
...***...
...HAPPY READING GUYS...
...***
...
(♡ Author Pov ♡)
Dua hari sudah Zea tidak masuk sekolah.Dan itu semua membuat Zio gelisah,karna merindukan gadis itu.Teman-teman Zea pun sudah menghubungi gadis itu,tapi nomernya tidak bisa dihubungi.
Selama dua hari ini Zio selalu menghampiri kediaman Zea.Mungkin saja dia bisa melihat Zea.Namun nihil.Tetap saja dia tidak melihat Zea.
Sambil berbaring disofa Zio mengangkat telponnya,mengecek daftar telpon masuk,dan pesan,namun seluruhnya hampa.Tak ada telpon atau satu pesanpun yang dikirim Zea.Padahal Zio sudha beribu-ribu kali menelpon dan mengirim pesan kepada gadis itu,tapi tetap saja tidak ada balasan apapun darinya.
Lihat lah saat ini,cowok itu tengah uring-uringan dirooftop sekolah.Kelima sahabat Zio pun hanya menatap jengah cowok itu yang terus saja berbaring dilantai.
"Lu kenapa sih,Zi ? Zea cuman pergi dua hari aja lo udah kek gini.Gimana kalau dia gak balik-balik ? masuk RSJ kali ya elu "ucap Endra.
Zea langsung menatap tajam kearah Endra yang meledek dirinya.Apa cowok itu tidak tau ? kalau saat ini Zio dalam mode "senggol dikit,bacok "
"Damai bos,damai "ucap Endra seraya menunjukkan cengirannya.
"Mampus lu"ucap Raffael "Demen banget ngusilin dia,udah tau dia lagi dalam mode gak baik kek gitu "
Endra pun hanya berdecak kesal seraya mendelik sebal kearah Raffael.
Derren yng sedari tadi diam pun,terlihat bangkit dari duduknya.
"Mau kemana,Ren ?"tanya Arsean.
"Kekelas "jawab Derren sekenanya.
"Ngapain ?"tanya Raffael.
"Ponsel gue ketinggalan dikelas"
Setelah itu Derren langsung pergi meninggalkan teman-temannya itu untuk pergi mengambil ponselnya yang tertinggal dikelas.
...***...
Saat ini Alissya baru saja keluar dari toilet.Kemudian ia ingin menemui teman-temannya yang tengah berada dikantin.
Saat ia tengah berjalan,tiba-tiba ada yang menghalangi jalannya.Alissya pun menengadahkan kepalanya menatap orang yang dengan berani menghalangi jalannya.
__ADS_1
Setelah melihat siapa orang yang dengan berani menghalangi jalannya,Alissya pun mendengus kesal.Pasalnya,orng yang menghalangi jalan itu adalah Denis,teman Alex.
"Minggir !!"titah Alissya.
"Kalau gue gak mau ?"tengil Denis.
"Jangan mancing emosi gue !"peringat Alissya "Gue lagi dalam mode yang baik sekarang "ucapnya.
"Uwwww..takut "Denis berlagak takut.
Alissya memutar bola matanya malas saat melihat tingkah Denis didepannya.
Karna terlalu malas untuk berurusan dengan Denis,Alissya pun mengurungkan niatnya untuk pergi kekantin dan memutuskan untuk kembali kekelas.
Bukannya Alissya takut,karna seorang diri saja menghadapi Denis.Tapi Alissya itu lagi PMS.Tau lah kan ya ? cewek kalau lagi PMS,kalau marah udah kek macan yang lagi kelaperan.Siap untuk memangsa apa saja yang didepannya.
Alissya juga lagi males buat berantem,makanya dia memutuskan untuk tidak meladeni tingkah menyebalkan Denis.
Namun,saat Alissya hendak berputar arah Denis dengan lancang mencekal pergelangan tangan Alissya.
Alissya pun melotot,menatap tangan Denis yang dengan lancangnya menyentuh lengannya.
"Lepas !!"titah Alissya,namun tidak digubris oleh Denis.
Tanpa Denis dan Alissya sadari,terlihat diujung lorong koridor berdiri seorang laki-laki yang menatap tajam kedua dengan aura dingin dan bringas miliknya.
"DENIS !!!!!! "
"Derren "ucap Alissya pelan.
Sedangkan Derren yang terdiri diujung lorong koridor itu langsung berjalan kearah Denis dan Alissya berdiri.
Terlihat jelas dari wajah Derrin kalau dia tengah dilanda amarah.Tatapan tajam,aura dingin yang menyeruak keluar dapat Alissya dan Denis rasakan.
Jujur,Denis akui dia sudah lama tidak pernah lagi melihat tatapan bringas Derren seperti ini,setelah sekian lama.
Tanpa aba-aba Derren langsung melayangkan pukulan dengan cukup keras kewajah Denis.Sampai-sampai membuat Denis tersungkur kelantai koridor.
"Berani-berani lo nyentuh dia !! "sentak Derren seraya terus memukul Denis secara bertubi-tubi.
Alissya yang melihat itu berusaha menghentikan aksi Derren,namun gagal.
Terlihat anak-anak lain berdatangan dan menonton aksi Derren yang memukul habis-habisan Denis sampai cowok itu babak belus.
"Derren,udah Ren !" ucap Alissya.
Alissya terus mencoba untuk menghentikan Derren.Namun tetap tak dihiraukan olek cowok itu.Dia terus saja memukul Denis.
***Bhug
__ADS_1
Bhug
Bhug***
Derren benar-benar seperti kesetanan memukul Denis yang sudah tak berdaya.Cowok itu hendak membalas pukulan yang dilayangkan Derren,tapi tenaga nya kalah jauh dari Derren.Cowok itu bener-bener dikuasau oleh amarah saat ini.
"WOY...ADA APA NIH ?" teriak Raffael yang baru saja tuba dikoridor bersama dengan yang lainnya.
"A*njir...Derren kesurupan "ucap Alvano seraya menatap Derren yang masih saja menghajar Denis,dengan ngeri.
Zio dan juga Arsean langsung menghentikan Derren yang masih terus menghajar Denis yang sudah pingsan.
Seperti Derren tidak akan puas menghajar cowok itu,kalau tidak sampai mampus.
"Udah,Ren !!"sentak Zio seraya menahan tubuh Derren yang hendak kembali memukul Denis yang benar-benar sudah pingsan.
"Lepasin gue,Zi.Gue belum puas mukulin cowok b*iadap itu !!"amuk Derren.
Saat Zio dan Arsean menahan tubuh Derren agar tidak kembali memukul Denis yang sudah pingsan,tiba-tiba Alex dan Irfan datang.
Kedua cowok itu langsung menghampiri temannya yang sudah tergeletak tak sadarkan diri dilantai koridor.
"Denis "ucap Irfan seraya memeriksa kondisi temannya itu.
Alex langsung menatap kearah Derren yang masih ditahan oleh Zio dan Arsean.
"LO APAIN TEMEN GUE,B*ANGSAD ???" maki Alex,tak terima kalau temannya diahajar habis-habisan seperti itu.
"TANYA SAMA TEMEN LO YANG B*ANGSAD ITU,APA YANG BIKIN GUE NGEHAJAR DIA KEK GITU ?!!" sahut Derren.
"Sabar Ren,sabar !"ucap Arsean menenangkan Derren yang kembali dilanda emosi.
"APA EMANGNYA YANG DIA LAKUIN SAMPAI-SAMPAI LO HAMBIR BIKIN DIA MATI KEK GINI ?"ucap Alex.
"LO TANYA AJA SAMA TEMEN LO ITU !" ucap Derren.
"GUE GAK TERIMA YA,LO MUKULIN TEMEM GUE KEK GINI "ucap Irfan tak terima.
"APA ? LO MAU GUE BIKIN KEK GITU JUGA ? AYO,SINI GUE BIKIN BABAK BELUR MUKA MACAM AN*JING LO ITU "sarkas Derren.
"Wes..selow,Ren "ucap Zio.
Alissya yang tak ingin melihat keributan ini semakin parah,tanpa berkata sepatah kata pun langsung menarik lengan Derren.Awalnya Derren menepis tangan Alissya yang menarik lengannya.Namun,Alissya kembali menarik lengan Derren denga kasar,seraya menatap tajam cowok itu.
"IKUT GUE !!!" titah Alissya penuh penekanan.
Entah apa yang merasuki Derren,sampai-sampai membuatnya menurut saja saat Alissya menariknya pergi dari sana.
Temen-temen Zio pun menatap cengo Derren yang ditarik Alissya ssperti itu.Sudah seperti anak kecil yang ditarik emak nya pulang karna terlalu lama bermain saja.
__ADS_1
...***...