BackOut

BackOut
Episode 2 Menculik manusia


__ADS_3

Disisi lain Marquess menyuruh kesatria untuk mengantarkan Nona Vere kembali ke kediaman Count.


“Nah mari kita lanjut, siapa yang menyuruhmu untuk menjual seorang manusia di pelelangan hm?” tanya Duke geram


“Saya saja tidak tau ada manusia yang terselip di dagangan kami tuan percayalah” jawab sang host ketakutan.


“Pasti ada sesuatu bicaralah atau kau akan mati disini” ancam Duke tanpa ragu kepada host.


“Sesuatu apa Tuan kami bahkan tidak tau cara mengaktifkan portal pembatas dengan dunia manusia, dikatakan seorang petani melalui lembah hendak menjual sayuran ke ibu kota, karena dia menemukan manusia ini dia hanya menaikkannya ke gerobak dan dijual pada kami” jawab host dengan jelas.


“Oh… Begitu rupanya, hukuman mu akan di tentukan oleh kekaisaran, selamat tinggal” ucap Duke yang hendak meninggalkan penjara.


“Ughh… sekarang aku ada dimana” tanyanya heran ketika melihat dinding langit yang nampak mewah.


“Kau berada dalam kediamanku Duke Rich” sahut Ken selaku tuan rumah ia nampak duduk santai disamping ranjang Elly


“Rich…Pantas saja aku menginjakkan kaki di rumah orang kaya Rich” gumam Irely dalam hati


“Kruyuuuukk” suara gemuruh perut Elly memecah keheningan


“Bhaahaha… Kau nampaknya lapar ya manusia” tawa lepas dari sang Duke menyahuti Elly yang nampak kelaparan.


“Kemarilah aku akan menjamu mu” ucap Ken,


Sepanjang perjalanan Elly nampak kagum dengan desain interior kediaman Duke Rich yang tidak biasa dia lihat di dunianya. Semua nampak berkilauan dimatanya.


“Heiiiii… Ternyata dia sudah sadar kenapa tidak bilang padaku” Omel Reinhart Marquess Hart.


“Hai bagaimana kabar mu kau baik-baik saja bukan? Apa kau perlu ku gendong sampai ke ruang jamuan?” desak pertanyaan dari Rei tertuju pada Irely.


“Tidak usah terima kasih atas perhatiannya emm…” jawab Elly yang nampak kebingungan dengan cara apa dia harus memanggil Reinhart


“Hahaha… Panggil saja Rei, itu namaku, ingat itu baik-baik” ucapnya sambil mengacak-acak rambut Elly


“Astaga maaf aku kebiasaan melakukan hal itu pada adik laki-lakiku” ucapnya tertunduk malu.


“Kalian nampaknya cocok hehehe” gumam Ken,

__ADS_1


“Nah selamat datang ke ruang jamuan aku harap seleramu sesuai dengan makanan disini” ungkap Ken sambil tersenyum Pada Elly.


“Terima kasih atas perhatiannya tuan” ucap Elly sembari duduk berhadapan dengan Rei.


“Maaf jika makanannya berasa kurang di lidahmu” ungkap Ken perhatian


“Makanan disini nampak mewah dan terasa enak bagaimana mungkin tidak sesuai dilidah, dan lagipula aku tidak tau dengan cara apa aku harus meresponnya” gumam Elly dalam hati


“Eum.. enak kok, terima kasih atas jamuannya” kata elly berterima kasih.


“asdfghjkl… kenapa pakai kata eum astaga jangan sok imut di tempat lain lagipula aku belum mengenal baik mereka berdua” keluh elly dalam hati.


“Uhukk… Maaf aku uhk…” Elly tersedak


“Kenapa pakai acara tersedak segala” batin Elly malu


“Kau tidak apa-apa manusiaaaa?” Teriak Rei terkejut


“Astaga… Apa makanan disini tidak sesuai selera mu kau sampai tersedak” Kejut Ken melihat reaksi berlebihan Elly


“Sungguh memalukan huft… aku pengen menghilang aja” ungkap Elly dalam hati


--------------------------------------------------------------------------------------


“Hah… Apa-apaan ini, bukankah ini manusia yang kemarin tuan potretnya sama persis” histeris En


“Sttt… Pelankan suaramu kita akan menjadi perbincangan jika mereka tau kita yang menemukan manusia itu” ucap Kei


“Sial bagaimana bisa suasananya serumit ini akan sulit bagiku mengurus pohon dunia jika seperti ini jadinya, aku harus melakukan sesuatu” gumam Kei


“Jadi tuan akan menculiknya?” tanya En


“Ide yang bagus” Jawab Kei


“Jadi manusia itu ada di kediaman sang Duke, menarik sudah lama tidak mengunjunginya bersiaplah mala mini kita akan beraksi” Jelas Kei


“Baik Tuan Carver maksud saya Tuan Kei” gugup En membalas

__ADS_1


“Tidak masalah ayo bergegas sebelum matahari terbenam” balas Kei


----------------------------------------------------------------------------------------


Disaat matahari mulai terbenam dan sang bulan mulai menampakkan cahayanya Kei dan En mulai beraksi untuk menculik Elly dari kediaman Duke Rich. Dengan menggunakan jubah hitam dan membawa selembaran teleportasi mereka sangat siap menculik Elly


“Tuan kearah sini” Ucap En tanpa ragu menunjukkan jalan


“Padahal sudah lama sekali kau meninggalkan ibukota kau masih saja mengingat ruang-ruangan dikediaman calon adik iparmu?” tanya Kei keheranan


“Saya bersyukur dapat membantu tuan dengan daya ingat saya, lantas bagaimana mungkin saya tetap berada disisi tuan jika saya tidak memiliki guna” kata En dengan jelas mengingatkan kembali keberadaan dan guunanya bagi sang tuan.


Tak terasa mereka sudah sampai dikamar tamu, segala persiapan telah siap tinggal menunggu timing yang tepat. Ada beberapa pelayan yang berlalu Lalang ini yang membuat merreka sulit bergerak menculik Elly. Nampak cahaya lilin mulai memudar mereka mulai melanjutkan aksinya, dengan perlahan mereka masuk ke dalam kamar.


Baru saja mereka mengangkat Elly tiba-tiba Ken berada didepan pintu kamar. Sontak hal ini mengejutkan mereka berdua, tak selang berapa waktu Kei merobek selembaran kertas teleport, yang membuat mereka menghilang dari kediaman Duke Rich.


“Kerahkan semua pengawal mereka pasti belum jauh dari kediaman ini” teriak Ken geram


“Sial aku lengah, siapa mereka? Bagaimana bisa mereka menembus penjagaan ketat diluar” batin Ken menggerutu


-----------------------------------------------------------------------------------------


Shinggg… Cahaya memenuhi ruang sekat yang jauh dari kekaisaran, teleport tadi berhasil mereka gunakan. Rintikan hujan mulai mengguyur rumah yang mereka tempati bersemayam.


“Uh…” Elly mulai tergangu dengan suasana baru, yang dimana dirinya masih digendong oleh Kei


“Sttt… Tidurlah sebentar lagi” kata kei sembari membaringkan Elly ke ranjang


“Tuan titik kordinat berikutnya kemana?” Tanya En sembari membuat lembaran sihir baru yang akan mereka gunakan teleportasi


“Pohon Dunia” jawab Kei singkat, sembari menyalakan api di tungku perapian


“Tapi tuan apakah manusia ini sanggup melakukan teleportasi sebanyak dua kali saat ini, saya khawatir dengan energinya, karna dia tidak punya mana sama sekali tuan” ucap En


“Tidak masalah lagi pula kita akan berangkat sebelum fajar” jelas Kei


“Baik tuan…” jawab En sembari menulis koordinat pada peta teleport

__ADS_1


-----------------------------------------------------------------------------------------


__ADS_2