
Karena mereka sudah lama melakukan pencariaan di area Pohon Dunia dan sekitarnya, Kei akhirnya mengeluarkan batu Mana untuk berkomunikasi dengan Rei yang berada di ibukota
“Rei bagaimana keadaan disana, apakah kau menemukan sesuatu?” Tanya Kei penasaran
“Kami sudah menyusuri berbagai tempat di ibu kota, namun hasilnya nihil” Jawab Rei
“Oh.. Begitu rupanya…” ucap Ken agak kecewa
“Tapi ada satu hal yang ganjal, saat kami bertanya kepada penduduk mengenai Elly, mereka malah menyangkutpautkan penculikan Manusia dengan kembalinya kelompok Reapers” Kata Rei menjelaskan
“Reapers? Baru kali ini aku mendengar hal itu” Tanya Ken bingung
“Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, sebaiknya kita kembali lebih dulu” ucap Rei
“Kontrak telah selesai dibuat sekarang apa?” tanya Elly penasaran
“Sekarang tinggal menunggu, portal duniamu terbuka kembali” jawab Kei
“Kapan portal dunia itu terbuka kembali?”balas Elly bertanya kembali
“Aku tidak tau pastinya, mungkin setahun lebih” jawab Kei
“Hah… bukankah itu terlalu lama” ucap Elly
“Perbedaan waktu disini beda jauh dengan duniamu, jika diperkirakan setahun disini hanya sehari di duniamu. Kamu hanya perlu bersabar” jelas Kei sembari duduk di kursi
“Wah.. Perbedaannya sangat lama” Elly terkejut matanya berbinar-binar seakan masih punya kesempatan untuk kembali ke dunia asal
“Selagi menunggu bagaimana jika kita berpetualang, bukankah sangat membosankan jika terus-terusan tinggal disini” ucap Elly dengan nada bersemangat
“Memangnya kau mau kemana?” tanya Kei mata dengan blue sapphire menatap Elly dengan tajam seakan-akan ingin menerkam musuh
“Toko kue, ayo pergi kesana bersama-sama” jawab Elly yang tak paham situasi
“Diluar sana penjagaan ketat sulit bagi kita untuk bergerak tuan” ucap En dengan mimik serius
“Tidak masalah, ayo keluar kita sangat jarang menghibur diri sejak lari dari kekaisaran. Lagipula kita hanya perlu menyamarkan diri” balas Kei sembari berdiri dan mencari jubah di lemari pakaian
“Baiklah tuan” jawab En pasrah, lagi-lagi dia harus menuliskan koordinat pada kertas teleport dengan tujuan jaga-jaga dengan situasi yang tak terduga jika mereka berada diluar nanti
__ADS_1
“Manusia ingat tujuan kita keluar hanya untuk kue tidak lebih dari itu. Aku sudah cukup lelah hanya dengan kita keluar menuju pohon dunia” ucap Kei memastikan Elly agar dia tidak banyak permintaan kesana kemari
“Baik” balas Elly bersemangat
Disisi lain terdapat perbincangan antara Duke Kenrichen dan Marquess Reihart
“Jadi apa maksudmu Reapers?” tanya Ken penasaran dengan obrolan yang sempat tertunda tadi, matanya mengatakan seakan-akan mereka semakin dekat menangkap pelaku yang telah menculik Elly
“Mereka mengatakan Reapers adalah seorang ksatria tangguh dan penyihir hebat mereka dikatakan, sebagai Reapers karena keunggulan mereka di medan perang dan pertolongan pada rakyat dimasa sulit. Dikatakan mereka hanya berdua sudah dapat menyelesaikan permasalahan kritis jangka pendek, mereka bahkan memiliki penggemar baik kalangan bawah hingga kalangan atas" ucap Rei terus terang menjelaskan rumor yang dikatakan rakyat di ibu kota
"Orang-orang pasti menganggap mereka sebagai pahlawan. Aku jadi tak sabar bertemu mereka, serta alasan mereka menculik Irely di kediaman ku" balas Ken sembari meminum secangkir teh hangat, dengan senyum tipis menghiasi wajahnya. Ini menandakan kepalanya penuh dengan 101 cara menangkap Reapers yang dimaksud
Dikafe
Disebuah gang kecil yang tak jauh dari ibukota En melakukan teleportasi sesuai keinginan Elly menuju kafe. Mereka tak lupa memberi Elly sihir perubahan agar tidak dicurigai, dimulai dengan mewarnai rambut Elly menggunakan cat rambut seperti Elf pada umumnya hingga menggunakan mantel hitam layaknya pengembara. Pagi mereka dimulai dengan pergi ke kafe
“Wah ini benar-benar luar biasa bagaimana bisa rambutku berubah menjadi putih, saat ini aku benar-benar menyerupai kalian” ucap Elly pada Kei dan En dengan takjub
“Dengan begini kita tidak akan dicurigai jangan lupa pakai tudung pada mantelmu agar telingamu tidak nampak” ucap En sembari menghapus jejak teleport mereka
“Hei berhati-hatilah” teriak Kei memperingatkan
“Sudah lah tuan lagipula nona tidak pernah keluar selama bersama kita” ucap En menenangkan tuannya
“Aku pergi lebih dulu, susul kami jika kerjaanmu selesai” kata Kei sembari meninggalkan En menuju kafe yang dimasuki Elly
“Baik tuan” balas En
Sesampainya di kafe
“Halo nona muda selamat datang di kafe Ufa, pagi ini kami menyediakan apple strudel, crème brulee, pancake, crepe, macaroon dan masih banyak lagi. Tapi sebelum itu silahkan reservasi tempat duduk lebih dulu” ucap Nyonya pemilik kafe dengan ramah
“Hei El kau pesan apa?” tanya Kei penasaran dengan menu yang akan dipesan Elly
“Aku belum memesan semua pilihannya enak” jawab Elly kebingungan harus memilih menu apa
__ADS_1
“Omo… Apa dia pasangan mu? Ada paket promo bagi 5 couple yang datang lebih dulu pagi ini, kalian couple pertama loh” ucap Nyonya itu senang
“Kami bukan-” jawab Kei namun dengan sigap Elly menutupnya
“Kalian bukan apa?” tanya Nyonya itu keheranan
“Kami bukan couple melainkan tunangan, benarkan?” jawab Elly dengan sigap membantah perkataan Kei tadi
“Kami-“ Kei kembali membalas namun dicegat Elly
“Katakan saja iya, kita akan mendapatkan banyak keuntungan jika berpura-pura menjadi pasangan” bisik Elly pada kei
“Benar kami saat ini sedang bertunangan nyonya. Mohon berkati kami berdua, terima kasih” ucap Kei yang pasrah menghadapi Elly
Akhirnya mereka duduk berdampingan dengan hidangan yang mulai ditata di meja mereka
“Tuan?” ucap En terkejut melihat meja mereka yang nampak romantis
“Berisik, duduk saja sendiri disana” ucap Kei agak marah
“Memang benar menghadapi wanita jauh lebih sulit dimandingkan melawan musuh di medan perang” gumam Kei
“Kau tidak bisa menghabiskan kue milik mu?” tanya Elly sambil mencomot kue milik Kei
“Dasar, makan saja semua. Ini terlalu manis buatku” ucap Kei sembari menawarkan piringnya pada Elly
“Baiklah terima kasih” ucap Elly senang karena telah ditawarkan
“Omong-omong tentang portal menuju duniaku apa pernah terbuka sebelumnya?” tanya Elly penasaran
“Katanya pernah tapi itu sudah sangat lama” jawab Kei
“Oh.. begitu rupanya, kupikir ini pertama kalinya portal itu terbuka” ucap Elly sembari memakan kue gigitan terakhir
“Kue dan teh disini berbeda dengan duniaku, kue disini tidak cukup manis sedangkan tehnya punya aroma yang berbeda dengan yang biasa aku minum” kata Elly sembari meminum teh
“Itu karena gula disini cukup sulit untuk di kelola, butuh waktu cukup lama untuk membuatnya. Alhasil gula cukup mahal bagi rakyat tingkat menengah” jelas Kei menjelaskan dengan rinci
“Begitu rupanya” jawab Elly
“Sepertinya itu karena pengolahannya yang masih tradisional” gumam Elly dalam hati
__ADS_1