Bad Boys Vs Bad Girls

Bad Boys Vs Bad Girls
BGvsBB - 97 Derren Alissya


__ADS_3

...***...


...Happy Reading guys...


...***



...



...***...


Setelah Alissya menyeret Derren,meninggalkan temen-temannya yang menatap cengo mereka berdua.Kini Alissya bersama dengan Derren tengah berada di UKS.


Tadi Alissya meminta anak MPR untuk mengobati dengan Derren yang terluka dan berdarah karna memukul Denis.Tapi dengan tegas Derren menolak diobati oleh anak MPR yang bertugas.


"Gak usah diobatin !!"ketus Derren,saat petugas MPR itu hendak mengobatin luka ditangannya.


"T-tapi tangan kakak harus diobati "ucapnya seraya menatap takut Derren.


"Gak perlu !!"ketus Derren.


"Gak udah didengerin,De "ucap Alissya kepada petugas MPR itu, "obatin aja lukanya "suruh Alissya.


Mendengar ucapan Alissya itu pun,gadis petugas MPR itu hendak meraih tangan Derren untuk mengobati cowok itu.Namun,langsung ditepis dengan kasar oleh Derren.


"Gue gak ngizinin elo megang tangan gue ya "sentak Derren, "Jadi jangan berani-berani lo megang tangan gue !!"peringatnya seraya menatap tajam gadis petugas MPR itu yang sudah sangat ketakutan.


Karna jengah dengan ke keras kepalaan Derren yang tidak mau diobati.Akhirnya Alissya sendiri yang harus turun tangan.Gadis itu langsung menarik paksa tangan Derren dan mengobatinya dengan telaten.


Alissya menyuruh anak MPR itu pergi meninggalkan mereka.


Saat Alissya mengobati tangan Derren,cowok itu masih saja menolak.


"Bisa diem gak sih,Ren ?!"maki Alissya.


"Gak "ucap Derren dengan tampang dinginnya.


"Ck,lo kalau masih gak bisa diem juga.Gue gak segen-segen nyucukin ini jarum ke muka lo ya !"ancam Alissya seraya mengambil jarum yang ada didalam kotak P3K itu.


Derren ya mendengar ancaman tak main-main Alissya itu pun melotot.Secara spontan ia menatap kearah jarum yang ada ditangan Alissya itu.


"Lo mau bunuh gue,apa mau ngobatin gue sih,Sya ?"ucap Derren.

__ADS_1


"Ck,takutkan lo "ucap Alissya, "Maka nya kalau dibilangin itu nurut !"ucapnya.


Derren terus saja menolak untuk diobati.Alissya yang kesal pun langsung melayangkan tatapan tajamnya kearah Derren dan berhasil membuat cowok itu menurut.


"Ngapain sih lo pake acara mukulin tuh cowok sampe segitunya ? "tanya Alissya seraya mengobati tangan Derren.


"Dia gangguin lo dan gue gak terima dia kek gitu !"jawab Derren.


"Gak sampe segitunya juga kali.Sampe mau mati tau gak tuh anak orang lu pukulin "


"Kalau dia mampus,itu lebih baik "sahut Derren dengan entengnya.


Alissya yang mendengar Derren berkata seperti itu pun jadi kesal sendiri.Dengan sengaja gadis itu sedikit menekan luka ditangan Derren dan membuat sang empu nya tangan meringis kesakitan.


oleh Alissya.


Gadis itu fokus mengobati tangan yang terluka,sampai-sampai membuatnya tidak sadar kalau sedari tadi Derren terus memperhatikan dirinya.


"Cantik " batin Derren memuji kecantikan Alissya.


Sebuah senyum terukir diwajah datar Derren saat dia memperhatikan Alissya yang tengah mengobati lukanya.


Derren memang sudah lama menyimpan rasa terhadap Alissya.Namun,dia masih belum mengungkapkannya.Entahlah,dia hanya belum menemukan waktu yang tepat saja untuk menyatakan perasaannya kepada gadis dihadapannya ini.


Mungkin tak hanya belum menemukan waktu yang tepat,tapi Derren juga sepertinya takut untuk mengatakan perasaannya kepada Alissya.Mungkin dia takut,kalau Alissya tidak memiliki perasaan yang sama seperti yang ia rasakan.Dia sepertinya belum siap kalau harus ditolak Alissya.Oleh karna itu mungkin dia belum mau mengatakan perasaannya kepada Alissya.


Alissya dan juga Derren pun langsung menatap kearah teman-temen Derren yang baru saja datang.


"Ngapain lo pada kesini ?"tanya Derren dengan tampang tidak sukanya.


Ah..sepertinya dia merasa terganggu karna kedatangan teman-temannya yang mengganggu waktu berdua nya dengan Alissya.


Raffael yang peka kalau Derren kesal karna kedatangan mereka pun,tersenyum jenaka.Dia memicingkan matanya seraya menatap Derren dengan alis yang turun naik,mengejek temannya itu.


"Ngapa lo nanya gitu ? berasa kek lu kagak suka kita dateng kesini buat jengukin lu "ucap Raffael dengan seringai yang terpatri diwajahnya.


"Gue gak sakit parah kali,sampe perlu lu jengukin "ucap Derren seraya bangkit dari duduk dibrangkar.


"Ah..masa sih ?"ucap Raffael "Bukan karna lo merasa terganggu karna kita datang dan kalian gak bisa berduaan ya,Ren "ucapnya dengan nada meledek.


"Ck,b*acod lu "ketus Derren.


Raffael puh tergelak,begitu juga dengan teman-temannya yang lain.Sayang tidak ada Zio,kalau ada temannya yang satu itu,pasti dia juga akan ikut dengan Raffael untuk menggoda Derren.


Sedangkan Derren merengus kesal dan Alissya yang tiba-tiba saja menjadi salah tingkah.Teman-temen mereka pun tergelak melihat Alissya yang terkenal bar-bar,kini tersipu malu.

__ADS_1


Saat mereka tengah mentertawakan Derren dan Alissya,tiba-tiba saja Shilla datang.


"Kak Derren gak papa ? Shilla denger kak Derren abis berantem "ucap Shilla seraya menatap Derren.


"Gak papa "jawab Derren dengan nada dinginnya,tanpa berniat menatap Shilla.


"Kakak serius gak papa ?"tanya gadis itu lagi.


"Hm"gumam Derren.


Saat Shilla hendak berbicara lagi,Raffael langsung menyela ucapan Shilla.


"Lo ada masalah apa sama Denis,Ren ? Ngapa lo bisa berantem sama dia ?"tanya Raffael.


"Dia gangguin,Alissya "jawab Derren sekena nya.


"Serius lo ?"tanya Raffael.


"Iya "kini Alissya yang menyahut "Dia emang gangguin gue.Cuman gak kelewat batas banget juga sih,Derren nya aja yang terlalu lebay sampe ngamuk kek tadi "ucap Alissya dengan nada mencibir.


Mendengar itu,Derren pun hanya mendengus kesal.


"Ceilah...sampe segitunya belain doi "goda Endra kepada Derren dan Alissya.


TUK


"Diem lo,s*etan !!"maki Alissya seraya melempar bantal di brangkar UKS ini,tepat mengenai wajah Endra.


"Kok kamu gitu sih ?"ucap Shilla,seraya menatap Alissya dengan tatapan tak suka "Kak Endra kan cuman bercanda.Kenapa kamu lempar itu ke muka kak Endra "ucapnya.


Alissya pun menatap gadis itu dengan keryitan dikeningnya.Bingung kenapa gadis itu selebay ini?


Sedangkan Endra menatap Shilla dengan tatapan jengkelnya.


"Apaan sih lo,Shil ? Lebay banget !"ucap Endra.


"Kok kak Endra ngomong gitu sih ? Shilla kan cuman belain kak Endra "ucap Shilla.


"Dih..lebay lo "cibir Endra "Kebanyakan makan micin kek nya lu ya "ucapnya.


"Kak Endra kok gitu ?"lirih gadis itu dengan kepala tertunduk.


Endra melihat shilla yang seperti itu pun bukannya kesian,dia justru berdecak kesal.Karna Endra tau,gadis didepan nya ini hanya berlagak polos.Bukan cuman Endra,tapi teman-temannya yang lain pun juga tau.


Tanpa berkata sepatah katapun Derren menarik tangan Alissya untuk mengikutinya.Keempat temannya pun juga pergi meninggalkan gadis itu sendirian.

__ADS_1


Mereka sudah muak dengan tampang so polos gadis itu.Karna mereka bukan Zio,yang selalu saja bisa ditipu oleh tampang sok polos gadis itu.


...***...


__ADS_2