Bad Boys Vs Bad Girls

Bad Boys Vs Bad Girls
Episode 43


__ADS_3

"Oke, jadi keputusan uda bulat yah," ucap Dylan dan dibalas angukan oleh mereka.


"Oke anak-anak waktunya sudah habis, jadi kalian sudah milih teman kalian masing-masing kan," ucap pak kepsek.


"Uda pak," ucap murid-murid.


"Oke, kita ambil pemenangnya tiga orang, disini terdapat 12 kelompok, maka dari itu pemenang nya hanya juara1, 2, dan 3,jadi yang menjadi juri dalam lomba itu adalah bapak, Bu Ariel, dan Bu Sri, jadi kami kasih waktu Kelen selama 1 jam, selama 1 jam itu kalian harus sudah siapkan masakan kalian, oke waktu mulai," ucap pak kepsek.


Murid-murid yang mendengar itu pun langsung bersiap-siap untuk memasaknya.


________________________


Kini Dylan dan Amanda pun sibuk dengan memotong-motong sayuran, dan saat itu tangan Amanda pun tergores oleh pisau.


"Aw ... Sakit," ringis Amanda.


"Tangan kamu berdarah nda," ucap Dylan. Tanpa aba-aba Dylan pun langsung menghisap darah Amanda dan membuangnya berserta air liur nya.


"Uda gak keluar lagi kan, eh ... Sorry yah aku hisap darah kamu, soalnya refleks," ujar Dylan sambil tersenyum.


"En--enggak papa ka--kak," gugup Amanda.


Lalu mereka pun melakukan aktivitasnya lagi yaitu memotong sayuran itu.


______________________________


Saat ini Marcel dan Kayla pun sibuk dengan racikan bumbunya. Dan saat itu Marcel pun merasa gatal pada matanya lalu marcel pun mengucek matanya dengan menggunakan tangan yang bukas cabe itu. Seketika Marcel pun meringis kesakitan pada matanya.


"Aduh, aduh panas," ucap Marcel dengan mengibaskan tangannya dekat mata.


"Kenapa cel?" Tanya Kayla.


"Ini kay, mata aku kenak cabe," ucap Marcel dengan menutup matanya yang terkena cabe.


"Kok bisa sih, makanya hati-hati," ucap Kayla. Lalu Kayla pun menghembuskan mata Marcel.


Seketika netra mata mereka berdua pun berjumpa.


'cantik' batin Marcel.

__ADS_1


'tampan' batin Kayla.


Satu detik


Dua detik


Tiga detik


Seketika Kayla pun memutuskan kontak mata itu dan ia langsung meracik bumbu-bumbu itu.


__________________________


Saat ini Kevin dan Agatha pun sedang merebus daging kelinci tersebut, tanpa sadar Agatha memegangi panci yang panas itu.


"Aduh, panas," rintis Agatha sambil mengipas-ngipas tangannya.


"Bentar kak ambil Pepsodent dulu," ujar Kevin sambil berlari menuju tendanya.


2 menit kemudian Kevin pun datang membawa Pepsodent untuk ditarukan ditangan Agatha, lalu Kevin pun langsung mengoles kan Pepsodent itu ketangan Agatha dan meniupnya mengunakan bibirnya itu. Agatha pun terus menatap Kevin yang sedang miniupkan tangannya itu.


'kak Kevin perhatian banget sih' batin Agatha.


"Kamu kok tengokin aku sih?" tanya Kevin.


"En--enggak ah, aku enggak nengokin kak, aku nengokin, pohon itu," ucap Agatha sambil menunjukan pohon jati. Kevin yang mendengar itu hanya ber oh ria saja.


"Uda siap, dah gak panas lagi kan?" Tanya Kevin dan dibalas dengan gelengan kecil saja.


***


1 jam pun berlalu kini waktunya pun sudah habis kini makanan sudah ditarukan dimeja dekat pak kepsek.lalu pak kepsek dan guru-guru pun mulai mencicipin makanannya satu-satu.


"Oke bapak akan mengumumkan siapa yang berjuara," ujar pak kepsek.


"Juara tiga jatuh kepada kelompok Amel, juara dua jatuh kepada kelompok Vania, dan juara ketiga jatuh pada kelompok Agatha," ujar pak kepsek.


Mereka yang mendengar itu pun mulai bersorak gembira dan saling melemparkan senyuman satu sama lain.


***

__ADS_1


Beberapa hari sudah mereka lewatin dengan permainan-permainan yang seru dan selalu dimenangin oleh kelompok Agatha, kini hari Sabtu, hari terakhir mereka ada disini, lalu pak kepsek pun mengumpulkan mereka di tempat yang biasanya mereka berkumpul.


"Oke anak-anak karena ini hari terakhir buat kalian, jadi hari ini bapak kasih kalian waktu bebas, dan pukul 4 sore kalian sudah berada disini dan membawa barang-barang kalian, dan kalian boleh pergi berjalan-jalan keliling hutan ini, tapi jangan terlalu jauh, karna diujung sebelah kanan adalah hutan rimbang, itu hutan yang sangat lebat," jelas pak kepsek.


"Oke kalian boleh pergi," ujar pak kepsek.


Mereka yang mendengar itu pun langsung pergi. Kini Agatha dan teman-temannya memilih untuk menyiapkan persiapan pulang.


"Eh ... Kalian tolong Bawak tas aku yah nanti, soalnya aku mau keliling-keliling dulu," ujar Agatha.


"Iya, tapi jangan jauh-jauh yah tha," ucap Amanda dan dibalas angukan kecil oleh Agatha.


Lalu Agatha berjalan-jalan melihat sekeliling hutan, kini mata Agatha tertuju pada Tania yang memegangi tangan Kevin, Agatha yang melihat itu pun langsung berlari dan tanpa sengaja ia menginjak kayu kecil.


Kevin yang mendengar itu pun langsung melihat ke arah Agatha yang berlari menuju hutan rimbang itu, Kevin pun segera menepis tangan Tania dengan kasar dan berlari mengejar Agatha.


Akhirnya Kevin pun berhasil mengejar Agatha, yaps mereka kini masuk kedalam hutan rimbang tapi tidak terlalu jauh dengan perkemahan, kini Kevin pun menarik lengan Agatha.


"Kamu kenapa kok lari tha?" Tanya Kevin.


"Kakak ngapain sih ikutin aku, pergi sana gak usah ikutin aku,"ketus Agatha.


"Kakak khawatir sama kamu, kakak takut kamu ke sasar," ujar Kevin.


"Kak Kira aku bocah apa sampe ke sasar jalan, Uda sekarang lepaskan tangan aku," ujar Agatha


"Enggak,"


"Lepas,"


"Enggak,"


"Lepas,"


"Engak,"


Lalu Agatha pun mencoba melepaskan tangannya yang dicekal Kevin dan tanpa sadar disebelah kanan Agatha terdapat jurang yang dangkal. Dan tiba-tiba.


Bugh ( anggap aja suara orang jatuh kejurang )

__ADS_1


To be continue~


__ADS_2