kaisar dengan nada agak mencekam matanya menyala layaknya berlian Canary berwarna kuning terang serta senyum tipis menghiasi wajahnya
“Aku sudah dengar kabar Reapers dan kau yang bertugas mencari mereka, sejauh ini bagaimana perkembangannya?” tanya Kaisar
“Awalnya kami mendengar kabar mereka di kota Mandele, wilayah Viscount Rei. Mereka dianggap pahlawan di wilayah itu, dari rumor yang kami dengar mereka tidak mengancam bagi kekaisaran. Namun firasat saya berubah sejak mereka menculik seorang manusia dari kediaman saya” kata Ken panjang lebar
“Apa menurutmu mereka ancaman?” tanya Kaisar
“Menurut saya iya, tapi kita perlu mendiskusikan dengan yang lain Yang Mulia anda tidak boleh mendengar satu pendapat saja” kata Ken khawatir
“Baiklah, jika itu maumu kau bisa kembali sekarang” ucap Kaisar pada Duke
"Baik terima kasih yang mulia" ucap Duke menunduk dan segera meninggalkan ruangan
__ADS_1