Bad Grils Ara

Bad Grils Ara
eps.18


__ADS_3

Sepulang dari bar, aku menyuruh Hery untuk mengantarkan ku ke mansion Daddy. Aku ingin bertemu dengan mereka dan mengutarakan unek-unek ku mengenai Aldo.


"Ah, Aldo.. kau tidak kah kangen dengan ku?"


Ara hanya tersenyum gila karna memikirkan sosok guru yang selama ini ia tunggu yakni Aldo.


"Nona, sudah sampai."


"Kau segera balik, dan urus perusahan ku. Aku ingin bersenang-senang disini"ucap ku lalu melangkah masuk kedalam gerbang yang tinggi ini.


Mata ku yang sedikit redup dikarenakan kebanyakan minum alkohol membuat tubuh ku sedikit sempoyongan untuk berjalan.


"Kenapa banyak sekali mobil disini? Ini bukan mobil Daddy, ada tamu kah?"gumam ku lalu berjalan kearah pintu mansion yang sedikit terbuka.


"Bagaimana kita lanjutkan pernikahan di Bali atau di Jakarta saja?"


"Kalau saya mengikut saja dengan keluarga besan, dan tentu nya nak salsa dan nak Aldo"


Perbincangan itu, seketika jantung Ara berhenti. Aldo? Jadi lelaki gagah dengan jas berwarna navy dan wanita cantik anggun Dengan balutan dress senada adalah Aldo dan salsa kakak nya?


"A..aku pulang"ucap ku dengan tangan bergetar memegang kenop pintu.


Semua mata disana menoleh, tatapan ku terhenti di mata wanita yang selalu ku fikirkan, yang slalu ku khawatirkan. Dia lah salsa, kakak ku.


"Ka..kalian bertunangan?"ingin rasanya  menangis bersimpuh dan berteriak bahwa aku tersakiti, tertekan!


"Mom?"


Seakan semua membisu, aku hanya gadis malang yang berusaha bertanya akan jawaban. Namun sebaliknya semua menatap ku kasihan, bingung!


"Jadi, dia tunangan lo?"

__ADS_1


"Dad.."panggil ku lirih


"Aku benci mengatakan ini, selama ini aku diam. Selama ini aku berusaha untuk memaafkan! Aku berusaha memaafkan kesalahan kalian terhadap kakak ku Niel,karna dia.. dia salsa kakak ku! Aku sayang dengan nya. Tapi kenapa.. kenapa kau menghancurkan masa depan ku? Aku punya dosa apa dengan mu!"tubuh Ara luruh ke lantai.


Ia menangis, semua mata tak lepas dari nya. Tapi satu pun tangan tidak ada yang mau mengulurkan nya.


"Aku benci! Aku ingin hidup semesti nya, kenapa aku seperti ini? Aldo.. gue tau lo kenal gue kan? Gue Ara! Adik nya nian sama Niel. Yang dulu Lo godain, yang dulu main sama Lo.. itu gue bukan dia Al. Lo jahad sal, Lo sama jahat nya kayak sibangsat nian tu! Keluarga gua semua jahat!! Lo semua jahat. Lo hianatin gue, Lo bilang Aldo udh pergi ga tau kemana!! Tapi nyata nya Lo? GUE BENCI ****** KAYAK LO SALSA!"


PLAKKK


mata Ara membola, ia mendongak menatap tangan besar itu. Amarah nya memburu saat melihat siapa pemilik tangan itu.


"Daddy?"


"Jaga ucapan mu, salsa masi kakak kandung mu."


"JAGA UCAPAN KU KATAMU? miris sekali hidup ku ya tuhan, selama ini aku menghilang dimana kau wahai Daddy ku? Apa kau pernah mencari ku! Pernah? JAWAB JIKA AKU BERTANYA TUAN GRIEL TERHORMAT"


PLAKKK


"KAU HANYA MENYUSAHKAN, KAU GILA. AKU BENCI MEMILIKI ANAK SEPERTI MU! ARA KU SUDAH MATI" Teriak Griel menjambak rambut Ara dengan kencang.


Gadis itu mendongak dengan bibir bergetar, ia melihat mommy yang dulu menyayangi nya dengan kasih sayang berlimpah hanya bisa menatap  datar tanpa ingin menolong. Sang kakak yang dulu ia sayang, menatap dengan senyum miring. Abang yang dulu pernah ia sayang acuh tak acuh meninggalkan pertengkaran ku dengan memilih bergabung dengan istri sialan nya itu.


Sedangkan Sean, adik tersayang menangisi nya di tempat. Karna ia ditahan oleh dua bodygrat berbadan besar.


"JIKA KAU TAK MENGINGINKAN KU, LANTAS KENAPA KAU TAK MEMBUNUH KU DADDY"


"a.. aku hanya meminta Aldo bersama ku, aku tak meminta lebih. Niel sudah hilang dan sekarang Aldo juga hilang"ucap Ara dengan bibir bergetar menahan sakit karna jambakan sang Daddy belum terlepas dari rambutnya.


"KAU HANYA GADIS INGUSAN, ALDO MILIK SALSA. ARALIA"tegas Griel.

__ADS_1


Dahulu saat Niel mempertahankan Keysa istri nian dia didampingi oleh kakek nya Widyo. Namun sekarang Ara tak mempunyai siapa-siapa. Ia sendiri.


"KENAPA DAD!! KAU MAU MEMBUNUH KU SAMA DENGAN NIEL? JIKA SEPERTI ITU BUNUH AKU"


"KENAPA KAU SELALU MENGUNGKIT MASA LALU HAH? KAU GILA, AKU BAHKAN TAK SUDI MENGINGAT HAL ITU"Bentak Griel tepat didepan Ara.


Griel melepaskan jambakan dirambut Ara dengan kasar, Ara tersungkur. Ia menangis, ia rapuh. Dimana sosok pahlawan nya telah mengatai nya GILA bahkan tak mengakui dirinya sebagai anak.


Tangan Ara bergetar, ia mengambil pistol Hery yang masi ada disaku baju nya. Ia mengarahkan asal dengan mata terpejam.


Dorr


ARAAAAAAA


SALSAAAAA


PLAAAKKK


semua berteriak, Ara membuka mata nya. Nafas nya memburu!! Ia melihat wanita itu, wanita yang dulu ia sayangi.


"KAU PEMBUNUH! AKU BENCI, KAU BUKAN ARA YANG KU KENAL"hancur bertubi-tubi, dimana Aldo membentak Ara dan memilih membantu salsa yang sekarat karna perbuatan Ara.


"MULAI SEKARANG KAU BUKAN KELUARGA WIDYO ARALIA!"


BUGHHH


Tinjuan itu Ara terima dengan senyuman, ia melirik perut yang Daddy nya beri pukulan tadi.


"Suatu saat kau akan menyesal telah memperlakukan putri mahkota demi putri sampah seperti itu tuan Griel terhormat"gumam Ara lalu pergi meninggalkan semua orang yang sibuk mengerubungi salsa.


"Pistol itu hanya membuat ia lumpuh, tidak membuat ia mati. Itu balasan ku untuk nya yang berani berkhianat"ucap ara lalu pergi meninggalkan manison lucnut itu.

__ADS_1


**


__ADS_2