Bad Grils Ara

Bad Grils Ara
eps.12


__ADS_3

Dikantin, Ara melihat teman-teman nya sudah berkumpul. Disana sudah ada 5 sekawan yakni Devan, Deren , Garit, David dan Adam.


"Ehm"deheman Ara membuat semua menoleh kearah nya.


Sontak mata Garit membulat lebar, ia sangat-sangat senang jika Ara mau bergabung dengan geng mereka! Garit bilang kalau Ara lah yang membuat mood Adam tambah semangat wqwq.


"Udh lama?"-tnya Ara


Dijawab gelengan, Ara pun hanya mengangguk. Ia duduk diantara Adam dan Devan membuat Garit cemberut!


"Bibir lo nape? sariawan lo, Segala bibir di monyongin"ujar David membuat Garut semakin gencar cemberut! Bahkan mata nya sudah berkaca-kaca.


"Lo kenapa anjr? laki pantang nangis! ga ush drama"ucap Deren


"Najis sumpah, si Garit mau mati!! parah bibirnya makin dimajuin lagi. Gue muntah anying,setan Lo"histeris Deren segera keluar dari kantin menuju toilet untuk memuntahkan isi perutnya.


Deren tipe orang yang jijik di semua hal yang menurut dia jijik. Jadi jangan salah Deren suka muntah!


"Hahahahhaa ngakak gue, si Deren parahhhh" Adam tertawa terbahak-bahak hingga diujung matanya terlihat cairan bening mengalir begitu saja.(nangis)


"Udah-udah, jadi lo kenapa rit? Ada masalah atau gimana? Bapak lo ngawinin si Melly kucing nya mami Lo? Atau uang jajan Lo dipotong?" Devan bertanya dengan nada rendah sebab ia sedikit kasihan melihat Garit yang menangis.


"gu..gue pengen Ara duduk disamping gu..gue"ucap Garit tersendu-sendu dengan mata sembab


Ara mendongak lalu menatap garit, sedangkan yang ditatap sedikit salting dibuat nya.


"Kenapa?"


"Apanya yang kenapa Ra?"tanya 5 sekawan berbarengan.

__ADS_1


"Idiot! gue nanya Garit"-ara


Garit menggeleng, ia mengambil tisu lalu mengeluarkan ingusnya dengan suara yang sangat-sangat besar membuat penjuru kantin menatapnya jijik.


Dan didepan pintu kantin, pas sekali Deren yang baru saja datang melihat kejadian itu pun berlari memegangi perutnya kembali! Ia benar-benar menyumpah serapah Garit!! Karna dia semua isi perutnya keluar begitu saja.


"hehh.."Ara menghembuskan nafasnya, ia menatap teman-teman nya persatu.


"Inget ya guys, bukan gue sok cantik apa gimana. Tapi kenyataan si gue cantik.. eum gue ingetin ni kalau kalian semua udh gue anggap Abang. Jadi jangan berharap lebih, gue ga bisa.. gue mau perbaiki hidup gue dulu, dan menentukan masa depan gue. Jadi kita sama-sama melangkah, status kita keluarga oke?"ungkap Ara membuat semua menganga dibuatnya.


"Kenapa Ra?"tanya Adam dengan nada rendah.


"Gue g bisa dam, seterah lo mau bertahan dengan status kita atau lo pergi. Gue ga mau lo semua berharap lebih sama gue.. cinta gue masih sama, hanya untuk dia"lirih ku lalu melangkah pergi meninggalkan kantin.


Ara belum bisa menerima seseorang untuk menggantikan pangeran kecilnya, ia masih menunggu pangeran kecil itu menjemput lalu meminang nya menjadi sosok bidadari yang bahagia didunia maupun akhirat.


Memori masa lalunya berputar seakan tak mau pergi dari fikiran nya. Ara memegangi kepala berteriak seperti orang gila! Niel.. otak nya dipenuhi Niel.


Saat ia berharap Aldo akan mengenalinya, memori dimana Niel terpuruk akan terulang seperti kaset yang sudah lama didalam memori kepalanya itu.


"NIELL!!! GUE BENCI INI!!"tangis Ara pecah.


Ia mengadah, hujan mengguyur tubuh nya. Ara tak peduli! Ia ingin menghapus memori menyakitkan itu! Ara sakit.. ara rapuh.


gadis itu meringkuk dibawah hujan, rambutnya dibiarkan tergerai dengan sesekali Ara menjambak rambutnya dengan kasar.


Wajah pucat, bahkan jika dilihat Ara seperti mayat hidup! Ara merasakan hujan yang terus menerpa wajah dan tubuhnya. Ia tergeletak dibawah hujan tanpa alas apapun.


Kebiasaan seorang Ara jika banyak fikiran! Ia akan mencari tempat sepi untuk menyendiri dan merasakan kesakitan itu sendiri bersama hujan.

__ADS_1


"KAPAN GUE BISA NORMAL? NIELL PLIES PERGI.. GUE SAYANG LO, GUE GA BISA BENCI LO! TAPI PLIES JANGAN GANGGU GUE"Ara terus meracau, badan nya ia guling kan kekiri dan kekanan.


Ara dalam keadaan tak sadar, ia bangkit lalu duduk bersila menatap kosong.


Entah apa yang ada difikaran nya tapi sedetik kemudian, Ara berlari kearah jalan.


Ia termenung! Ada berberap orang berbadan gede menyerang dua sosok pemuda. Ara memicingkan matanya, ia bisa melihat bahwa ini BEGAL.


"Liatin aja dulu"gumam Ara duduk di trotoar jalan sambil menopang dagu, tak jarang pula Ara mengedip kan mata lucu kearah pemuda yang sedang bertarung disana.


Ia terkadang tertawa, kadang juga meringis melihat sosok pemuda itu jatuh tersungkur!


"Shit!! Nyari mati ni orang"desis Ara lalu melangkah mendekat.


dengan lihai Ara menendang kesana-kesini, meninju, membabi buta para preman itu.


"Beraninya keroyokan! Cupu lo anjing!"desis Ara lalu menendang ************ preman tadi.


2 preman tergeletak mungkin koma.


1 lagi masi meringis kesakitan..


Tapi kemana 1 lagi? Ah masa bodo teing sampai terjadilah..


AWASSSSSS


BUGH


gela    Kayak hidup mu:)

__ADS_1


__ADS_2