Bad Grils Ara

Bad Grils Ara
eps.14


__ADS_3

Menghirup udara dipagi hari dengan pemandangan yang cukup menakjubkan membuat hati ku sedikit tenang..


Sudah lebih 3 hari ini aku berada disini di pesantren milik Abah dan Umi Aiysah. Aku menikmati hari-hari ku walaupun yah hanya dikamar dan sesekali keluar untuk makan dan minum!


Berulang kali umi dan Abah selalu bertanya aku siapa? Dan dari mana? Namun aku selalu menjawab dengan gelengan dan tersenyum. Entah lah aku masih ingin disini dan menenangkan hatiku yang porak parik berantakan!


"Nak.. boleh umi masuk?"suara itu, setiap kali aku mendengar suara itu aku teringat oleh mommy.. yah mommy agatha. Bagaimana kabarnya?apa dia baik-baik saja?aku merindukan mu..


Aku tersadar dan mengangguk lalu berjalan mendekat kearah umi, walaupun aku belum mengenal dekat dengan keluarga ini namun aku masih punya sopan dan santun jika berbicara dengan yang lebih tua.


"Kamu tidak bosan nak? hanya berdiam diri dikamar dan memandangi sawah penduduk?"tanya umi lembut dengan tangan mengelus Surai ku.


Aku menatap bola mata perempuan itu, didalam sana ada ketulusan yang sama seperti mommy saat mengelus Surai ku! Air mata ku keluar tanpa aba-aba. Aku menunduk tak kuat menatap bola mata itu.


"Hei?apa umi menyakiti mu?kenapa menangis?"

__ADS_1


"Ti..tidak Ara hanya merindukan seseorang"jawab nya masih setia dengan menunduk.


"Jadi nama mu Ara? Bagus, sekarang Ara jangan nangis ya.. anggap umi sebagai umi Ara juga? Kalau Ara belum siap cerita jangan dipaksa.. umi sayang sama Ara"umi dengan ketulusan nya memeluk Ara. Tangis Ara pecah! Selama peristiwa itu terjadi Ara belum pernah di peluk oleh mommy nya sehangat ini.


"Ara boleh tinggal disini?"


"Ara boleh tinggal sepuasnya disini, atau Ara mau sekolah juga disini? Soalnya kalau umi tidak lupa Ara waktu itu memakai baju seragam abu-abu kan?"-umi


Ara mengangguk dengan senyuman yang tercetak di bibirnya.


"Tidak apa u..umi, Ara mau kok. Tapi? Ara belum siap berjilbab? Ara ma..Masi belum berani untuk berjilbab kalau ahkirnya akan ara lepas nantinya"keluh Ara ditanggapi senyum manis dari sang umi.


"It's oke, umi tidak melarang. Nanti pasti terbiasa.. Yasudh umi keluar dulu ya?mau mengabari dan mengurus untuk sekolah dan keperluan mu"


Umi yang hendak pergi dicekal oleh tangan halus milik Ara.

__ADS_1


"Ini ATM Ara, untuk biaya Ara sekolah disini dan menetap disini"ujar Ara memberikan salah satu ATM gold miliknya.


Sang umi menggeleng dan memberikan ATM itu kembali ketangan Ara.


"Sudah, jangan dipikirkan. Kamu hanya belajr dan Istikomah umi sudah bangga.. sudah ya? Umi keluar assalamualikum"ucap umi lalu melangkah pergi meninggalkan Ara


"Dad.. mom, don't look for Aralia. I'm fine here and want to change my life ...


I love you"gumam ku lalu mengetik asal dihandphone dan mengirim nya langsung ke email Daddy.


Setelah itu aku mematikan handphone dan menyimpan nya dilaci, aku tak perduli siapa pemilik laci itu tapi ya sudah lah.. nanti aku akan mengambilnya jika aku membutuhkan.


"Never never give up! Ayo bangkir Ara"


Aku keluar dan menumui umi yang sudah menunggu didepan pintu untuk mengantarkan ku kedalam pesantren.

__ADS_1


__ADS_2