Bad Boys Vs Bad Girls

Bad Boys Vs Bad Girls
Episode 30


__ADS_3

"Loh suka yah sama Agatha? " Tanya Dylan.


"Em... Sebenarnya gue suka sama Agatha, " ucap Kevin.


"Betul kan yang gue lihat ternyata loh suka sama Agatha, soalnya gue tau dari perhatian loh ke dia, " ucap Dylan sambil tersenyum.


"Iya gue suka sama Agatha, tapi----------, " ucapan Kevin terpotong lantaran Dylan yang memotongnya.


" Tapi apa Vin? " Tanya Dylan.


"Tapi gue nggap dia itu cuman sebagai adik perempuan gue gak lebih, loh tau kan kalok gue emang suka sama adek perempuan, makanya gue sayang sama Agatha, " jelas Kevin.


"Jadi selama ini loh nggap dia cuman sebagai adek gak lebih, terus kenapa loh kok berdua sama dia selalu manggil sayang, " ucap Dylan.


"Gue manggil dia sayang kan sebagai adek, itupun hanya lelucon, dan satu hal lagi lan, gue itu belum bisa berpaling dari wanita lain, gue masik sayang sama Tania LAN, gue itu masik cinta sama dia, " jelas Kevin.


"Loh itu bodoh atau bagaimana sih Vin, loh kan tau Vania itu pernah selingku sama teman loh sendiri yaitu Alex, loh gak ingat, apa musti gue ingatin, " ucap Dylan geram.


"Iya, iya gue tau diselingku sama teman gue sendiri, tapi gue tetap cinta sama dia gue tetap sayang sama dia, loh Taukan Tania itu cinta pertama gue, gak muda bagi gue berpaling sama wanita lain LAN,Dan asal loh tau setiap malam, atau setiap hari gue itu selalu nengoki foto Tania, dan loh tau lan kalok gue nengok foto Tania rasa gue itu adem, dan yang waktu itu Agatha ketabrakan gue merasa bersalah karna dorong dia, dan yang buat gue kembali tenang itu adalah foto Vania, " jelas Kevin.


"Suka loh lah Vin gue capek berdebat sama loh, " ucap Dylan sambil masuk kedalam kamarnya.


" Tania meskipun loh pernah selingku tapi rasa gue ke loh masik banyak, dan belum ada sedikitpun hati cewek lain di dalam hati gue, " monolog Kevin. Lalu Kevin pun masuk kedalam kamarnya.


~pov Agatha~


Saat aku sedang tidur nyenyak-nyenyaknya aku merasa bahwasan ada orang yang mengobrol depan pintu aku. Lalu aku pun menguping pembicaraan yang kurasa itu suara Kevin dan Dylan.


Deg


Hati aku sakit sekali ketika Kevin mengucap nama cewek lain di mulutnya, aku merasa bahwasanya kehidupan aku direngut oleh Kevin, dan aku sangat sakit hati ketika Kevin mengomongin wanita lain yang tak lain adalah Tania.


Aku merasa kecewa sama Kevin. Cinta yang selama ini aku tunujukan oleh Kevin itu sia-sia. Aku kira dia mau membukakan hatinya buat cewek lain tapi ternyata tidak.


Setelah Kevin dan Dylan masuk kekamar mereka aku langsung mengunci kamar aku dan menangis tersedu-sedu di belangkang pintu ku.


"Percuma aku berubah kakak, tapi apa kakak masik sayang sama itu cewek, segitu besarnya rasa kakak sama cewek itu, sampai dia selingkuh pun kakak masik sayang sama dia, " monolog Agatha.


"Kenapa aku harus kenal kakak, kenapa kakak, kenapa cinta aku gak pernah kebalas sama kakak, " monolog Agatha.


"Apa aku harus menjauh sama kakak, bahkan saat aku kecelakaan pun kakak masih menatap foto cewek lain, bahkan aku gak sanggup lagi hidup, aku Uda gak bisa merasa kan kasih sayang seseorang yang ku cinta, apa aku harus menjauh apa sama kakak, " monolog Agatha kini Agatha sudah dibanjiri dengan air matanya.


Tiba-tiba Agatha merasa pusing pada kepalanya dan ia hanya melihat bayangan Kevin dari halusinasinya dan seketika Agatha pun pingsan.


~pov author~


*******


Pagi pun tiba kini Dylan dan teman-temannya sedang duduk di meja makan dan melahap sarapannya.

__ADS_1


"BI Agatha dah turun? " Tanya Dylan.


"Belum tuan, " ucap Bi ani.


"Owh yaudah makasih bi, " ucap Dylan.


Lalu bi Ani pun pergi dari hadapan mereka.


"Tumben Agatha bangun telat, biasanya dia kan bangun salalu awal, apa dia gak kekantor? " Ucap Dylan.


"Entah mungkin adek loh masik tidur kali LAN, mungkin hari ini gak kekantor dianya, " ucap Rangga.


"Iya juga sih, tapi gue rasa kalok dia gak kekantor dia itu joging atau apalah, " ucap Dylan.


" Uda dari pada loh bingung lebih baik loh kekamarnya, " ucap Marcel.


"Ia juga yah, yaudah deh aku kekamara agatha dulu, Kelen lanjutin sarapan Kelen, " ucap Dylan sambil menaikin tangga rumahnya.


Kini Dylan pun nyampe di kamar Agatha. Lalu Dylan pun membuka handel pintu kamar Agatha tapi gak bisa.


"Kok gak bisa yah, apa dia kunci, tapi kok tumben yah dia kunci, " monolog Dylan.


Lalu Dylan pun mengetok kamar Agatha " dek loh dikamar kan, " ucap Dylan.


Tapi ia tak mendengar satu pun suara membuat dia khawatir, lalu Dylan pun turun kebawah.


"Bik... Bik, " teriak Dylan.


"Kunci-kunci cadangan rumah mana bik? " Tanya Dylan.


"Owh ada tuan, bentar saya ambilin, " ucap Bi surti.


Lalu bi surti pun jalan dengan tergopoh-gopoh. 2 menit kemudian bi surti pun datang ke hadapan Dylan dan langsung memberikan kunci cadangan.


"Lan loh kenapa sih kok panik gitu? " Tanya Marcel.


Dyaln pun tidak menangapi pertanyaan Marcel ia terus berjalan ke atas.


"Kenapa tuh anak, panik bener? " Tanya Rangga.


"Entah gak tau gue, mending kita susul aja dia dari pada penasaran, " ucap Gavin.


"Yaudah yok kita susul, " ucap Kevin.


Lalu kevin dan teman-temannya pun menyusul Dylan. Kini mereka berhenti dikamar Agatha. Lalu Dylan pun langsung membuka kamar Agatha. Betapa terkejutnya mereka melihat Agatha dengan kondisi pingsan.


"Agatha, " teriak mereka.


Lalu dyaln dengan sigap pun mengendong Agatha ala bridal style dan menarokan tubuh Agatha ke kasur king sizenya. Dylan pun langsung menelpon orang tuanya.

__ADS_1


^ via telpon^


"Hallo mah"


[...................]


" Mah Agatha pingsan"


[...................]


" Dylan gak tau mah, Dylan liat Agatha dah pingsan aja dikamarnya"


[.................]


" Iya mah"


Tuut....


^via akhir^


" Bik...... Bik, " teriak Dylan.


"Iya ada apa tuan, " ucap Bi surti.


"Tolong telepon dokter yah bi, dokter yang biasa layanin Agatha, suruh dia kerumah bik, " ucap Dylan.


" Baik tuan, " ucap Bi surti.


Lalu bi Surti pun langsung menelpon dokter, dan beberapa menit kemudian dokter pun datang.


"Dokter... Tolong cek adek saya, " ucap Dylan.


"Baik tuan, tapi saya mohon tuan tolong pergi karna kalok ada orang saya terganggu, " ucap dokter Bram.


"Baik dokter, " ucap Dylan lalu Dylan dan teman-temannya pun pergi dari kamar Agatha.


"Kenapa sama Agatha sih, " ucap Dylan panik


"Yang sabar yah LAN, " ucap Kevin.


"Kayak mana coba gue sabar kalok liat kondisi adek gue kayak gitu, muka dia pucat lagi, " ucap Dylan khawatir.


Mereka yang melihat Dylan khawatir pun hanya bisa menenangkan nya.


1 jam kemudian akhirnya dokter pun keluar dari kamar Agatha.


"Dokter gimana dengan Agatha, " ucap Dylan.


" Em.... Sebenarnya-------

__ADS_1


To be continue~


__ADS_2