
Kelabu, hitam tanpa adanya warna. Kehidupan ini dijalaninya selama 10 thn, ia hanya terbaring lemah di kasur berwarna hitam ditemani beratus-ratusnya alat medis.
Sosok itu hanya memejamkan mata, berharap semua kembali. Jiwa nya yang mati namun tak dipungkiri untuk ia kembali hidup. Sekitar 178 tenaga medis stay di salah satu rumah megah untuk merawat kehidupan yang mati ini.
Hidung yang mancung, wajah pucat dengan kelopak mata berwarna hitam pekat. Membuat ia seperti zombi di masa lampau! Darah nya tetap mengalir diseluruh tubuh namun hanya satu pernapasan nya sangat lemah dan tubuh nya blm bisa menerima hati baru.
"The condition of the lord from 10 years until now remains the same, how do we fight again or raise our hands?" Ujar salah satu tenaga medis kepada temen nya.
Mereka sangat-sangat terpukul saat melihat tuan nya yang begitu baik terbaring lemas di kasur itu. Sudah 10 tahun ini mereka merawat dan menjaga tuan nya, namun Tuhan berkehendak lain. Tuan nya hanya mampu bertahan dengan alat-alat medis itu saja.
Hujan mengguyur basah badan gadis mungil yang malang itu, seakan kehidupan nya hilang. Semua hilang menjadi kalbu. Ara berjalan dengan menangis,tangisan nya tersamarkan oleh air hujan! Ia sangat berterima kasih karena hujan tlah menyamarkan tangisan nya! Ia bisa menangis puas dibawah hujan.
"TUHANNN SALAH KAH AKU MENANGIS MENUNTUT KEADILAN?"
__ADS_1
jantung berdetak tak karuan, pihak medis yang awlanya bergerak santai langsung menegang! Mereka melihat alat pendeteksi jantung berbunyi sangat cepet memekik telinga.
"Cepat! Periksa jantung, hati dan suhu pasien. Jangan sampai ada yang terlewat!" Semua pihak medis bergerak cepat, mereka semua memgang alat seperti suntikan, alat untuk pendeteksi jantung, pompa darah dll.
Ara tertunduk dijalanan, terbesit dan terbayang tinjuan sang ayah yang begitu kencang membuat perutnya begitu sakit dan keram. Ia menangis, ia memeluk lututnya sendiri! Gadis dengan keceriaan nya telah hilang. Gadis yang dulu disayang dan dimanja telah hilang. Sekarang tinggal lah Ara sendiri tanpa malaikat pelindung.
"KEMBALIKAN PELINDUNGKU TUHAN! AKU INGIN NIEL DATANG MEMELUK KU.."
Jantung itu kembali berdetak, semakin kencang membuat semua pihak medis memberhentikan pergerakan nya. Dr.Jefr menoleh ke atasan nya yakni Dr. Angga
"Aku akan segera menelfon tuan Widyo, lepaskan semua alat medis. Sudah cukup 10 thn kita memaksa tuan muda untuk hidup! Itu semua sudah sia-sia."jawab dr.angga lalu keluar.
Ara tetap lah Ara, ia menangis tamparan masih terasa perih dan panas. Walaupun sudah terpapar air hujan namun rasanya pipinya ingin meledak! Bayangkan tangan seorang laki-laki dewasa memukul pipi gadis kecil seprti ku! Sekali lagi darah mengalir bebas dari hidung ara. Penglihatan nya sedikit buram, ia memegangi kepala nya yang semakin ditahan semakin berdenyut!
__ADS_1
Brukk..
Mata itu, mata berwarna zambrud itu terbuka! Semua berwarna hitam. Ia masih menetralkan matanya, sesaaat ia melihat banyak orang berpakaian putih mengelilingi nya.
"Ka..Lian siapa?"
Semua menatap tegang, alat-alat yang terlepas dari badan Niel terlepas! Jatuh begitu saja. Mereka terkejut bukan main.
Saat dr. Angga menelfon tuan Widyo jantung dan detak nadi Niel sudah tak ada, bahkan darah nya tak mengalir. Namun kuasa Allah siapa yang tau, niel hidup! Sepuluh tahun sudah usaha para medis tak sia-sia dan tak menghianati hasil.
"TUAN NIEL HIDUP!!!"
Dikala kau malaikat ku hidup, aku tlah mati. Aku rindu dengan mu.. kuharap, kau tetap menjadi pelindung ku. Aku tak akan melepaskan ku malaikat ku.
__ADS_1
Tertanda
@Aralia