
Sementara itu dikediaman Baron
“Selamat datang tuan” ucap dayang Anny
“Beraninya bocah itu mengaturku apa katanya kami akan mengirimkan bala bantuan, kau fikir ini medan pertempuran dasar gila pedang” ucap Baron Matteo kesal sembari menjatuhkan vas bunga di ruang tamu
“Kyaaa” teriak salah satu pelayan yang hampir terkena lemparan vas bunga
“Berisik sekali, diam lah atau kau akan kubunuh” ucap Baron sembari memegang wajah pelayan itu
“Jangan ada yang mengangu aku akan tidur siang terlebih dahulu” ucap Baron Matteo berjalan menuju kamarnya
“Dasar tuan selalu bersikap semaunya” ucap ajudan Baron
“Saya harap akan ada seseorang yang menggantikan posisinya” ucap dayang Anny kesal
“Benar, aku harap dia dapat dilengserkan mengingat dia tidak punya pewaris” kata dayang Oliv menambahkan
“Bagaimana jika Reapers yang menggantikan posisinya ku dengar mereka membatu krisis pakan di wilayah Marquess Reinhart” ucap Pelayan Emmy
“Hentikan gossip kalian, akan berbahaya jika tuan mendengarnya. Lagian Putra dan Istrinya tiada sejak kecelakaan kereta” ucap ajudan Baron
“Baik” ucap mereka sembari meninggalkan gerombolan
----------------------------------------------------------------------------------------
“Aku pulang” ucap Kei sembari membuka pintu ruang tamu
“Selamat datang kembali tuan” ucap En sembari berdiri dan menundukkan kepalanya
“Apa yang kalian lakukan?” tanya Kei yang berdiri depan pintu sembari memperhatikan gerak gerik mereka
“Lagi-lagi Reapers menjadi perbincangan tuan” ucap En
Kei mulai berjalan mendekati mereka
Tiba tiba
[Shing]
Kei menggunakan sihirnya untuk membuat Elly tertidur
“Uh… Apa yang…” Elly pun terlelap
“Nah… Sudah aman tunggu sebentar aku akan memindahkan Elly” ucap Kei sembari menggendong Elly
“Heee… Baru kali ini tuan tidak marah dan malah menggendong Elly serta menyebut namanya” gumam En dalam hati
Kei berjalan memasuki kamar dan meletakkan Elly diatas ranjang secara perlahan
[Grab]
“Aku senang bertemu dengan mu terima kasih” ucap Elly yang sedang mengigau sambil menarik lengan baju Kei
“Sama-sama ku harap kau betah bersama kami, tidak dengan yang lain” ucap Kei sembari melepas pegangan Elly
Dari luar En malah mengintip
“Huh… Apa tuan punya hubungan special dengan manusia itu” gumam En dalam hati
Kei mulai berjalan keluar sontak En berlari dengan sigap menuju sofa kemudian duduk dengan nyaman
“Apa yang kau lakukan” ucap Kei yang bingung melihat En yang nyaman meminum secangkir teh diwadah kayu
“Tidak, saya baru saja menyaksikan adegan seru, seekor burung pipit yang membantu pasangannya” ucap En tersenyum tipis
“Hentikan omong kosongmu” ucap Kei kesal disamakan dengan burung pipit
“kemarikan surat kabarnya” ucap kei sembari merampas surat kabar dari meja
Ia pun mulai duduk dan membaca koran
“Sepertinya mereka tidak akan tinggal diam melihat pergerakan kita” ucap Kei
“Itu dipicu dari kecerobohan kita yang mulia” kata En sembari menahan tawa
“Padahal itu kesalahan bisa-bisanya mereka menganggap kita membantu krisis pangan hewan” ucap Kei memukul pundak En
__ADS_1
---------------------------------------------------------------------------------------
Mereka mulai mengingat kembali kejadian bulan lalu
“Tuan saya sudah membayar satu domba” ucap En
“Baiklah… Cukup ambil satu dan segera pergi, omong-omong jubah ini membuatku kesal ini menggangu” balas Kei
[Set]
Jubah Kei tersangkut sontak ia menariknya
[Sret..]
Jubahnya terlepas namun sayang itu membuatnya tidak sengaja membuka kandang domba, semua domba berlarian keluar memakan rumput segar. Tak lama kemudian pemilik datang
“Astaga apa yang anda lakukan” ucap pemilik domba
“Ini tidak disengaja tadinya-”
“Terima kasih tuan atas ilmu barunya saya baru tahu jika domba bisa memakan rumput, selama ini saya terus-terusan membeli pakan dengan harga yang mahal, karena harganya saya harus berhemat dan mencampur pakan dengan air lebih banyak itulah mengapa domba saya kurus. Sebagai ucapan terima kasih saya menghadiahkan anda 1 domba lagi. Terima kasih banyak tuan” ucap Pemilik domba
“Uh… Baiklah terima kasih” ucap Kei
---------------------------------------------------------------------------------------
Kembali ke masa kini
“Padahal itu kecelakaan” ucap Kei
“Tapi syukurlah kita mendapatkan bonus” tambah En
“Jadi dari kejadian itu kita mendapatkan gelar Reapers Yang Mulia” ucap En
“Awalnya saya bingung siapa Reapers yang membantu krisis pakan, tapi karena berita lain juga menyebutkan Reapers menculik manusia bertepatan di saat kita menculik Elly saya pun tersadar dengan panggilan yang dibuat-buat masyarakat ditujukan pada kita berdua Yang Mulia” ucap En yakin
“Reapers ya menarik” senyum Kei
“Yang mulia bagaimana jika mengatasnamakan Reapers terhadap produksi gula, bukankah kita akan mendapatkan untung, hal ini juga dapat membuat faksi kerajaan terpicu” ucap En
“Baik Yang Mulia saya akan berhati-hati” ucap En tersenyum sumringah
----------------------------------------------------------------------------------------
Keesokan harinya, En datang ke toko baja
“Selamat datang kembali tuan, eh kemana 2 temanmu?” tanya Gordon keheranan karna tidak biasanya hanya satu orang yang satang ketokonya
“Mereka sedang sibuk lagipula aku ingin memberitahu mu sesuatu” ucap En sembari duduk di kursi layanan
“Aku ingin kau menjadi pemilik produksi dan mengatasnamakan Reapers yang telah membantumu” ucap En tanpa basa basi
“Bukankah kalian yang membantu saya mengapa harus Reapers?” tanya Gordon
“Soalnya yang memberitahukan kami hal ini adalah Reapers, kami hanya datang memberitahukanmu” balas En
“Baiklah jika seperti itu, jangan lupa ucapkan salam ku pada nona Elly” Ucap Gordon berbunga bunga
“Mengapa kau mengincar nona kami?” tanya En curiga bahwa Gordon pedofil
“Ah… Dia mengingatkan anak ku yang telah meninggal 10 tahun yang lalu, jika dia masih hidup mungkin umurnya akan sama dengan nona kalian” ucap Gordon dengan nada sedih
“Oh… Begitu rupanya saya minta maaf dan mengucapkan belasungkawa terhadap kemalangan yang menimpa putri anda” Ucap En sembari berdiri
Produksi gula pun mulai dijalankan atas nama Gordon yang bekerja sama dengan Reapers, sontak hal ini pun menjadi perbincangan hangat yang membuat nama Reapers menjadi halaman pertama pada koran baik di kalangan bawah maupun kalangan atas
----------------------------------------------------------------------------------------
Beberapa bulan kemudian
{Pasar, kalangan bawah dan menegah}
“Wah… Nama mereka lagi-lagi menjadi topik perbincangan” kata bibi yang berjualan
“Benar aku jadi tidak sabar melihat potret mereka berdua” ucap pembeli
“Aku ingin seperti mereka menjadi ksatria dan bergabung di kelompoknya” ucap anak laki-laki mengangkat pedang kayu mainan
__ADS_1
“Aku juga ikut hahaha” ucap anak-anak lainnya
{Di pesta teh, kalangan atas}
“Andai saja mereka bangsawan aku ingin menikahi salah satu dari mereka berdua” kata putri Earl Yui dengan senyum manja terpancar dari wajahnya
“Anda tenang saja, nona akan mendapatkan segalanya” ucap putri Archduke Ldya dengan senyum tipisnya
“Wah baru kali ini pudding ini manisnya pas aku juga suka tehnya” kata nona Siri mengubah alur percakapan
“Hm… benar aku sangat berterima kasih. Mereka benar-benar menyelamatkan kita dari dessert hambar” ucap nona Enny sambil mengambil macaroon kemudian melahapnya
“Kalau tebakanku benar mereka pasti berada di wilayah kekuasaan Baron, yah itu sangat jauh dari sini memakan waktu berbulan jika menaiki kereta. Aku harap bisa bertemu mereka secara langsung” ucap putri Earl Yui sembari meminum seteguk teh
“Kudengar mereka menculik seorang manusia dari kediaman Grand Duke Kenrichen. Mereka menculiknya kerena wanita itu cantik ini pun memicu amarah Grand Duke, bukankah itu terdengar romantis namun sayangnya pada akhirnya Duke tidak mendapatkan manusia itu” kata nona Siri menjelaskan
“Benarkah… Kyaa, membayangkannya saja membuatku tergelitik” kata nona Enny
---------------------------------------------------------------------------------------
“Tuan ini koran hari ini” ucap En sembari masuk ke ruang tamu kemudian memberikan Kei korannya
“Sudah kuduga, ini akan menjadi perbincangan hangat, jangan lupa berhati-hati jika keluar rumah” kata Kei khawatir
(Reaper bertindak sebagai penyelamat)
(Tidak hanya menyelamatkan krisis pakan di wilayah Marquess Reinhart, Reapers juga membantu wilayah Baron dalam produksi gula, mereka benar-benar bagaikan malaikat)
“Hhahaha… Omong kosong apa ini malaikat katanya” kata Kei sembari terkekeh
“Tuan… Apa yang kita lakukan berikutnya?” tanya En
“Ini menarik bagaimana jika kita menemui baron dan meminta imbalan atas berhasilnya kita membantu wilayahnya” ucap Kei
Kei melihat lembaran berikutnya
(Pemberitahuan mencari manusia di seluruh wilayah kediaman bangsawan)
“Apa yang sedang kalian bicarakan?” Tanya Elly yang berjalan keluar dari dapur
“Tidak ada apa-apa” ucap Kei sembari menyembunyikan koran di belakang punggungnya
“Begitu rupanya bagaimana jika kita makan sekarang” ucap Elly bersemangat memanggil mereka berdua
“Baik…” ucap Kei dan En bersamaan
Mereka berdua pun berjalan menuju dapur, sesampainya mereka terkejut dengan hidangan mewah yang di sajikan Elly
“Silahkan dimakan… Aku harap kalian suka” ucap Elly
“Hmmm… Kok bisa seenak ini?” Tanya En terkejut
“….” Tidak ada komentar dari Kei
“Setelah ini apa kalian mau menemaniku pergi ke toko paman Gordon” Kata Elly bersemangat
“Uhuk…” Kei tersedak
“Eh… apa itu tidak sesuai seleramu?” tanya Elly khawatir
“Tidak, aku hanya terkejut dengan apa yang kau katakan” balas Kei yang terlihat baik-baik saja
“Kenapa apa tidak boleh?” tanya Elly heran
“Untuk saat ini tidak boleh ucap En” sembari menikmati makanannya
“Kenapa? Apa ada sesuatu padahal kemarin tidak ada masalah jika aku keluar menemui paman Gordon
“Saat ini beredar pengumuman mencari manusia, bagaimana jadinya jika kau ketahuan lebih baik berdiam diri dirumah” kata Kei tegas
“Baiklah…” balas Elly agak murung
“Kita bisa menemuinya jika pengawasan mulai menurun” ucap En menyemangati
“Benarkah? Baiklah jika begitu” ucap Elly sambil menghabiskan suapan terakhirnya
---------------------------------------------------------------------------------------
__ADS_1