
Typo bertebaran,harap teliti dalam membaca sayang:)
****
Sesampai nya dimansion, Ara hanya berkedip. Ia memegang kepalanya yang berkedut seakan ingin pecah!
"Oh ya, makasih ya dam. Lu mau mampir dlu?"tanya Ara pelan karna rasa sakit dikepala nya blm mereda.
Adam tersenyum, ia menggeleng seraya mengacak-acak rambut Ara gemas.
"Gue balik aja, kayak nya mami nungguin dirumah."
Setelah mengatakan itu, Ara menunggu didepan melihat apakah teman nya itu sudah pulang. Memastikan semua nya aman ia melangkah kedalam mansion, sepi sunyi yang ia rasakan.
Ia berjalan dengan lemas, kepala nya semakin berdenyut saat ia memaksakan untuk tetap berjalan. Pandangan nya menyorot redup saat semua tertawa dengan bahagia.
Disana ada Caca dan Cici anak kakak nya Damian yang tengah berlarian dengan riang, Daddy dan mommy nya sibuk dengan cucu-cucunya membuat mereka sedikit kewalahan dan membuat semua tertawa. Sedangkan Damian sendiri tengah sibuk dengan istrinya Kayla.
Mata Ara semakin berembun saat pemandangan itu ia lihat, dimana Aldo dan salsa yang tengah berbincang-bincang ditambah salsa yang menampilkan raut bahagia disamping tunangan nya itu.
"A..apakah aku tidak diperlukan disini?" Kalimat itu lolos begitu saja dari mulut Ara. Air mata yang ia tahan sudah luruh melewati pipi cuby milik gadis itu.
"Aku sa..sakit mom."parau nya seperti gumam-an tanpa suara.
Ara menggeleng, ia berjalan dengan tangan tetap bertumpu pada kepalanya. Semakin ia berjalan akan semakin sulit ia memberhentikan rasa sakitnya itu!
"Ssst."
Lenguhan itu berhasil keluar dari bibir Ara membuat semua mata menoleh kearah nya.
"AUNTY ARAAA!!!"Caca,anak kecil itu sungguh menyukai Ara. Ia berlari tanpa peduli tatapan cemooh dari keluarga nya itu. sedangkan Cici hanya mengikuti kembaran nya itu dengan tatapan datar.
Caca dan Cici anak dari Damian itu memiliki kepribadian berbeda dan tentunya sifat nya pun juga beda. Jika Ara yang aktif dan sangat bersemangat jika ada Ara disampingnya, maka berbanding terbalik dengan cici yang menampilkan wajah datar serta rasa tidak suka nya terhadap aunty Ara nya itu.
"Hai ca, ci. How are you?"sapa Ara
__ADS_1
Ara Manahan rasa pening nya itu, walaupun tangan nya tak henti memegang kepala nya itu.
"I am fine aunty! Eum what happen aunty?"tanya Caca karna melihat aunty nya yang memegang kepala nya terus.
"Huh, aunty baik-baik aja. Ca, ci aunty ke kamar dulu ya? Mau istirahat. Cape hehe."ucap Ara yang diangguki Cici sedangkan Caca memilih membantu aunty nya itu.
Ia menggenggam tangan Ara, menuntun sampai ia didepan kamar Ara.
"Aunty if you are sick say yes?"
(Tante kalau sakit bilang ya?)
Ara menoleh ke bidadari kecil dihadapannya ini.
Ia tersenyum, mensejajarkan tubuhnya dengan Caca.
"Yess mam!"ucap Ara dengan tangan hormat dan menyebut Caca mam.
Caca tersenyum geli, ia menempelkan hidung nya dengan hidung Ara.
"I Miss you aunty!"
Ara menutup matanya, ia menikmati elusan tangan mungil Caca di setiap jengkal wajah nya. Caca menoel-noel pipi Ara yang cuby namun terasa dingin di tangan kecil nya itu!
Tanpa disadari, tertutupnya mata itu.. adalah
Adalah apa?
Brukk
Tubuh ara jatuh ke lantai, mata Caca membulat. Ia menghampiri aunty nya itu!
Caca menepuk-nepuk pipi cuby Ara, pipi nya semakin dingin membuat Caca ingin menangis.
Caca memeluk ara, ia berteriak memanggil keluarga yang lain.
__ADS_1
"MAMA!!!!!! AUNTY MAMAAA."
Caca memegangi kepala Ara dan memeluknya dengan erat, mata Ara kembali membola saat melihat darah mengalir dari hidung Ara.
"hiks.. aunty!"
Caca menangis, ia memegang erat dan memeluk aunty nya itu. Kenapa keluarga nya tidak ada yang kemari?
Caca meletak kan kepala Ara dengan pelan, ia menggedor-gedor kamar Sean adik Ara.
"UNCLE Sean!! Aunty hiks.."dan baru pertama kalinya ia melihat uncle nya itu merespon panggilan nya.
Karna selama ini Sean hanya diam, menatap datar dua keponakan nya itu. Jika mereka ingin bermanja Sean akan langsung menepis mereka dengan kasar. Sean juga tak Sudi untuk bergabung dengan keluarga nya itu! Ia berulang kali ingin membantu dan merengkuh kakak nya ara yang rapuh. Tapi daddy nya begitu keji dengan mengancam untuk mengirim Sean ke prancis! Ia akan diasingkan disana jika berani membantu kakak nya ara.
Sean tak menghiraukan caca keponakan nya, ia langsung menepuk pipi Ara berulang kali. Namun tak ada respon, wajah nya membiru serta darah mengalir di hidung. Tubuh nya menggigil dingin, keringat berucucuran membuat sean khawatir dibuat nya.
"K..kaak? Apa kau baik-baik aja!"teriak Sean lalu menggendong kakak nya
Ia merengkuh sesekali mengelap darah yang terus mengalir itu, ia mengambil kunci asal dan berlari sekuat tenaga kearah Garasi.
Ia melirik sekilas keluarga bastard itu! Anjing emang. Umpat Sean lalu bergegas tanpa menghiraukan mereka lagi.
Caca keponakan itu terus membuntuti Sean, sampai Sean akan masuk kedalam mobil baju nya ditarik Caca.
"APA!"Bentak Sean membuat Caca kaget.
"Ca..ca mau ikut!"ucap nya terbata serta pandangan nya menunduk.
"CACA!!"teriak Kayla karna melihat anak nya yang dibentak oleh adik iparnya.
"JAGA ANAK MU! Jangan ajarkan dia untuk menjadi sampah seperti mu juga."ucap Sean tapi sebelum ia benar-benar masuk, ia berkata pelan tapi menusuk.
"Lu sampah,***** di keluarga gue! kalau aja lu gada, Niel g akan mati! Ara ga akan DICAMPAKKAN sama bokap atau pun nyokap gue. Anjing emang lu!"ucap Sean lalu masuk kedalam mobilnya, ia tak mengihiraukan kakak iparnya itu! Selama ini memang ia tak pernah menganggap kakak iparnya itu ada.
Sampai terjadi sesuatu sama Ara, Sean yakini akan memporak. Menghancurkan perusahan Daddy nya itu sampai tandas!
__ADS_1
******
Selamat berbuka puasa:)