
Diruang rapat istana kekaisaran Aldric mulai memasuki ruang rapat
“Yang mulia Kaisar memasuki ruangan” ucap ksatria depan pintu
“Salam pada matahari kekaisaran semoga cahaya kebahagiaan tercurahkan dari sang dewi Phyllales” Ucap para suksesor
“Baiklah, silahkan duduk. Nah aku rasa hanya kalian yang bisa menghadiri pertemuan ini, terima kasih atas perhatiannya” Ucap sang Kaisar Elven V Aldric sembari duduk
“Lagi-lagi Arcduke dan Earl tidak menghadiri kegiatan rapat, seharusnya mereka diberi peringatan yang mulia” ucap Marquess Reinhart kesal
“Tenangkan dirimu” ucap Viscount Luissen
“Tapi mereka tidak melakukan ini hanya sekali tapi sudah berkali-kali, aku tahu mereka kontra dengan keadaan ini tapi ini sudah melewati batas” balas Marquess Reinhart
“Pft… Anggap saja mereka kekurangan finansial untuk keluar dari wilayah mereka” ucap Grand Duke Kenrichen terkekeh
“Ehem harap tenang, yang mulia akan memulai rapatnya” ucap ajudan kaisar Vincent memberi peringatan
“Pada rapat kali ini kita akan membahas masalah reaper, untuk lebih jelasnya ku persilahkan pada Marquess Reinhart untuk melaporkan kondisi Reapers yang terjadi diwilayahnya” ucap Kaisar
“Reaper sebutan yang penduduk sebut penjaggal kematian dikatakan mereka hanya berdua dapat menyelesaikan permasalahan kritis jangka pendek, mereka bahkan memiliki penggemar baik kalangan bawah hingga kalangan atas. Mereka terdiri dari 2 orang ksatria dan penyihir. Saya bersama Grand Duke berusaha menangkapnya namun hasilnya nihil tidak ada tanda keberadaan mereka, mungkin sekian yang dapat saya sampaikan” kata Marquess Reinhart menjelaskan
“Apa mereka membuat kekacauan” tanya Count Javier
“Sejauh ini mereka membantu rakyat kalangan atas, saya tergangu dengan kehadirannya kerena mereka memiliki penggemar dari berbagai penjuru. Dikhawatirkan mereka mengganggu reputasi saya dan suksesor lainnya terlebih anda Baron wilayah anda sedang tidak baik-baik kudengar ada permasalahan krisis ekonomi disana saja saya takutkan mereka akan mengambil ahli wilayah anda” ucap Marquess Reinhart panjang lebar
“Diamlah bocah aku sedang mempersiapkan yang terbaik untuk wilayahku” ucap Baron Matteo agak kesal
“Harap tenang tuan Matteo dan Rei jangan menambah masalah. Ingat saat ini kalian berada didepan Kaisar” ucap Vin memperingati mereka berdua
“Bisakah kita membahas hal lain selain Reapers, karena menurutku mereka cukup membantu tidak ada yang perlu di khawatirkan” ucap Count Javier
“Anda tidak tau mereka sudah menculik seorang manusia dari kediamanku bagaimana bisa kita tinggal diam saja disaat mereka datang mengacau” Ucap Grand Duke Kenrichen dengan nada mencekam
Sontak ruangan menjadi sunyi tidak ada yang membuka suara mengenai apa yang disampaikan Grand Duke muda itu
“Aku setuju dengan perkataan Count Javier bahwa reaper bukan masalah besar baiknya jika kita memperhatikan kondisi wilayah masing-masing”
“Kalau begitu bagaimana dengan permasalahan bahan pokok dari wilayah masing-masing” tanya Vin Ajudan Kaisar
“Gula saat ini sulit untuk dikelola butuh bertahun-tahun untuk menyediakan 1 ton gula, sehingga kami menjual gula dengan harga yang tinggi untuk menghemat persediaan” ucap Baron Matteo
“Saat ini sudah mulai memasuki musim dingin persediaan stok gandum diwilayah kami, saya fikir sudah cukup untuk 3 bulan kedepan” ucap Count Javier yakin
“Kebutuhan daging saya rasa tidak ada masalah baik darat maupun laut, aku sedikit berterima kasih pada Reapers yang telah membantu ketersediaan pakan hewan bulan lalu” Ucap Marquess Reinhart
“Pandai besi dari wilayah kami sudah tidak diragukan, serta saat ini permintaan senjata perang tidak terlalu banyak sehingga tidak ada masalah” ucap Viscount Luissen
“Mungkin anda sekalian sudah cukup tau dengan pertambangan di wilayah Grand Duke tidak ada masalah. Pernak pernik masih banyak tersebar ditoko-toko” ucap Grand Duke Kenrichen
“Begitu ya, sepertinya kita perlu mengurus permasalahan gula saat ini, kerena ini menjadi salah satu bahan pokok makanan. Apakah ada yang memiliki ide?” tanya Kaisar Aldric
__ADS_1
“Bagaimana jika mencari lebih banyak pekerja dan meningkatkan upah mereka” ucap Viscount Luissen
“Itulah yang menjadi masalah kurangnya pekerja dan mereka mengundurkan diri lebih cepat dari yang dikira” balas Baron Matteo
“Apakah anda membutuhkan orang di wilayah anda?” tanya Kaisar Aldric
“Tentu saja boleh jika anda mau yang mulia tapi saya tidak terlalu yakin dengan itu” balas Baron Matteo
“Aku yang akan mengirimkan orang jika kau mau Baron” ucap Grand Duke Kenrich menambahkan
“Urus saja masalah Reapers bersama orang-orangmu aku akan meminta bantuan pada yang lain, tuan muda Grand Duke” Ucap Baron Matteo mengejek
“Ehem… Hentikan kalian berdua” ucap Vin ajudan Kaisar
“Sepertinya kita cukupkan sampai disini terima kasih atas kesediaannya untuk mengadiri rapat pada hari ini” ucap Kaisar Aldric yang menutup rapat sembari berdiri dan meninggalkan ruangan
“Terima kasih yang mulia semoga cahaya kebahagiaan tercurahkan dari sang dewi Phyllales menyertai kekaisaran” ucap mereka bersamaan sambil menundukkan badan
Setelah rapat tadi mereka pun pulang ke kediaman masing-masing
-----------------------------------------------------------------------------------------
“Yang Mulia apakah anda tidak apa-apa memberikan pendapat seperti itu, saya khawatir ini akan menjadi celah bagi faksi lain untuk menjatuhkan anda” ucap Vin ajudan Kaisar
“Tidak masalah karena aku tau siapa sebenarnya Reapers itu” ucap Kaisar dengan senyum tipis, hal itu membawanya pada masa lalu disaat Carver belajar bersamanya mengenai wilayah kekuasaan
“Aku harap bisa bertemu mereka langsung mereka semakin menarik perhatian jika berbuat baik seperti itu, aku yakin mereka tidak melakukan hal-hal buruk pada manusia yang mereka culik” ucap kaisar tertawa kecil
“Mengapa anda seyakin itu yang mulia?” tanya Vin keheranan
“Yang Mulia sejak kapan anda merahasiakan sesuatu dari saya” gerutu Vin
“Hahaha…. Kau akan tahu begitu bertemu mereka, jadi sabar saja” balas Kaisar
“Baiklah jika itu yang anda katakan” ucap Vin kecewa
“Mereka sangat imut saat kecil” ucap Kaisar
“Yang mulia anda membuat saya semakin penasaran” balas Vin
“Hahaha” tawa Kaisar
“Aku bosan” ucap Elly menggerutu diatas ranjang
Ia pun melangkah keluar dari kamar menuju ruang tamu tempat Kei dan En berada
“Hei apa yang kau lakukan dan dimana Kei?” tanya Elly pada En
“Aku sedang membaca koran harian,sedangkan tuan pergi berburu untuk makan malam nanti” jawab En
“Apa terjadi sesuatu pada berita, tolong beritahu padaku” ucap Elly sembari memohon untuk dibacakan
__ADS_1
“Terjadi pertemuan di istana kerajaan hari ini, mereka membahas Reapers” ucap En tanpa basa-basi
“Apa itu sesuatu yang buruk, lalu sip aitu Reapers?” tanya Elly menaikkan alisnya
“Tidak itu hanya hal biasa, lagi pula mereka pasti tidak menjadikan Reapers sebagai topik perbincangan utama” balas En yakin
“Memangnya kenapa?” tanya Elly lagi
“Mereka pati membahas masalah wilayah kekuasaan masing-masing orang apalagi sekarang ini sudah hampir memasuki musim dingin itu pasti akan menjadi masa yang sulit” ucap En sembari melipat koran
“Wilayah kekuasaan?” tanya Elly keheranan ia pun mulai duduk berdampiangan untuk mendengarkan
“Setiap wilayah memiliki tuan yang berkuasa, bisa dikatakan ada tingkat kasta bangsawan, aku akan menuliskannya” ucap En sembari menyiapkan kertas dan pena
Urutan kasta bangsawan
Kaisar Alven V Aldric
Prince Carver
Archduke Isac
Granduke Kenrichen
Marquess Reinhart
Earl Gabriel
Count Javier
Viscount Luissen
Baron Matteo
“Kira-kira seperti ini urutannya” Ucap En sembari memperlihatkan tulisannya
“Aku buta huruf” ucap Elly tidak mengerti tulisan En
“Kalau begitu tahan sebentar” ucap En menutup mata Elly menggunakan tangannya sembari memberikan sikir pada matanya
“Sudah selesai” ucap En pada Elly
“Huh” Elly membuka matanya perlahan
“Heh… kau benar aku bisa membacanya luar biasa” ucap Elly sembari mengangkat kertas dan membacanya
“Wah… Tingkat bangsawan ternyata banyak. Lalu saat ini kita berada di wilayah kekuasaan siapa” tanya Elly
__ADS_1
“Kita berada di wilayah kekuasaan Baron Matteo” ucap En sembari menunjuk tulisan pada angka 9
--------------------------------------------------------------------------------